WAWASAN NUSANTARA YANG HARUS MENDARAH DAGING
Wawasan nusantara merupakan cara pandang atau pola dalam berfikir bangsa indonesia tentang jati
diri dan tanah air nya sebagai negara berkepulauan yang maritim dengan semua
aspek kehidupan yang beragam. Dan secara etimologis, wawasan nusantara berasal
dari kata wawasan dan nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa
jawa) yang mempunyai arti pandangan, penglihatan secara indrawi. Jadi wawasan bias
di artikan sebagai pandangan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti
pula cara pandang dan cara melihat. Adapun nusantara berasal dari
kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan
kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi
nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua. Dua
benua itu yaitu benua asia dan
Australia. Dan dua samudra, yaitu samudra hindia dan pasifik. Namun Berdasarkan
pengertian modern, kata “nusantara” digunakan sebagai pengganti nama dari
Negara kita yaitu indonesia. Ada pula Menurut GBHN tahun 1998 , Wawasan
Nusantara adalah cara pandang dansikap bangsa Indonesia mengenai diridan
lingkungannya dengan mengutamabangsadanbernegarkan persatuan dan kesatuan
bangsaserta kesatuan wilayah dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat.
Selain pengertian wawasan nusantara ada
juga tujuan dari Wawasan
Nusantara. Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi
disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan
nasioanal dari pada kepentingan individualisme, kelompok, golongan, maupun suku
bangsa atau daerah namun kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa
atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan
nasional atau kepentingan masyarakat banyak.
Jika membahas tentang wawasan nusantara, tentu erat kaitanya dengan
geopolitik. Ini adalah Beberapa Pandangan para pemikir Geopolitik yang ada dan
ulasan pemikiranya. Pertama dikemukakan oleh Friedrich Ratzel (1844-1904) bahwa
teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi oleh ahli biologi Charles
Darwin. Dan Dalam teorinya, bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan
sumber daya yang tinggi pula dan pada akhirnya mendesak wilayah bangsa yang
“primitif” atau tertinggal. Pendapat tersebut kemudian dipertegas oleh Rudolf
Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatannya yang menyatakan bahwa negara
adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan tatanan biologis
yang memiliki intelektual yang mampu mengeksploitasikan negara “primitif” atau
tertinggal agar negaranya mendapat swasembada.
Kemudian Karl Haushofer (1869-1946) yang pernah menjadi anggota
militer di Jepang. Meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya
didunia. dimana untuk menjadi jaya suatu bangsa harus mampu menguasai
benua-benua di dunia. Ia berpendapat bahwa pada hakikatnya dunia terbagi atas empat
kawasan benua dan dipimpin oleh negara yang unggul. Teori ruang dan teori
kekuatan merupakan hasil penelitiannya yang dikenal dengan teori PanRegional yaitu
ruang hidup yang “cukup”, swasembada, dan dunia dibagi menjadi empat PanRegion
dimanati paregion dipimpin oleh satu bangsa yang unggul.
Berdasarkan
uraian diatas, akan di kaitkan dengan isu isu yang ada saat ini. Untuk itu
disini akan membahas tentang Pengaruh Budaya Korea di Indonesia. Seperti yang
di ketahui saat ini Korean Wave atau gelombang Korea adalah istilah yang
diberikan untuk tersebarnya budaya Korea pada berbagai negara di dunia. Dan
salah satunya Negara kita Indonesia. Indonesia salah satu Negara yang termasuk
negara yang sedang terkena demam Korea. Hal ini dapat kita lihat dari layar
televisi Indonesia yang sekarang sedang berlomba-lomba untuk menayangkan
informasi dan hiburan yang berhubungan dengan music maupun hal yang berhubungan
dengan Korea.
