Thursday, November 8, 2018

Diagram Lancaster dan Penjelasannya


Seputar Diagram Lancaster dan Penjelasannya



KETERANGAN
  1. Data base of document           : Kumpulan-kumpulan dari dokumen-dokumen yang terekam oleh media misalnya : Koran, majalah, buku, dsb.
Dokumen dibagi menjadi tiga :
Primer              : Ide gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk buku, majalah. Ide pemikiran original, tesis, disertasi, jurnal, ilmiah.
Sekunder         : Merupakan kumpulan dari organisasi tertulis, disertasi, jurnal, ilmiah. ( Referensi, bibliografi, encikopledy, kamus )
Tersier             : Sumber informasi yang mengumpulkan sumber-sumber informasi sekunder. ( Bibliografi dari bibliografi )
  1. Selection and acquisition        : Proses menyeleksi koleksi sesuai dengan kebutuhan dan institusi tersebut dan proses pengadaan yang berhubungan dengan istitusi didapat dari sumbangan, tabungan, hadiah, dsb.
  2. Conceptual analysis                : analisis subyek dan diakonseptual.
Koleksi museum diskripsinya : tempat ditemukannya, tahun ditemukan, penemu, gambar dari patung, bentuk, ilustrasi, maksud pembuatan patung.
Diskripsi patung                      : Nama, ukuran, bahan, sedikit makna, subyek.
  1. Translation                              : Penerjemahan subject dan judul buku
Thesaurs    : Daftar-daftar subject tertentu yang dipergunakan menjadi tajuk misal kata-kata yang berkaitan dengan ekonomi. (tidak ada tajuk)
  1. Document store/data base of document : Pangkalan data atau jajaran buku yang ada di rak-rak tertentu.
  2. Population of user                   : Buku-buku diletakkan di data base (pangkalan data) untuk pengguna (user). Sebenarnya siapa pengguna (user) itu?


·    Museum             : Usernya adalah pelajar, arkeolog, sejarahwan,wisatawan, akademisi, bias juga para normal karena museum terdiri dari barang-barang kuno yang mengandung mistik.
·         Perpustakaan
Ø  Perpustakaan sekolah : Usernya adalah siswa, guru, pegawai, staf.
Ø  Perpustakaan univer      sitas: Usernya adalah mahasiswa, staf, dosen, dll.
Ø  Perpustakaan umum      : Usernya adalah pegawai kantoran, pengangguran, pemulung, anak jalanan, ibu rumah tangga, supir taxi, dll.
Ø  Perpustakaan digital pengguna biasa mengakses lewat internet
Ø  Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang dikhususkan, contoh perpustakaan fisip yang hanya berisikan tentang buku-buku ilmu sosial, perpusakaan P3K, perpustakaan farmasi, perpustakaan polda yang berisikan buku-buku criminal, perpustakaan dolog yang satu-satunya perpustakaan yang menggunakan sistem klasifikasi UDC ( yang dikelola adalah semua yang berkenaan dengan sembako untuk masyarakat ), balai penyuluh latihan pertanian, perpustakaan rumah sakit biladikembangkan usernya maka bias menjadi perpustakaan umum.
·       Toko buku                    : Usernya pembeli, ada informasi tentang daftar buku.
·         Arsip               : Usernya adalah masyarakat, lembaga negeri dan swasta dan individu yang dapat mengakses arsip sesuai dengan kebijakan akses pengelola kearsipan.
  1. Request                                   : Permintaan dan kebutuhan bagaimna informasi bisa diakses, permintaan ada karena adanya kebutuhan informasi, kebutuhan akan doumen, yang mengelola adalah pengelola pada diagram yang diatas.Contoh : Mahasiswa fisip yang direquest adalah matakuliah yang berhubungan dengan ilmu social nomor 100, 200, dll. Jika farmasi maka kelasnya lebih sempit seperti obat-obatan, jika hukum hanya kelas 300 saja (tertentu).
  2. Conceptual analysis                : Yang dicari adalah yang mereka butuhkan, contoh seperti keperpustakaan pasti membutuhkan panduan. Jika masuk ke internet maka membutuhkan translation. Conceptual analysis yang dibawah ini butuh panduan untuk mengaksesnya. Ada proses searching perlu translation ketika tidak mengetahui bahasanya.
  3. Translation                              : Penerjemahan subyek dan judul buku
  4. Searching ( proses penelusuran ): berkaitan juga dengan index, ketika searching terjadi conceptual analysis dan translation. Ketika searching di internet, ada kebutuhan translate karena subyek dalam bahasa inggris maka akan keluar semua subjek itulah yang dimaksud conceptual analysis tapi hanya deskripsi, bias juga proses indexing. Jika menelusuri melalui index, maka subyek dapat disusun menurut abjad. Ketika serching, sering memutuskan mencari subyek lain.
  5. Index of document representation      :  Yang dikatakan sebagai katalog atau data base.


