Friday, December 7, 2018

Perubahan sosial dan budaya - Teori teori dan sosiologi


Perubahan sosial dan budaya
Cultural shock adalah kondisi ketika masyarakat mengalami kaget karena belum siap menerima perubahan. Perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan yang disebabkan akibat adanya unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda dengan kebudayaan sendiri. Dampak terburuk dari cultural shock adalah ketertinggalan kondisi dan bisa menyebabkan terjadinya masalah sosial. Munculnya cultural shock ini di sebabkan oleh perubahan budaya yang terlalu mendadak. Selain cultural shock ada juga perubahan gaya hidup. Gaya hidup merupakan suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri dan menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Gaya hidup ini bisa berubah di karenakan banyaknya budaya yang masuk dan berkembang. Manusia sendiri merupakan mahluk sosial yang selalu bersosiali dengan sekitar pun bisa terpengaruh dengan ini.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia perubahan berarti hal, keadaan berubah, peralihan, pertukaran (KBBI, 1990). Sedangkan sosial adalah hal yang berkenaan dengan masyarakat. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat (Tri Pranadji, 2004). Sedangkan perubahan sosial merupakan perubahan kehidupan masyarakat yang berlangsung  terus-menerus  dan tidak akan pernah berhenti, karena  tidak  ada satu masyarakatpun yang berhenti  pada suatu titik tertentu sepanjang masa. Artinya, meskipun para Sosiolog memberikan klasifikasi terhadap masyarakat statis dan dinamis, namun yang dimaksud masyarakat statis adalah masyarakat yang sedikit sekali mengalami perubahan dan berjalan lambat, artinya di dalam masyarakat statis tersebut tetap mengalami perubahan. Adapun masyarakat dinamis adalah masyarakat  yang mengalami berbagai perubahan yang cepat.  
Manusia memiliki peran sangat penting terhadap terjadinya perubahan  masyarakat. Perubahan  itu terjadi sesuai dengan  hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin melakukan perubahan, karena manusia memiliki sifat selalu tidak puas  terhadap apa yang telah dicapainya, ingin mencari sesuatu yang baru untuk mengubah  keadaan agar menjadi lebih baik sesuai dengan kebutuhannya. Manusia sebagai mahluk Tuhan, dibekali akal-budi untuk memenuhi kebutuhannya. Kelebihan  manusia  terletak  pada  akal-budi tersebut,  yakni sebagai potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh mahluk  lain. Akal merupakan kemampuan berpikir. Perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tingkah laku manusia (yang bersifat rohaniah) lebih besar dipengaruhi oleh perubahan-perubahan kebudayaan yang bersifat material (Jelamu Ardu Marius, 2006)
Kemampuan berpikir digunakan oleh manusia untuk memecahkan masalah - masalah  hidup  yang dihadapinya.  Budi merupakan bagian dari  kata hati, berupa paduan akal  dan  perasaan,  yang  dapat  membedakan  antara  baik  dan  buruk  sesuatu.  Dengan berbekal akal-budi tersebut manusia memiliki tujuh kemampuan  yang berfungsi untuk: menciptakan, mengkreasi,memperlakukan, memperbarui.
Sikap yang harus dianut perancang kebijakan sosio-budaya adalah pentingnya memasukkan aspek moral kolektif atau tata nilai sebagai bagian penting modal sosial dalam kebijakan pengembangan perekonomian pedesaan (Prakash, 2000).
Perempuan dalam perubahan sosial dan budaya memiliki peranan yang penting. Pada dasarnya Perempuan dalam masyarakat suku memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan agama mereka dan dianggap sebagai aset ekonomi dalam masyarakat mereka (Puttaraja, 2012). Jadi dalam perubahan bedaya dan sosial perempuan menjadi salah satu acuan. Selain itu perempuan juga orang yang cepat menerima semua perubahan dan budaya luarpun lebih banyak menyasar perempuan.  