Biasanya seseorang suka dengan Korea di awali
dan dimulai dari beberapa drama Korea yang sering disiarkan dan ditayangkan di
stasiun TV Indonesia. selanjutnya masyarakat Indonesia mulai mengenal dan
penasaran pada para artis Korea. Tentu saja mereka mulai mencari informasi tentang
aktris dan aktor yang menurut mereka menarik itu. sehingga akhirnya mereka pun
juga mencari dan mengidolakan para
penyanyi, boyband dan girlband Korea. Untuk para penggemar Korea, ingin mengenal
budaya korea seperti memakai Hanbok atau pakaian khas Korea, belajar memasak
Kimchi dan yang lebih lagi adalah mempelajari bahasa korea yang juga merupakan
hal yang wajib untuk dilakukan para penggila korea. Akibatnya , rasa bangga dan
rasa keingintahuan mereka semakin bertambah terhadap budaya Korea.
Demam korea pun semakin melanda para remaja
Indonesia. Dan di berbagai stasiun televisi Indonesia bersaing untuk
menayangkan berbagai macam acara televisi yang ada di Korea, seperti drama
korea, film korea dan musik pop korea. Hal itu membuktikan betapa besar
antusias para remaja Indonesia yang sangat menggemari Korea, bahkan mereka
mulai membuat blog dan jejaring sosial yang khusus membahas tentang hal yang
berhubungan dengan Korea.
Dan Layaknya budaya Barat yang berkembang di
Indonesia, budaya korea pun semakin menjadi demam di masyarakat Indonesia. Lalu
juga pasti memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi para remaja
Indonesia. Adapun yang menjadi pengaruh positive itu adalah pertama Belajar
menabung, biasanya Para remaja di Indonesia yang begitu mencintai kebudayaan
Korea pasti akan senang berburu segala hal yang berbau Korea yang merupakan
salah satu cita citanya.. Selain itu, bagi para penggemar boyband dan girlband
Korea atau fangirl dan fanboy, tentu mereka sangatlah ingin melihat konser para
boyband atau girlband idola mereka secara langsung. hal ini juga mendorong
mereka untuk belajar menabung dan menghemat uang jajan mereka sendiri.
Kedua adalah Belajar berbisnis. Bagi para
remaja yang pandai berbisnis dan mampu memanfaatkan kesempatan, pasti mereka
tidaklah menyia-nyiakan demam Korea ini. Karena dengan ada demam korea ini
mereka bisa meraup untung yang banyak. biasanya Mereka menyediakan
barang-barang yang biasanya berhubungan dengan para idola mereka atau bias,
seperti mug bergambar, tas lukis, sepatu lukis, jaket dan bahkan T-shirt by
request. Selain bisa mendapatkan informasi tentang Korea, mereka juga bisa
belajar berbisnis.
Ketiga Mengenal kebudayaan Korea. Rasa antusias
seorang remaja di Indonesia terhadap drama dan lagu-lagu Korea, menyebabkan
rasa keingintahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea. Karena itulah
membuat mereka ingin mengenal dan mempelajari budaya dan bahasa Korea tersebut.
Bahkan mereka rela kursus bahasa Korea agar bisa mempelajari huruf hangeul dan
berbahasa Korea.
Ke-empat Menambah teman dan pengalaman. Basanya
Para remaja yang mencintai musik Korea akan membentuk komunitas yang bernama
Kpopers. Biasanya mereka akan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan nama
boyband atau girlband yang mereka sukai, kelompok ini dinamakan fandom. Mereka
bisa saling bertukar informasi, membuat suatu acara pertemuan sesama para
Kpopers (fanmeeting), mereka bisa belajar bahasa Korea bersama-sama dan bahkan
belajar dance di dalam acara fanmeeting tersebut.
Jika yang di bahas di atas adalah pengaruh
positive, sekarang akan membahas kebalikanya yaitu negative. Adapun dampak
negatif akibat munculnya demam Korea di Indonesia adalah pertama Perilaku hidup
boros kebanyakan Para remaja yang begitu terobsesi kepada musik K-pop, drama
Korea, bahkan produk-produk yang berasal dari Negara gingseng atau Korea,
membuat mereka mengeluarkan banyak uang hanya untuk sekadar membeli album,
menonton konser, maupun pergi ke Korea hanya untuk berburu barang-barang asli
Negara tersebut.
