Monday, June 22, 2020

Prinsip dasar DDC (Dewey Decimal Classification)


 Klasifikasi berdasarkan disiplin
DDC merupakan klasifikasi berdasarkan disiplin, bukan hanya pengelompokan bahan pustaka berdasarkan subjek belaka. Pembagian kelas utama dan subklas berdasarkan disiplin akademis atau bidang kajian, bukan berdasarkan subjek. Hasilnya ialah subjek yang sama mungkin memperoleh tempat kelas lebih dari satu. Misalnya, subjek keluarga mungkin digolongkan dalam kelas Etika, Agama, Sosiologi, Adat Istiadat, Keluarga Berencana, Rumah Tangga, Genealogi, tergantung pada ancangan pengarang.
            Dalam DDC, pengetahuan dibagi menjadi 9 kelas utama yaitu Filsafat, Teologi, Sosiologi (Kemudian Ilmu-Ilmu Sosial), Filologi, Ilmu Alam, Useful Arts, Kesenian (Fine Arts), Sastra, Dan Sejarah. Bidang bidang itu diakui sebagai disiplin akademis semasa Dewey masih hidup. Beberapa di antaranya kini tidak dianggap lagi sebagai disiplin. Kini dianggap sebagai bidang kajian dengan masing-masing bidang mencakup beberapa akademis. Pada universitas modern, bidang semacam Filsafat, Bahasa, Kesenian, Dan Sastra Diklompokan dalam Kelompok Humaniora, sejajar dengan bidang kajian lainya seperti Ilmu-Ilmu Alam. Ilmu-Ilmu Sosial terdiri dari beberapa disiplin.
            Dalam kelas utama DDC, enam dari 9 kelas utama termasuk kelompok Humaniora, sedikit banyak mencerminkan situasi pengajaran semasa Dewey. Perkembangan dalam ilmu pengetahuan tidak sama cepatnya sehingga terdapat perbedaan kecepatan dan kualitasi ilmu pengetahuan. Hal ini menyebabkan ketidak seimbangan dalam DDC. Sebagai contoh kelas Filsafat dan Agama relative tidak ada perubahan dari sejak edisi pertama hingga edisi 20 sementara kelas Useful Arts (kemudian berubah nama menjadi Teknologi/Ilmu-Ilmu terapan) mengalami perkembangan dan perluasan luar biasa.
b.      Struktur hirarkhis
DDC terdiri dari Sembilan kelas utama ditambah satu kelas Generali sehingga terdapat 10 kelas utama. Setiap kelas utama dibagi lagi menjadi subkelas, kemudian dibagi lagi pada tahap berikutnya. Pengecualian akan hal ini terdapat kelas 800 Sastra dan 000 generalia. Pada kelas 800, susunan mula-mula berdasarkan Sastra, kemudian bahasa asal, bentuk literature, lalu periode. Pada kelas Generalia, susunan mula-mula berdasarkan bentuk (seperti030 Ensiklopedia umum, 050 Majalah, dan 071-070 Surat Kabar), kemudian menurut bahasa atau tempat. Karena bahan pustaka ini tidak berkaitan dengan subjek spesifik maka tidak termasuk ke dalam disiplin tertentu, kelas 800 dan sebagian kelas 000 sering disebut kelas bentuk (form class).


Review jurnal Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Studi Kasus SMAN 1 Penengahan)