  Di dalam kehidupan masyarakat dapat kita jumpai berbagai bentuk perubahan sosial yang dapat digambarkan sebagai berikut (Henslin, 2007):  
 1. Perubahan Sosial secara Lambat
Perubahan sosial secara lambat dikenal dengan istilah evolusi, merupakan perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama, dan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti. Perubahan secara lambat terjadi karena masyarakat berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi baru yang timbul  sejalan  dengan  pertumbuhan  masyarakat
2. Perubahan Sosial secara Cepat  
Perubahan sosial yang berjalan cepat disebut revolusi. Selain terjadi secara cepat, juga menyangkut hal-hal yang mendasar bagi kehidupan masyarakat serta lembaga-lembaga kemasyarakatan, dan sering menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik.   
     3. Perubahan Sosial  Kecil  
      Perubahan sosial kecil merupakan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial  yang tidak membawa pengaruh langsung / berarti bagi masyarakat karena tdak berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan  dan lembaga kemasyarakatan.   
     4.Perubahan  Sosial  Besar   
     Perubahan sosial besar  merupakan perubahan yang dapat membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan serta menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan seperti yang terjadi pada masyarakat yang mengalami proses modernisasi - industrialisasi.  
     5. Perubahan Sosial yang  Direncanakan (Dikehendaki), 
      Perubahan Sosial yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan  Agent of change ( agen perubahan), yaitu seseorang atau sekelompok orang yang telah mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dari satu atau lebih lembaga - lembaga kemasyarakatan, serta memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial
     6. Perubahan Sosial yang Tidak Direncanakan (Tidak Dikehendaki), 
   Perubahan sosial yang tidak direncanakan ( tidak dikehendaki) merupakan perubahan  yang berlangsung tanpa direncanakan  / dikehendaki oleh masyarakat dan di luar jangkauan pengawasan masyarakat.   Konsep perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki tidak mencakup pengertian apakah perubahan-perubahan tadi diharapkan atau tidak diharapkan oleh masyarakat. Karena bisa terjadi, perubahan yang tidak direncanakan/tidak dikehendaki ternyata diharapkan dan diterima oleh masyarakat, seperti reformasi yang terjadi di Indonesia
DAFTAR PUSTAKA
Ardu Mariu, Jelamu. 2006. Perubahan Sosial. JURNAL  PENYULUHAN. ISSN: 1858-2664 September 2006 ,Vol. 2, No. 2. http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/42870/1/Jelamu.pdf . Diakses tanggal 08 Desember 2018.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta; Balai Pustaka, Cet. 3.
Henslin, James M. 2007. Essential of Sociology : A Down-to-Earth Approach (Sosiologi dengan Pendekatan Membumi). Penerjemah: Kamanto Sunarto. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Prakash, S. 2000. Social Capital and the Rural Poor: What Can Civil Actors and Policies Do? in Social Capital and Poverty Reduction: Which Role for the Civil Society Organizations and the State? Social Human Science Sector of UNESCO. http://www.unesco.org/most/soc_cap_sym p.pdf. diakses tanggal 08 Desember 2018.
Pranadji, Tri. KERANGKA KEBIJAKAN SOSIO-BUDAYA MENUJU PERTANIAN 2025 Ke Arah Pertanian Pedesaan Berdaya Saing Tinggi, Berkeadilan dan Berkelanjutan. FORUM PENELITIAN AGRO EKONOMI. Volume 22 No. 1, Juli 2004. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/viewFile/4073/3400 di akses tanggal 08 Desember 2018.
Puttaraja and O. D. Heggade 2012, Economic Empowerment of Tribal Women in Karnataka: A Case Study in Mysore and Chamarajanagara Districts, Studies of Tribes and Tribals, Vol. 10(2).