Gabriel Marcel


Gabriel Marcel
            Dalam filsafatnya, ia menyatakan bahwa manusia tidak hidup sendirian, tetapibersama-sama dengan orang lain. Akan tetapi manusia memiliki kebebasan yang bersifat otonom. Dalam hal itu, ia selalu dalam jasmaninya, tetapi dari dalam, ia dikuasai oleh jasmaninya. Di dalam pertemuannya dengan manusia lain, manusia mungkin bersikap dua macam. Yang lain itu merupakan objek baginya, jadi sebagian dia, mungkin juga merupakan yang ada bagi aku. Aku ini membentuk diri terutama dalam hubungan aku-engkau ini. Dalam hubungan ini, kesetiaanlah yang menentukan segala-galanya. Jika aku percaya kepada orang lain, setialahaku terhadap orang lain itu, dan kepercayaan ini menciptakan diri aku itu setia itu hanya mungkin karena orang merupakan bagian dikau yang mutlak (Tuhan) kesetiaan yang menciptakan aku ini pada akhirnya berdasarkan atas pertisipasi manusia kepada Tuhan.
            Manusia bukanlah makhluk yang statis, sebab ia senantiasa menjadi (berproses) atau being and becoming. Ia selalu menghadapi objek yang harus diusahakan. Seperti yang tampak pada hubungannya dengan orang lain.
            Perjalanan manusia ternyata akan berakhir pada kematian, pada yang tidak ada. Perjuangan manusia sebenarnya terjadi di daerah perbatasan antara tidak berada. Oleh karena itu, manusia menjadi gelisah, menjadi putus asa dan takut kepada kematian. Namun, sebenarnya kemenangan kematian itu hanyalah  semu saja, sebab hanya cinta kasih dan kesetiaan itulah yang member harapan untuk mengatasi kematian. Didalam cinta kasih dan kesetiaan ada kepastian bahwa ada Engkau yang tidak dapat mati. Harapan itulah yang menerobos kematian. Adanya harapan menunjukkan bahwa kemenangan kematian adalah semu.

Pancasila Sebagai Identitas,Kepribadian,Dan Pandangan Hidup


MAKALAH
Pancasila Sebagai Identitas,Kepribadian,Dan Pandangan Hidup
Di ajukan untuk memenuhi mata kuliah :
Pendidikan Pancasila


Oleh:
Lailin Nafiah                          
Fany Anggie Rahmawati    
Risky Maharani                    
Bagus Dwi Prastyo              
Nurwulan Saraswati              



JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
Istitut agama islam negeri tulungagung
Tahun akademik 2017/2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur yang kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen bahasa indonesia yaitu membuat makalah yang berjudul “Pancasila sebagai ”.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen bahasa indonesia yang telah bersedia memberi bantuan di setiap kesulitan dalam proses pembuatan makalah ini dan juga teman-teman yang bersedia membantu saat kami menemui kesulitan.
Saya sudah berusaha yang terbaik untuk membuat makalah ini.Namun, jika masih ada atau pun terdapat kesalahan dalam makalah yang saya buat ini yang belum saya ketahui saya berharap pembaca tidak segan memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan kearah yang lebih sempurna.

Harapan saya sedikit banyak pada maklah yang saya susun ini bisa menjadi referensi atau pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembacanya.

Tulungaggung, 8 Oktober 2017



Penyusun        


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
        Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan             bangsa –  bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkannya prinsip prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas salah hidup berbangsa dan bernegara. Jadi, masyarakat Indonesia dapat bergaul dengan berbagai negara dikarenakan  adanya pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia tetap mampu hidup dengan kepribadiannya sendiri yang secara jelas dapat dibedakan dengan negara lain.
Oleh karena itu kita kita dituntut untuk menyadari akan petingnya Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan identitas nasional?
2.      Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
3.      Apa fungsi adanya pandangan hidup?
1.3 Tujuan Penulis
1.      Untuk memahami tentang identitas nasional
2.      Untuk memahami tentang kepribadian
3.      Untuk mengetahui fungsi adanya pandangan hidup