A.        Identitas Jurnal
Judul         : Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Studi  Kasus SMAN 1 Penengahan)
Penulis       : Agus Rahmat Kasmirin, Machudor Yusman, Irwan Adipribadi
Jurnal         :  Jurnal Komputasi
Vol / No    : 4/1
ISSN         :  -
 DOI          : -
B.     Pendahuluan
1.      Problem
Sistem sirkulasi peminjaman buku masih menggunakan sistem yang konvensional dan  Waktu siswa/siswi berkunjung ke perpustakaan juga sangat minim yaitu 15 menit saat jam istirahat.
2.      Tujuan
Agar sistem sirkulasi peminjaman buku dapat terdokumentasi dengan baik dan lebih efektif dalam pengoptimalan waktu.
3.       Metodologi
Metode yang digunakan adalah  Analisis, Design, Coding, Testing,dan Maintenance.
4.      Teknik Analisis Data
Dalam pengembangan sistem ini digunakan metode pengembangan Waterfall.
B.         Hasil dan Pembahasan
1.      Analisis Kebutuhan Sistem
menggunakan software Xampp, Web Browser, Notepad++, dan Sistem Operasi Windows 7 yang bangun menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan Java Script.
2.      Design Sistem
Gambaran besar design sistem terdapat pada Usecase Diagram. Use case digunakan untuk mengetahuai fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi itu 
3.      Implementasi
Pada aplikasi program ini mempunyai dua fungsi menu, yaitu menu administrator dan menu user. Sebelum masuk ke menu, administrator ataupun user harus melakukan login.
a. Tampilan Awal Program: halaman Login
b. Tampilan Menu Pada Administrator: halaman utama Admin
c. Tampilan Menu Pada User: halaman utma user
4.       Pengujian
Tahap testing dilakukan setelah proses pemrograman sistem selesai dilakukan. Pengujian sistem dilakukan dengan membandingkan antara sistem informasi perpustakaan yang masih konvensional dengan sistem informasi yang sudah terkomputerisasi.
D.    Diskusi
Dalam tampilan jurnal ini seharusnya ditampilkan Data Flow Diagram dan Diagram Konteks yang lebih mendetil agar pembaca lebih paham sistem yang digunakan seperti pada jurnal Perancangan dan Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Studi Kasus Jurusan Sistem Komputer) oleh Febi Andrea.
E.    Saran
Review memberikan saran yang ditujukan kepada jurnal ini, adapun masukannya adalah sebagai berikut:
1.      Sebaiknya penulis harus mencantumkan berbagai diagram yang berhubungan dengan sirkulasi
2.      Sebaiknya penulisan jurnal lebih diperjelas di bagian implementasi.
F.     Kekurangan Penelitian
Penelitian ini memiliki kekurangan dalam bagian pengembangan layanan sirkuasi dan bagian halaman utama admin. Sebaiknya bagian sirkulasi user dapat di kembangkan dengan baik dan halaman untuk admin lebih banyak opsi.

Daftar Pustaka
Renatha, Febi Andrea. Kodrat Iman Satoto. Oky Dwi Nurhayat. 2015. Perancangan dan Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Studi Kasus Jurusan Sistem Komputer). Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer. Vol.3, No.3. https://jtsiskom.undip.ac.id/index.php/jtsiskom/article/download/12103/11755
Kasmirin, Agus Rahmat. Machudor Yusman.  Irwan Adipribadi. 2016. Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Studi  Kasus SMAN 1 Penengahan). Jurnal Komputasi. Vol. 4 No. 1 https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi/article/viewFile/1169/963

Analisis Interface OPAC Universitas Negeri Sebelas Maret

Sistem yang digunakan dalam perpustakaan Universitas Sebelas Maret adalah sistem SLiMS Akasia 8.5. Seperti yang ditampilkan dalam website OPAC tersebut. OPAC UNS dapat di akses melalui http://unsla.uns.ac.id/neounsla/ dalam web tersebut dicantumkan berbagai akun Media sosial yang menghubungkan pengguna dengan pengelolaan web OPAC tersebut.
Dalam homepage OPAC perpustakaan UNS ditampilkan langsung bagian pencarian di mana pengguna bisa langsung menggunakannya dengan memasukkan kata kunci, judul maupun pengarang atau subjek. Dalam tampilan homepage ini opac UNS menampilkan layout atau background yang dapat berubah, background tersebut merupakan kumpulan foto dari perpustakaan pengunjung maupun gedung gedung kampus UNS. 
 Dalam halaman page ini pihak perpustakaan mempertimbangkan aspek efisien dan kemudahan untuk pemustaka. Disini pemustaka dapat dengan langsung memasukan kata kunci pencarian untuk buku yang di inginkan. Kata kunci yang dimakukan dapat berupa judul, pengarang. Sistem pencarian ini oun dapat mendeteksi penggunaan lebih dari dua kata. Namun untuk logika boolen yang berbentuk NOT, OR dan AND tidak berfungsi. Hal ini menyebabkan pencarian buku secara spesifik lebih susah.
( Gambar 1. Screenshoot Homepage OPAC UNS)