Katalogisasi Non-Buku | Peraturan Umum AACR2



Perpustakaan jaman sekarang bukan hanya tempat penyimpanan buku namun perpustakaan jaman sekarang lebih berkembang dan semakin modern. Perubahan jaman yang semakin maju menyebabkan perpustakaan harus ikut mengikuti perkembangan jaman. Perpustakaan sendiri merupakan salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan (Darmono, 2001).
Perpustakaan yang merupakan salah satu sarana belajar yang menyenangkan perlu mendapat kan perhatian. Apalagi dalam hal perkembangan. Perkembangan teknologi dalam era ini mendukung perpustakaan untuk membuat sebuah perpustakaan berbasis digital. Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008).
Untuk menjadi perpustakaan digital perlu dilakukan peningkatan kapasitas dataware (melalui digitalisasi dokumen dan pengembangan basis data) dimana metadata yang sudah ada dilengkapi dengan file digitalnya dan dapat diakses dengan baik oleh pengguna/pemustaka melalui katalog stand alone, katalog intranet ataupun melalui katalog internet menjadi online system (Setyo Edy Susanto, 2010). Katalog dalam perpustakaan sendiri adalah proses mendiskripsikan suatu informasi (bahan pustaka), yang meliputi memilih titik akses nama dan judul, melakukan analisis subyek, menentukan tajuk subyek,dan nomor klasifikasinya (Taylor,2004).
Jenis media kategori jenis media mencatat jenis atau jenis pembawa yang digunakan untuk menyampaikan konten sumber daya. Kategori umumnya mencerminkan format media penyimpanan membawa dalam kombinasi dengan jenis perangkat perantara yang diperlukan untuk membuat, melihat, menjalankan, dll.
Penggolongan bahan nonbuku berdasarkan AACR2, yaitu:
1. Bahan peta atau kartografi,
2. Manuskrip,
3. Musik,
4. Rekaman suara,
5. Gambar hidup dan rekaman video,
6. Bahan grafis,
7. Berkas komputer,
8. Bahan tiga dimensi dan realia, dan
9. Bentuk mikron.
Peraturan Umum AACR2
1. Sumber Informasi. Sumber informasi utama, dapat berupa sumber tunggal (misalnya halaman judul sebuah monograf), atau dapat juga berupa sumber judul kolektif (misalnya dalam rekaman video “title frame’).
2. Tingkatan Deskripsi  Peraturan menetapkan adanya tiga tingkatan deskripsi. Pada deskripsi tingkat pertama, unsur minimum yang harus ada sebagai berikut. 

Tingkatan pertama ini yang paling sederhana dan mudah, biasanya diterapkan pada perpustakaan khusus dengan koleksi yang terbatas.  Tingkatan deskripsi kedua unsur deskripsi minimum yang harus dipenuhi adalah:










Sedangkan tingkatan deskripsi yang ketiga, unsur deskripsi lebih lengkap dan kompleks, serta lebih sulit dalam penerapannya sehingga pada umumnya perpustakaan menerapkan dan memilih tingkatan deskripsi yang kedua.
3. Penggunaan Bahasa dalam Deskripsi Bibliografi, harus sesuai dengan bahasa dokumennya. Artinya bahasa yang digunakan harus seperti yang tercantum di sumber informasi utama dan tidak boleh diubah atau diterjemahkan oleh pustakawan. Daerah-daerah deskripsi yang menggunakan bahasa dokumen adalah:
A. Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab; 
B. Daerah edisi; 
C. Daerah penerbitan dan distribusi; 
D. Daerah seri. 
Interpolasi atau sisipan yang dibuat pengatalog, juga dalam bahasa yang sama dengan data lain di daerah tersebut dan ditempatkan dalam tanda kurung siku. Oleh karena itu, penempatannya dalam tanda kurung siku. Pengecualian interpolasi boleh menggunakan bahasa pengatalog misalnya dalam hal:
A. Sisipan dan singkatan wajib;
B. Pernyataan jenis bahan umum; 
C. Bentuk lain dari nama tempat terbit;
D. Pernyataan tentang fungsi penerbit, distributor, dan sebagainya.   
4. General Material Designation (GMD) yaitu keterangan tentang jenis bahan umum dari bahan yang bersangkutan. Misalnya rekaman  suara istilah gmdnya rekaman suara. Keterangan tentang pernyataan jenis bahan umum diletakkan dalam tanda kurung siku. Contoh [ rekaman suara  ]

5. Daerah Data Khusus Istilah dalam bahasa Inggris adalah daerah untuk mencatat data yang khas bagi satu kelompok bahan atau jenis publikasi tertentu. Tidak semua bahan perpustakaan berisi daerah data khusus, tetapi hanya untuk bahan tertentu saja, seperti:
A. Bahan kartografi;
B. Musik ;
C. Berkas komputer;
D. Terbitan berseri. 
Dalam kasus tertentu untuk bahan bentuk mikro.  Daerah data khusus – daerah ketiga, ini jika perlu dapat diulang. Misalnya untuk deskripsi peta yang diterbitkan secara berkala atau berseri. Sehingga harus dicatat mengenai ukuran skalanya dan penomorannya dari terbitan tersebut.