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pancasila Sebagai Identitas.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa – bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuji fase nasionalisme modern, diletakkannya prinsip prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas salah hidup berbangsa dan bernegara. Para pendiri negara akan menyadari akan pentingnya dasar filsafat ini, kemudian melakukan suatu penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar filsafat bangsa dan negara yaitu BPUPKI. Prinsip – prinsip dasar itu dikemukakan oleh para pendiri bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Hal inilah menurut Titus dikemukakan bahwa salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya sebagai suatu pandan hidup masyarakat (Titus, 1984)
Dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi filsafat Pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu fase historis yang cukup panjang. Pancasila sebelum dirumuskan secara formal yuridis dalam pembukaan UUD 1495 sebagai dasar filsafat negara Indonesia, nilai- nilainya telah ada pada bangsa lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Dalam pengertian seperti ini menurut Notonegoro bangsa Indonesia adalah sebagai kusa materialis Pancasila. Nilai nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara untuk dijadikan sebagai dasar negara republik Indonesia.bproses perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang sidang BPUPKI pertama, sidang “panitia 9”, Sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disyahkan secara mal yuridis sebagai dasar filsafat negara republik Indonesia.

Pengertian identitas nasional.
Istilah “identitas nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor – faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain. Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu “kesatuan Nasional” para tokoh besar ilmu pengasihan yang mengkaji tentang hakikat kepribadian bangsa tersebut adalah dari beberapa disiplin ilmu, antara lain antropologi, psikologi dan sosiologi.
2.2 Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa.
            Kepribadian adalah sifat yang dapat dilihat dari perilaku seseorang dimana sifat itu  membuatnya terlihat berbeda dari yang lain. Setiap orang pasti memiliki karakter atau kepribadian yang membuatnya menonjol dan punya ciri khas tersendiri. Sama dengan masyarakatnya, suatu bangsa pastilah juga memiliki kepribadian. Pancasila sebagai kepribadian bangsa artinya segala perbuatan, dan sikap mental dari masyarakat Indonesia tercermin dari sila-sila pancasila. Maksudnya adalah dalam suatu bangsa tingah laku dari masyarakatnya mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
            Ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia ialah cerminan dari perkembangan dan pertumbuhan bangsa yang kemudian mewujudkan sifat kepribadian itu. Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Meskipun masyarakat Indonesia bergaul dengan berbagai negara dengan adanya pancasila sebagai kepribadiannya bangsa Indonesia tetap mampu hidup dengan kepribadiannya sendiri yang secara jelas dapat dibedakan dengan negara lain.
2.3 Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa Indonesia
Negara dapat di ibaratkan sebagai sebuah bangunan, tempat bernaung para penghuninya yaitu rakyat. Agar bangunan bisa kokoh harus memiliki dasar yang kuat. Begitupun dengan negara harus mempunyai dasar yang kuat dan kokoh. Dasar negara ini bisa di sebut juga idiologi. Dalam pandangan yang lebih luas ideologi adalah cita-cita, keyakinan, dan kepercayaan yang dijunjung tinggi oleh suatu bangsa dijadikan pedoman hidup dan pandangan hidup dalam seluruh gerak aktivitas bangsa tersebut.
Dengan dimilikinya suatu pandangan hidup yang jelas, kuat dan kokoh suatu bangsa akan memiliki pedoman dan pegangan dalam memecahkan persoalan di berbagai bidang kehidupan yang timbul dalam aktivitas masyarakat. Dalam pandangan hidup terkandung kehidupan yang dicita-citakan yang hendak diraih dan dicapai sesuai dengan pikiran yang terdalam mengenai wujud kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, sehingga suatu bangsa tidak dapat langsung meniru pandangan hidup bangsa lainnya. [1]
Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan menimbulkan tekad yang kuat untuk mengamalkannya dalam kehidupan nyata (Bakry, 1994: 158). Pancasila sebagai pandangan hidup berarti nilai-nilai Pancasila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak. Ketika Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, maka seluruh nilai Pancasila dimanifestasi ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) mengandung unsur-unsur sebagai berikut: nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat.Pancasila sebagai dasar negara, merupakan pandangan hidup bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sekaligus merupakan ideologi Bangsa Indonesia karena dapat mengarahkan Bangsa Indonesia dalam bernegara.[2]
Pancasila sebagai pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia atau petunjuk hidup. Walaupun ada banyak istilah mengenai pengertian pandangan hidup tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama. Lebih lanjut Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari–hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun prilaku masyarakat Indonesia haruslah selalu dijiwai oleh nilai–nilai luhur Pancasila.Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan “pandangan hidup”. Tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa terombang – ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.
 Pandangan hidup adalah sebagai suatu prinsip atau asas yang mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan dasar, untuk apa seseorang itu hidup. Berdasarkan pengertian tersebut, dalam pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasarmengenai kehidupan yang dicita–citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pandangan hidup bagi suatu bangsa merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan kelestarian bangsa. Hal ini disadari oleh pendiri negara seperti dapat kita buktikan dari pidato Mohammad Yamin dalam sidang BPUPKI pertama. Dalam sidang BPUPKI itu Mohammad Yamin menyatakan :
“…..rakyat Indonesia mesti mendapat dasar negara jang berasal dari peradaban kebangsaan Indonesia; orang timur pulang pulang kebudajaan timur”.
….. kita tidak berniat lalu akan meniru sesuatu susunan tata negara negeri luaran. Kita bangsa Indonesia masuk jang beradab dan kebudajaan kita beribu-ribu tahun umurnya”.
Para pendiri negara dengan dilandasi pemikiran dan semangat kebangsaan yang tinggi telah sepakat bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Mengapa harus Pancasila? Mengapa bukan ideologi yang meniru bangsa lain di dunia? Para pendiri negara mempunyai pemikiran bahwa pandangan hidup bangsa harus sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, oleh karenanya diambil dari kepribadian bangsa yang tertinggi dan konsepsi yang mendasar dari norma bangsa.
 Pancasila dianggap oleh pendiri bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai kehidupan yang paling baik. Disepakatinya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia telah melalui serangkaian proses yang panjang dan pemikiran yang mendalam dan nantinya dijadikan dasar dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan negara sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.[3]
            Pancasila diharapkan dapat menjadi pandangan hidup masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Dan proses tersebut menempatkan pemerintah berkewajiban menciptakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pancasila.[4]



