Friday, May 17, 2019

WAWASAN NUSANTARA YANG HARUS MENDARAH DAGING


WAWASAN NUSANTARA YANG HARUS MENDARAH DAGING
Wawasan nusantara merupakan cara pandang atau pola dalam berfikir bangsa indonesia tentang jati diri dan tanah air nya sebagai negara berkepulauan yang maritim dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Dan secara etimologis, wawasan nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa jawa) yang mempunyai arti pandangan, penglihatan secara indrawi. Jadi wawasan bias di artikan sebagai pandangan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. Adapun nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Jadi nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua. Dua benua  itu yaitu benua asia dan Australia. Dan dua samudra, yaitu samudra hindia dan pasifik. Namun Berdasarkan pengertian modern, kata “nusantara” digunakan sebagai pengganti nama dari Negara kita yaitu indonesia. Ada pula Menurut GBHN tahun 1998 , Wawasan Nusantara adalah cara pandang dansikap bangsa Indonesia mengenai diridan lingkungannya dengan mengutamabangsadanbernegarkan persatuan dan kesatuan bangsaserta kesatuan wilayah dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat.
Selain pengertian wawasan nusantara ada juga tujuan dari Wawasan Nusantara. Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individualisme, kelompok, golongan, maupun suku bangsa atau daerah namun kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.
Jika membahas tentang wawasan nusantara, tentu erat kaitanya dengan geopolitik. Ini adalah Beberapa Pandangan para pemikir Geopolitik yang ada dan ulasan pemikiranya. Pertama dikemukakan oleh Friedrich Ratzel (1844-1904) bahwa teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi oleh ahli biologi Charles Darwin. Dan Dalam teorinya, bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi pula dan pada akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif” atau tertinggal. Pendapat tersebut kemudian dipertegas oleh Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatannya yang menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan tatanan biologis yang memiliki intelektual yang mampu mengeksploitasikan negara “primitif” atau tertinggal agar negaranya mendapat swasembada.
Kemudian Karl Haushofer (1869-1946) yang pernah menjadi anggota militer di Jepang. Meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya didunia. dimana untuk menjadi jaya suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Ia berpendapat bahwa pada hakikatnya dunia terbagi atas empat kawasan benua dan dipimpin oleh negara yang unggul. Teori ruang dan teori kekuatan merupakan hasil penelitiannya yang dikenal dengan teori PanRegional yaitu ruang hidup yang “cukup”, swasembada, dan dunia dibagi menjadi empat PanRegion dimanati paregion dipimpin oleh satu bangsa yang unggul.
Berdasarkan uraian diatas, akan di kaitkan dengan isu isu yang ada saat ini. Untuk itu disini akan membahas tentang Pengaruh Budaya Korea di Indonesia. Seperti yang di ketahui saat ini Korean Wave atau gelombang Korea adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya Korea pada berbagai negara di dunia. Dan salah satunya Negara kita Indonesia. Indonesia salah satu Negara yang termasuk negara yang sedang terkena demam Korea. Hal ini dapat kita lihat dari layar televisi Indonesia yang sekarang sedang berlomba-lomba untuk menayangkan informasi dan hiburan yang berhubungan dengan music maupun hal yang berhubungan dengan Korea.
Biasanya seseorang suka dengan Korea di awali dan dimulai dari beberapa drama Korea yang sering disiarkan dan ditayangkan di stasiun TV Indonesia. selanjutnya masyarakat Indonesia mulai mengenal dan penasaran pada para artis Korea. Tentu saja mereka mulai mencari informasi tentang aktris dan aktor yang menurut mereka menarik itu. sehingga akhirnya mereka pun juga mencari dan  mengidolakan para penyanyi, boyband dan girlband Korea. Untuk para penggemar Korea, ingin mengenal budaya korea seperti memakai Hanbok atau pakaian khas Korea, belajar memasak Kimchi dan yang lebih lagi adalah mempelajari bahasa korea yang juga merupakan hal yang wajib untuk dilakukan para penggila korea. Akibatnya , rasa bangga dan rasa keingintahuan mereka semakin bertambah terhadap budaya Korea.
Demam korea pun semakin melanda para remaja Indonesia. Dan di berbagai stasiun televisi Indonesia bersaing untuk menayangkan berbagai macam acara televisi yang ada di Korea, seperti drama korea, film korea dan musik pop korea. Hal itu membuktikan betapa besar antusias para remaja Indonesia yang sangat menggemari Korea, bahkan mereka mulai membuat blog dan jejaring sosial yang khusus membahas tentang hal yang berhubungan dengan Korea.
Dan Layaknya budaya Barat yang berkembang di Indonesia, budaya korea pun semakin menjadi demam di masyarakat Indonesia. Lalu juga pasti memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi para remaja Indonesia. Adapun yang menjadi pengaruh positive itu adalah pertama Belajar menabung, biasanya Para remaja di Indonesia yang begitu mencintai kebudayaan Korea pasti akan senang berburu segala hal yang berbau Korea yang merupakan salah satu cita citanya.. Selain itu, bagi para penggemar boyband dan girlband Korea atau fangirl dan fanboy, tentu mereka sangatlah ingin melihat konser para boyband atau girlband idola mereka secara langsung. hal ini juga mendorong mereka untuk belajar menabung dan menghemat uang jajan mereka sendiri.