Tambahan contoh katalog Sumber Elektronik “CRC Handbook of Chemistry and Physics” 


040 ## $a JKPNPNA
082 04 $a 540.1  $2 [22]
084 ## $a R 540.1 CRC
245 00 $a CRC Handbook of chemistry and physics $h [sumber elektronik] : $b on CD-ROM version 2007 / editor in             chief, David R. Lide.
260 ## $a London : $b Taylor & Francis, $c 2007     
300 ## $a 1 CD-ROM : $b digital ; $c 4 ¾ in.
538 ## Persyaratan sistem : pentium II processor or higher, microsoft    windows 2000 or XP, internet explorere 5.5 or higher, 15 MB   RAM, 24X speed CD-ROM drive, adobe acrobat reader version 7
650 #4 $a Kimia $v Buku pegangan, pedoman, dsb.
650 #4 $a Fisika $v Buku pegangan, pedoman, dsb.
700 1# $a Lide, David R.          
850 ## $a JKPNPNA  990 ## $a 40/PN/CD-ROM/2007






DAFTAR PUSTAKA
Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Gramedia Widasarana Indonesia.
Edy Susant, Setyo. Desain Dan Standar Perpustakaan Digital. Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 10 No. 2. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpi/article/download/5277/3692 di akses tanggal 06 desember 2018
Maria Violeta Bertolini. 2012. The new ISBD Area 0 and the teaching of cataloging of non-book materials. JLIS.it. Vol. 3, n. 1 (Giugno/June 2012). DOI: 10.4403/jlis.it-4794. https://www.jlis.it/article/viewFile/4794/5117. Di akses tanggal 06 Desember 2018.
Sismanto. 2008. Manajemen Perpustakaan Digital. http://mkpd.wordpress.com/2008/09/08 /kupas-buku-manajemen-perpustakaandigital/, diakses tanggal 06 Desember 2018
Taylor,Arlene G. (2004). Wynar’s introduction to catalonging and classification. Rev edition. Westport: Libraries Unlimited.




Thursday, November 8, 2018

Diagram Lancaster dan Penjelasannya


Seputar Diagram Lancaster dan Penjelasannya



KETERANGAN
  1. Data base of document           : Kumpulan-kumpulan dari dokumen-dokumen yang terekam oleh media misalnya : Koran, majalah, buku, dsb.
Dokumen dibagi menjadi tiga :
Primer              : Ide gagasan seseorang yang dituangkan dalam bentuk buku, majalah. Ide pemikiran original, tesis, disertasi, jurnal, ilmiah.
Sekunder         : Merupakan kumpulan dari organisasi tertulis, disertasi, jurnal, ilmiah. ( Referensi, bibliografi, encikopledy, kamus )
Tersier             : Sumber informasi yang mengumpulkan sumber-sumber informasi sekunder. ( Bibliografi dari bibliografi )
  1. Selection and acquisition        : Proses menyeleksi koleksi sesuai dengan kebutuhan dan institusi tersebut dan proses pengadaan yang berhubungan dengan istitusi didapat dari sumbangan, tabungan, hadiah, dsb.
  2. Conceptual analysis                : analisis subyek dan diakonseptual.
Koleksi museum diskripsinya : tempat ditemukannya, tahun ditemukan, penemu, gambar dari patung, bentuk, ilustrasi, maksud pembuatan patung.
Diskripsi patung                      : Nama, ukuran, bahan, sedikit makna, subyek.
  1. Translation                              : Penerjemahan subject dan judul buku
Thesaurs    : Daftar-daftar subject tertentu yang dipergunakan menjadi tajuk misal kata-kata yang berkaitan dengan ekonomi. (tidak ada tajuk)
  1. Document store/data base of document : Pangkalan data atau jajaran buku yang ada di rak-rak tertentu.
  2. Population of user                   : Buku-buku diletakkan di data base (pangkalan data) untuk pengguna (user). Sebenarnya siapa pengguna (user) itu?