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
       Indonesia memiliki sejarah serta serta prinsip yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan memberikan pandangan hidup sehingga dapat mengarahkan Bangsa Indonesia dalam bernegara dan tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.

3.2 Saran
      Sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya kita memegang teguh prinsip-prinsip dari pancasila supaya kita dapat memperlihatkan karakter-karakter bangsa Indonesia kepada bangsa lain.

DAFTAR PUSTAKA



[1] Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . 2014. Jakarta . kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal 9
[2] Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi 2016 jakarta . Direktorat  Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pdf hlm 63-64
[3] Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . 2014. Jakarta . kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 8-10
[4] Hariyono. Idiologi pancasila. Malang. 2014. Intrans publising hal. 154

Perkembangan Studi Islam di Indonesia


                                                          BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Masuknya Islam
Disepakati bahwa agama Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui Sumatera, selanjutnya penyiaran agama Islam berkembang ke pulau-pulau lain di Nusantara. Ketika kekuatan Islam semakin melembaga, berdirilah kerajaan-kerajaan Islam. Sementara itu, berkat dukungan kerajaan-kerajaan serta upaya gigih dari para ulama, akhirnya Islam sampai ke tanah Jawa.
Proses masuknya Islam ke Indonesia sampai sekarang masih dalam perdebatan panjang. Tiga fokus pembicaraan mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni seputar tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini terdapat perdebatan panjang di antara para ahli sejarah. Berikut ini akan dijelaskan beberapa teori yang populer tentang masuknya Islam ke Indonesia.
Teori yang pertama dikenal dengan teori Gujarat, yang kedua dikenal dengan teori Arab, yang ketiga dikenal dengan teori Persia dan yang keempat adalah teori China. Masing-masing teori memberikan alasan dan argumentasi berbeda. Namun demikian, antara satu teori dengan teori lainnya tidak menimbulkan satu pertentangan yang berarti, akan tetapi bisa saling melengkapi dan memperkaya pengetahuan sejarah bangsa kita.
a.      Jalur Masuknya Islam di Indonesia
1.      Teori Gujarat
Teori ini dipopulerkan oleh seorang orientalis Belanda yang meneliti tentang Islam di Indonesia bernama Snouck Hurgronje. Ia menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Cambay, Gujarat, India. Memang sebagian besar Sejarahwan asal Belanda, memegang teori bahwa Islam di Indonesia berasal dari Anak Benua India.
Selain Snouck Hurgronje, masih ada beberapa Sejarawan Belanda yang sepakat bahwa Islam di Nusantara datang dari Gujarat, dengan alasan bahwa batu nisan makam Raja Malik al-Saleh yang merupakan raja kerajaan Samudera Pasai, Aceh, bertuliskan angka tahun 686H/1297 M dengan menggunakan nisan yang berasal dari Gujarat, India. Selain itu batu nisan yang terdapat di makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur, juga menunjukkan hal yang sama. Kedua batu nisan tersebut memiliki persamaan bentuk dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat, India. Dengan beberapa alasan tersebut mereka meyimpulkan bahwa Islam di Nusantara berasal dari India.
Salah satu Sejarawan yang mendukung teori ini ialah Prof. Hamka. Dia menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (abad ke 7-8 M) langsung dari Arab dengan bukti jalur perdagangan yang ramai dan bersifat internasional sudah dimulai melalui selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di China, Sriwijaya di Asia Tenggara, dan Bani Umayyah di Asia Barat. Menurutnya, motivasi awal kedatangan orang Arab tidak dilandasi oleh nilai-nilai ekonomi, melainkan didorong oleh motivasi spirit penyebaran agama Islam. Dalam pandangan Hamka, jalur perdagangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum tarikh Masehi.