Kedua Munculnya Fanwar. Setiap orang mempunyai
selera musik yang berbeda. Karena ada perbedaan di selera musik atau perbedaan
suatu kegemaran itulah yang membuat masing-masing fandom pasti saling melempar
ujaran kebencian. Perbedaan itulah yang memicu suatu fanwar atau peperangan
antar fans. Biasanya hal ini banyak terjadi di dunia maya. Ada baiknya juga para
remaja pecinta Korea bisa pandai memilih mana yang baik dan buruk dalam
munculnya kebudayaan Korea di Indonesia agar nantinya bisa disesuaikan dengan
kebudayaan Indonesia itu sendiri. Namun sebenarnya semua yang dilakukan oleh
para penggemar korea itu tidak wajar karena mereka tidak mempelajari hal yang
ada di nusantara. Jika mereka terus mempelajari budaya korea maka budaya local
Indonesia akan terlupakan seiring perkembangan waktu. Jadi Jika Berdasar teori yang ada Negara Indonesia ini kurang wawasan
dalam hal kebudayaan. Dan jika dalam teori wawasan nusantara Negara Indonesia
merupakan Negara yangberwawasan tinggi.
Selain
itu ada juga berita tentang Kemajukan Menjadikan Indonesia Kuat yang akan di
bahas di sini berita itu berbunyi. Negara Indonesia sebagai Negara majemuk sangat rentan
untuk diadu domba melalui ujaran kebencian (hate speech) dan berita
bohong (hoaks). Apalagi jika ujaran kebencian dan hoaks itu digunakan untuk
kepentingan politik, dan kepentingan kaum radikal terorisme. Karena itu dalam bulan
Ramadhan ini, bangsa Indonesia wajib terus memperkuat toleransi dan solidaritas
kebangsaan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Apalagi,
kata Magnis, saat ini bulan puasa. Tentunya ini bisa menjadi momentum terbaik
bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memerangi hal-hal negatif dengan saling
menghormati dan menjaga toleransi. Dia juga menyarankan kepada semua pihak
untuk bisa menahan diri dan membuang perasaan menang sendiri. Itu penting
karena bila ujaran kebencian, hoaks, radikalisme itu dimainkan secara politik maka
dampaknya sangat berbahaya.
Menurutnya hal-hal negatif itu kalau
dipolitisasi bisa dipakai untuk mengadu domba, bisa untuk fake news,
hoaks, dan hal-hal emosional lainnya yang bisa menyulut permusuhan. Apalagi,
sambung dia, bila politisasi itu sudah menggunakan unsur agama, itu sangat
mengancam persatuan bangsa ini. Maka itu solidaritas langsung dan saat
beraktivitas di media sosial harus ditingkatkan untuk meminimalisasi hal-hal
tersebut. Secara pribadi, Magnis optimistis bangsa Indonesia mampu menghalau
berbagai hal negatif perusak persatuan. Terlebih, selama kurun 30 tahun
terakhir, hubungan antar umat beragama di Indonesia justru semakin kuat dan
positif.
Dia mencontohkan saat terjadi serangan teroris
di sebuah gereja di Yogyakarta, besoknya putra-putri muslim turun membantu
membersihkan gereja. Begitu juga saat terjadi teror bom di Surabaya dan
Sidoarjo beberapa hari lalu. Ditilik dari sisi sejarah, Indonesia adalah negara
kuat dan kokoh. Kemerdekaan negara ini bukan dari hadiah negara lain, tapi
hasil perjuangan para pahlawan bangsa. Kemudian jiwa persatuan dengan Sumpah
Pemuda 1928, dan kemajemukan saat memutuskan ideologi negara, terbukti menjadi
pondasi kokoh yang mampu menjaga bangsa dari berbagai gangguan. Bahkan saat
Reformasi 1998, ungkap dia, saat itu banyak pengamat yang meramal Indonesia
akan pecah seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Tapi nyatanya, itu tidak terjadi
dan Indonesia tetap jaya dengan Bhinneka Tunggal Ika-nya.
Berdasarkan isu di atas dan di kaitkan dengan
teori yang ada Negara Indonesia merupakan Negara yang sadar akan solidaritas
antar masyarakat dan mempunyai rasa saling menghargai yang tinggi akibat adanya
bom yang meneror di daerah Surabaya.
No comments:
Post a Comment