·    Museum             : Usernya adalah pelajar, arkeolog, sejarahwan,wisatawan, akademisi, bias juga para normal karena museum terdiri dari barang-barang kuno yang mengandung mistik.
·         Perpustakaan
Ø  Perpustakaan sekolah : Usernya adalah siswa, guru, pegawai, staf.
Ø  Perpustakaan univer      sitas: Usernya adalah mahasiswa, staf, dosen, dll.
Ø  Perpustakaan umum      : Usernya adalah pegawai kantoran, pengangguran, pemulung, anak jalanan, ibu rumah tangga, supir taxi, dll.
Ø  Perpustakaan digital pengguna biasa mengakses lewat internet
Ø  Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang dikhususkan, contoh perpustakaan fisip yang hanya berisikan tentang buku-buku ilmu sosial, perpusakaan P3K, perpustakaan farmasi, perpustakaan polda yang berisikan buku-buku criminal, perpustakaan dolog yang satu-satunya perpustakaan yang menggunakan sistem klasifikasi UDC ( yang dikelola adalah semua yang berkenaan dengan sembako untuk masyarakat ), balai penyuluh latihan pertanian, perpustakaan rumah sakit biladikembangkan usernya maka bias menjadi perpustakaan umum.
·       Toko buku                    : Usernya pembeli, ada informasi tentang daftar buku.
·         Arsip               : Usernya adalah masyarakat, lembaga negeri dan swasta dan individu yang dapat mengakses arsip sesuai dengan kebijakan akses pengelola kearsipan.
  1. Request                                   : Permintaan dan kebutuhan bagaimna informasi bisa diakses, permintaan ada karena adanya kebutuhan informasi, kebutuhan akan doumen, yang mengelola adalah pengelola pada diagram yang diatas.Contoh : Mahasiswa fisip yang direquest adalah matakuliah yang berhubungan dengan ilmu social nomor 100, 200, dll. Jika farmasi maka kelasnya lebih sempit seperti obat-obatan, jika hukum hanya kelas 300 saja (tertentu).
  2. Conceptual analysis                : Yang dicari adalah yang mereka butuhkan, contoh seperti keperpustakaan pasti membutuhkan panduan. Jika masuk ke internet maka membutuhkan translation. Conceptual analysis yang dibawah ini butuh panduan untuk mengaksesnya. Ada proses searching perlu translation ketika tidak mengetahui bahasanya.
  3. Translation                              : Penerjemahan subyek dan judul buku
  4. Searching ( proses penelusuran ): berkaitan juga dengan index, ketika searching terjadi conceptual analysis dan translation. Ketika searching di internet, ada kebutuhan translate karena subyek dalam bahasa inggris maka akan keluar semua subjek itulah yang dimaksud conceptual analysis tapi hanya deskripsi, bias juga proses indexing. Jika menelusuri melalui index, maka subyek dapat disusun menurut abjad. Ketika serching, sering memutuskan mencari subyek lain.
  5. Index of document representation      :  Yang dikatakan sebagai katalog atau data base.


Gabriel Marcel


Gabriel Marcel
            Dalam filsafatnya, ia menyatakan bahwa manusia tidak hidup sendirian, tetapibersama-sama dengan orang lain. Akan tetapi manusia memiliki kebebasan yang bersifat otonom. Dalam hal itu, ia selalu dalam jasmaninya, tetapi dari dalam, ia dikuasai oleh jasmaninya. Di dalam pertemuannya dengan manusia lain, manusia mungkin bersikap dua macam. Yang lain itu merupakan objek baginya, jadi sebagian dia, mungkin juga merupakan yang ada bagi aku. Aku ini membentuk diri terutama dalam hubungan aku-engkau ini. Dalam hubungan ini, kesetiaanlah yang menentukan segala-galanya. Jika aku percaya kepada orang lain, setialahaku terhadap orang lain itu, dan kepercayaan ini menciptakan diri aku itu setia itu hanya mungkin karena orang merupakan bagian dikau yang mutlak (Tuhan) kesetiaan yang menciptakan aku ini pada akhirnya berdasarkan atas pertisipasi manusia kepada Tuhan.
            Manusia bukanlah makhluk yang statis, sebab ia senantiasa menjadi (berproses) atau being and becoming. Ia selalu menghadapi objek yang harus diusahakan. Seperti yang tampak pada hubungannya dengan orang lain.
            Perjalanan manusia ternyata akan berakhir pada kematian, pada yang tidak ada. Perjuangan manusia sebenarnya terjadi di daerah perbatasan antara tidak berada. Oleh karena itu, manusia menjadi gelisah, menjadi putus asa dan takut kepada kematian. Namun, sebenarnya kemenangan kematian itu hanyalah  semu saja, sebab hanya cinta kasih dan kesetiaan itulah yang member harapan untuk mengatasi kematian. Didalam cinta kasih dan kesetiaan ada kepastian bahwa ada Engkau yang tidak dapat mati. Harapan itulah yang menerobos kematian. Adanya harapan menunjukkan bahwa kemenangan kematian adalah semu.