Hamka berpendapat bahwa pada tahun 625 M, berdasarkan sebuah naskah Tiongkok yang dicatat oleh Pendeta Budha I-Tsing yang melakukan perjalanan dari Canton menuju India. Perjalanan tersebut menggunakan kapal Posse, dan pada tahun 674M ia singgah di Bhoga (yang sekarang dikenal dengan Palembang, Sumatera Selatan). Di Bhoga ia menemukan sekelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera.
2.      Teori Persia
Pencetus teori Persia ini adalah Hoesein Djajaningrat. Teori Persia lebih menitikberatkan tinjauannya pada aspek kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dianggap mempunyai persamaan dengan Persia, di antaranya:
a.       cucu Nabi Muhammad SAW, yang sangat dijunjung oleh kaum muslim Syiah di Iran (Persia). Di Sumatra Barat, peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan Bubur Syuro.
b.      Adanya kesamaan konsep ajaran sufisme yang dianut Syaikh Siti Jenar dengan Al-Hallaj, seorang sufi besar dari Persia.
c.       Penggunaan istilah bahasa Iran (Persia) dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi Harakat.
d.      Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e.       Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri, daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu pendukung teori ini, yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Djayadiningrat. Djajaningrat dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang mempertahankan disertasi di Universitas Leiden, Belanda, pada 1913. Disertasinya tersebut berjudul Critische Beschouwing van de Sadjarah Banten (Pandangan Kritis mengenai Sejarah Banten).
3.      Teori China
Menurut teori China, proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di Jawa) berasal dari para perantau China. Menurut teori ini, orang China telah berhubungan dengan masyarakat Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia. Pada masa Hindu-Buddha, etnis China atau Tiongkok telah berbaur dengan penduduk Indonesia terutama melalui kontak dagang. Bahkan, ajaran Islam telah sampai di China pada abad ke-7 M, masa di mana agama ini baru berkembang. Sumanto al-Qurtuby dalam bukunya Arus China-Islam-Jawa menyatakan, menurut kronik (sumber luar negeri) pada masa Dinasti Tang (618-960) di daerah Kanton, Zhang-zhao, Quanzhou, dan pesisir China bagian selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam. Daerah yang mula-mula menerima agama Islam adalah Pantai Barat pulau Sumatera. Dari tempat itu, Islam kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Beberapa tempat penyebarannya adalah:
a.         Pesisir Sumatera bagian utara di Aceh
b.         Pariaman di Sumatera Barat
c.         Gresik dan Tuban di Jawa Timur
d.        Demak di Jawa Tengah
e.         Banten di Jawa Barat
f.          Palembang di Sumatera Selatan
g.         Banjar di Kalimantan Selatan
h.         Makassar di Sulawesi Selatan
Pada dasarnya semua teori di atas masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Tidak ada kemutlakan dan kepastian yang jelas dalam masing-masing teori tersebut. Menurut Azyumardi Azra, sesungguhnya kedatangan Islam ke Indonesia datang dalam kompleksitas, artinya tidak berasal dari satu tempat, peran kelompok tunggal, dan tidak dalam waktu yang bersamaan.
B. Faktor Penyebab Berkembangnya Islam di Indonesia
1.      Islam merupakan agama yang tidak mengenal kasta
Islam merupakan agama yang memandang semua makhluk itu sama yaitu sebagai ciptaan Tuhan. Sehingga Islam tidak mengenal adanya sistem kasta. Dengan kondisi tersebut, masyarakat Indonesia waktu itu menjadi tertarik dan membuat Islam menyebar dengan mudah di Indonesia.