Kedua adalah Belajar berbisnis. Bagi para remaja yang pandai berbisnis dan mampu memanfaatkan kesempatan, pasti mereka tidaklah menyia-nyiakan demam Korea ini. Karena dengan ada demam korea ini mereka bisa meraup untung yang banyak. biasanya Mereka menyediakan barang-barang yang biasanya berhubungan dengan para idola mereka atau bias, seperti mug bergambar, tas lukis, sepatu lukis, jaket dan bahkan T-shirt by request. Selain bisa mendapatkan informasi tentang Korea, mereka juga bisa belajar berbisnis.
Ketiga Mengenal kebudayaan Korea. Rasa antusias seorang remaja di Indonesia terhadap drama dan lagu-lagu Korea, menyebabkan rasa keingintahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea. Karena itulah membuat mereka ingin mengenal dan mempelajari budaya dan bahasa Korea tersebut. Bahkan mereka rela kursus bahasa Korea agar bisa mempelajari huruf hangeul dan berbahasa Korea. 
Ke-empat Menambah teman dan pengalaman. Basanya Para remaja yang mencintai musik Korea akan membentuk komunitas yang bernama Kpopers. Biasanya mereka akan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan nama boyband atau girlband yang mereka sukai, kelompok ini dinamakan fandom. Mereka bisa saling bertukar informasi, membuat suatu acara pertemuan sesama para Kpopers (fanmeeting), mereka bisa belajar bahasa Korea bersama-sama dan bahkan belajar dance di dalam acara fanmeeting tersebut.
Jika yang di bahas di atas adalah pengaruh positive, sekarang akan membahas kebalikanya yaitu negative. Adapun dampak negatif akibat munculnya demam Korea di Indonesia adalah pertama Perilaku hidup boros kebanyakan Para remaja yang begitu terobsesi kepada musik K-pop, drama Korea, bahkan produk-produk yang berasal dari Negara gingseng atau Korea, membuat mereka mengeluarkan banyak uang hanya untuk sekadar membeli album, menonton konser, maupun pergi ke Korea hanya untuk berburu barang-barang asli Negara tersebut. 
Kedua Munculnya Fanwar. Setiap orang mempunyai selera musik yang berbeda. Karena ada perbedaan di selera musik atau perbedaan suatu kegemaran itulah yang membuat masing-masing fandom pasti saling melempar ujaran kebencian. Perbedaan itulah yang memicu suatu fanwar atau peperangan antar fans. Biasanya hal ini banyak terjadi di dunia maya. Ada baiknya juga para remaja pecinta Korea bisa pandai memilih mana yang baik dan buruk dalam munculnya kebudayaan Korea di Indonesia agar nantinya bisa disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia itu sendiri. Namun sebenarnya semua yang dilakukan oleh para penggemar korea itu tidak wajar karena mereka tidak mempelajari hal yang ada di nusantara. Jika mereka terus mempelajari budaya korea maka budaya local Indonesia akan terlupakan seiring perkembangan waktu. Jadi Jika Berdasar teori yang ada Negara Indonesia ini kurang wawasan dalam hal kebudayaan. Dan jika dalam teori wawasan nusantara Negara Indonesia merupakan Negara yangberwawasan tinggi.
Selain itu ada juga berita tentang Kemajukan Menjadikan Indonesia Kuat yang akan di bahas di sini berita itu berbunyi. Negara Indonesia sebagai Negara majemuk sangat rentan untuk diadu domba melalui ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (hoaks). Apalagi jika ujaran kebencian dan hoaks itu digunakan untuk kepentingan politik, dan kepentingan kaum radikal terorisme. Karena itu dalam bulan Ramadhan ini, bangsa Indonesia wajib terus memperkuat toleransi dan solidaritas kebangsaan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.           Apalagi, kata Magnis, saat ini bulan puasa. Tentunya ini bisa menjadi momentum terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memerangi hal-hal negatif dengan saling menghormati dan menjaga toleransi. Dia juga menyarankan kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dan membuang perasaan menang sendiri. Itu penting karena bila ujaran kebencian, hoaks, radikalisme itu dimainkan secara politik maka dampaknya sangat berbahaya.
Menurutnya hal-hal negatif itu kalau dipolitisasi bisa dipakai untuk mengadu domba, bisa untuk fake news, hoaks, dan hal-hal emosional lainnya yang bisa menyulut permusuhan. Apalagi, sambung dia, bila politisasi itu sudah menggunakan unsur agama, itu sangat mengancam persatuan bangsa ini. Maka itu solidaritas langsung dan saat beraktivitas di media sosial harus ditingkatkan untuk meminimalisasi hal-hal tersebut. Secara pribadi, Magnis optimistis bangsa Indonesia mampu menghalau berbagai hal negatif perusak persatuan. Terlebih, selama kurun 30 tahun terakhir, hubungan antar umat beragama di Indonesia justru semakin kuat dan positif.
Dia mencontohkan saat terjadi serangan teroris di sebuah gereja di Yogyakarta, besoknya putra-putri muslim turun membantu membersihkan gereja. Begitu juga saat terjadi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari lalu. Ditilik dari sisi sejarah, Indonesia adalah negara kuat dan kokoh. Kemerdekaan negara ini bukan dari hadiah negara lain, tapi hasil perjuangan para pahlawan bangsa. Kemudian jiwa persatuan dengan Sumpah Pemuda 1928, dan kemajemukan saat memutuskan ideologi negara, terbukti menjadi pondasi kokoh yang mampu menjaga bangsa dari berbagai gangguan. Bahkan saat Reformasi 1998, ungkap dia, saat itu banyak pengamat yang meramal Indonesia akan pecah seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Tapi nyatanya, itu tidak terjadi dan Indonesia tetap jaya dengan Bhinneka Tunggal Ika-nya.
Berdasarkan isu di atas dan di kaitkan dengan teori yang ada Negara Indonesia merupakan Negara yang sadar akan solidaritas antar masyarakat dan mempunyai rasa saling menghargai yang tinggi akibat adanya bom yang meneror di daerah Surabaya.

No comments:

Post a Comment