Pencarian kata kunci dilakukan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pencarian dengan kata kunci “ informasi” memunculkan berbagi buku yang terkait dengan informasi. Dengan jumlah buku yang banyak di tampilkan perslide agar memudahkan pencarian.
Pada halaman ini tampilan yang disajikan oleh OPAC UNS sama seperti sebelumnya,terkesan sederhana dan mudah di akses. Warna yang ditampilkan juga terlesan lebih lembut tidak membuat mata sakit. Pemilihan warna biru pada halaman ini membuat pengguna lebih nyaman dan dapat memahami dengan baik fungsi OPAC yang ditampilkan.
                                         (Gambar 2. Screenshoot tampilan pencarian)
                                             ( Gambar 3. Screenshoot ‘informasi’)
Pada gambar 3 ditunjukkan bahwa buku yang terkait kata kunci informasi muncul dan berjumlah cukup banyak dengam adamya slide untuk menuju ke pencarian selanjutnya. Setelah memaaukan kata kunci kita akan di tunjukkan berbagai macam judul buku yang bertema informasi. Dengan ditampilkan Judul buku, sub judul, pengarang, penerbit, nomer panggil dan keserdiaan.
Dengan latar belakang putih dan teks warna biru dan hitam membuat pengguna lebih fokus pada tulisan yang ada di layar dan lebih nyaman ketika dibaca. Walaupun disamping itu penggunaan background terkesan monoton dan kuno. Namun pemilihan warna layar belakang dan teks tentunya sudah dipikirkan untuk memudahkan akses pengguna.
Dalam OPAC UNS ini tidak tercantum menu untuk menunjukkan bahwa ada beberapa koleksi baru yang dirak hal itu seharusnya di tunjukkan sebagai salah satu keunggulan dan icon dari OPAC. Penampilan menu untuk menunjukkan adanya buku baru di Perpustakaan diharapkan pengguna akan lebih penasaran tentang buku yang baru saja di beli oleh pihak perpustakaan. Lalu juga tidak adanya fitur pemesanan buku di website. Pemesanan buku ini harusnya juga dapat memudahkan akses pengguna dalam mendapatkan buku yang diinginkan namun masih dalam masa pinjam pustaka lain.
Berdasarkan pencarian kata kunci informasi dapat ditemukan ribuan buku yang ada diperpustakaan. Dengan Internet yang stabil pencarian di OPAC UNS membutuhkan waktu kurang lebih 0.01 detik. Dan dapat diartikan bahwa OPAC UNS termasuk cepat dalam penjangkauan penggunaan website. Kemudian di bagian bawah halaman terdapat informasi yang menjelaskan fungsi Katalog Online.
                                                  (Gambar 4. Screenshoot halaman bawah)
Dalam bagian halaman detail buku terdapat beberapa kekurangan  yang tidak menjelaskan secara detail buku yang akan diakses. Hal itu dimulai pada bagian cover buku yang terlihat kosong tanpa ada tampilan. Hal ini kemungkinan dapat menyebabkan pengguna kebingungan untuk mencari buku di rak yang tertera. Lalu juga tidak ada deskripsi untuk buku yang di butuhkan, jadi pengguna akan memilih buku berdasarkan judul dan pengarang yang tertera. Hal itu juga memiliki kemungkinan ketidak efektifan waktu mahasiswa dalam mengakses OPAC. Hal lain juga seperti tidak tersedianya ISBN buku, walaupun ISBN kadang tidak diterlalu diperhatikan oleh pengguna namun ISBN dapat memudahkan dalam proses pengecekan data buku.
                                                     ( Gambar 5. Cover dan judul buku).                         


 (Gambar 6. Detail buku)
Dapat dilihat juga pada sisi kanan atas terdapat icon garis tiga. Icon ini disediakan sebagai menu yang dapat menghubungkan berbagai fitur pembantu lainnya.
Fitur yang terdapat di Menu:
 1. Beranda
2. Warta Perpustakaan
3.  Info perpustakaan
4. Area anggota
5.  Metadata export 
6. Statistik koleksi
7.  Bantuan pencarian
8. Masuk pustakawan
9. Tentang SliMS
10.  Bahasa




(Gambar 7. Fitur Menu)
Fitur beranda menghubungkan kehalaman pertama web yaitu homepage pencarian. Kemudian warta Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan akan menghubungkan ke website Perpustakaan. Area anggota dimana anggota perpustakaan bisa log-in di akun anggotanya. Metadata export merupakan pengecekan koleksi berdasarkan beberapa tipe. Kemudian statistik koleksi menjelaskan tentang koleksi yang ada berdasar tahun dan nomer klasifikasi. Bantuan pencarian merupakan bantuan bagi pengguna yang kurang mengerti dalam bentuk bahasa Inggris. Masuk pustakawan fitur untuk area log-in bagi pustakawan yang mengelola buku. Fitur tentang SLiMS menjelaskan aplikasi yang digunakan di Perpustakaan. Kemudian pilihan bahasa, bahasa yang di akses bisa di ubah sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna.

                                                   (Gambar 8. Fitur metadata export)                 
          ( Gambar 9. Fitur statistik koleksi)
Pada website OPAC UNS terdapat beberapa fitur unggulan yang dapat memudahkan penggunaan OPAC UNS. Selain itu juga terdapat fitur yang seharusnya ada di OPAC tersebut seperti layanan E-BOOK, layanan pemesanan dan juga fitur buku baru. Pemilihan warna dalam OPAC UNS ini terkesan monoton namun juga bisa membuat fokus para pengguna.