2.      Syarat untuk masuk Islam sangat mudah
Syarat agar dapat diterima dalam agama Islam sangatlah mudah. Karena hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka seseorang tersebut telah dianggap sebagai bagian dari penganut agama Islam sehingga wajib untuk menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.
3.      Penyebaran agama Islam dilakukan tanpa adanya paksaan
Dengan cara perlahan dan tanpa adanya paksaan ini, maka banyak masyarakat  Indonesia yang merasa damai apabila bergabung dengan agama Islam. Penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seperti kesenian, perdagangan, pernikahan, akulturasi budaya, dan pondok pesantren. Jalur yang paling banyak diminati yaitu dengan cara perdagangan dan kesenian. Karena pada saat itu Indonesia menjadi salah satu jalur perdagangan terbesar di Asia sehingga dimanfaatkan untuk menyebarkan agama Islam. Sedangkan pada jalur kesenian sangat menarik perhatian yaitu melalui syair, seni wayang, dan musik rebana.
C. Perkembangan Studi Islam di Indonesia
Seiring berkembangnya agama islam di Indonesia, berkembang pula studi Islam di Indonesia. Ada beberapa metode pengajaran dalam studi Islam, yaitu :
a.       Sebelum Kemerdekaan
1.      Langgar
tempat yang biasa digunakan untuk belajar adalah di langgar, masjid, surau dan dirumah guru yang mengajar. Materi yang disampaikan adalah tentang tajwid, cara membaca alquran, menghafal doa doa, belajar sholat dll. Cara belajarnya yaitu guru bertatap muka langsung dengan murid satu persatu, dan guru mengajar dengan dikelilingi oleh murid-murid.
2.      Pesantren
Tempat belajar dipesantren yaitu dipondok yang menjadi tempat tinggal santri. Yang mengajar didalam pondok tersebut adalah ustadz dan kyai. Didalam pesantren, ada lebih banyak ilmu yang dipakai untuk belajar, antara lain mengaji kitab, nahwu, sorof, ilmu tafsir, ilmu kalam, dsb. Metode yang digunakan adalah belajar dengan membaca sebuah kitab arab, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa melayu. Setelah itu baru diterangkan maksudnya.
3.      Kerajaan
Cara mengajarnya dilakukan secara secara resmi oleh lembaga yang ditunjuk langsung oleh kerajaan. Terdapat kekhususan dalam belajar agama islam dikerajaan, pertama kerajaan samudra pasai di aceh di dirikan oleh malik ibrahim bin mahdun yang berdiri pada abad 10 M. Adapun materi yang diajarkan yaitu fiqih mazhab syafii dan sisi lembaganya bersifat informal. Begitu juga dengan kerajaan-karajaan lain ada kalanya sistemnya sama dan kadangkala juga berbeda.
Kemudian dalam perkembangannya, pada dasawarsa abad ke-20 muncul madrasah dan sekolah sekolah model belanda yang diprakarsai oleh organisasi-organisasi islam seperti NU, Muhamadiyah dll. Pada tahun 1906 organisasi-organisasi tersebut mendirikan beberapa tempet belajar seperti mamba'ul ulum yang didirikan pada 1906 oleh susuhunan pakubuwono, sekolah adabiyah pada 1907 oleh Abdullah ahmad.
b.        Setelah Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai departemen agama, maka secara instasional departemen agama diserahi kewajiban dalam pembinaan agama. Lembaga Pendidikan Agama Islam ada yang berstatus swasta dan negeri, antara lain :
1.      Madrasah Ibtidaiyah (Tingkat Dasar)
2.      Madrasah Tsanawiyah (Tingkat Menengah)
3.      Madrasah Aliyah (Tingkat Atas)
4.      Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri
Walaupun sudah ada lembaga formal yang menaungi studi islam, tidak menghilangkan tradisi mengaji di masjid ataupun di pesantren. Hanya saja sekarang belajar agama islam di masjid dan di pesantren telah mengalami banyak perkembangan dan kemajuan seiring berjalannya waktu.