Pancasila Sebagai Identitas,Kepribadian,Dan Pandangan Hidup


MAKALAH
Pancasila Sebagai Identitas,Kepribadian,Dan Pandangan Hidup
Di ajukan untuk memenuhi mata kuliah :
Pendidikan Pancasila


Oleh:
Lailin Nafiah                          
Fany Anggie Rahmawati    
Risky Maharani                    
Bagus Dwi Prastyo              
Nurwulan Saraswati              



JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
Istitut agama islam negeri tulungagung
Tahun akademik 2017/2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur yang kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen bahasa indonesia yaitu membuat makalah yang berjudul “Pancasila sebagai ”.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen bahasa indonesia yang telah bersedia memberi bantuan di setiap kesulitan dalam proses pembuatan makalah ini dan juga teman-teman yang bersedia membantu saat kami menemui kesulitan.
Saya sudah berusaha yang terbaik untuk membuat makalah ini.Namun, jika masih ada atau pun terdapat kesalahan dalam makalah yang saya buat ini yang belum saya ketahui saya berharap pembaca tidak segan memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan kearah yang lebih sempurna.

Harapan saya sedikit banyak pada maklah yang saya susun ini bisa menjadi referensi atau pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembacanya.

Tulungaggung, 8 Oktober 2017



Penyusun        


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
        Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan             bangsa –  bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakkannya prinsip prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas salah hidup berbangsa dan bernegara. Jadi, masyarakat Indonesia dapat bergaul dengan berbagai negara dikarenakan  adanya pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia tetap mampu hidup dengan kepribadiannya sendiri yang secara jelas dapat dibedakan dengan negara lain.
Oleh karena itu kita kita dituntut untuk menyadari akan petingnya Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan identitas nasional?
2.      Apa yang dimaksud dengan kepribadian?
3.      Apa fungsi adanya pandangan hidup?
1.3 Tujuan Penulis
1.      Untuk memahami tentang identitas nasional
2.      Untuk memahami tentang kepribadian
3.      Untuk mengetahui fungsi adanya pandangan hidup


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pancasila Sebagai Identitas.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa – bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuji fase nasionalisme modern, diletakkannya prinsip prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas salah hidup berbangsa dan bernegara. Para pendiri negara akan menyadari akan pentingnya dasar filsafat ini, kemudian melakukan suatu penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar filsafat bangsa dan negara yaitu BPUPKI. Prinsip – prinsip dasar itu dikemukakan oleh para pendiri bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri. Hal inilah menurut Titus dikemukakan bahwa salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya sebagai suatu pandan hidup masyarakat (Titus, 1984)
Dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi filsafat Pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu fase historis yang cukup panjang. Pancasila sebelum dirumuskan secara formal yuridis dalam pembukaan UUD 1495 sebagai dasar filsafat negara Indonesia, nilai- nilainya telah ada pada bangsa lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Dalam pengertian seperti ini menurut Notonegoro bangsa Indonesia adalah sebagai kusa materialis Pancasila. Nilai nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara untuk dijadikan sebagai dasar negara republik Indonesia.bproses perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang sidang BPUPKI pertama, sidang “panitia 9”, Sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disyahkan secara mal yuridis sebagai dasar filsafat negara republik Indonesia.

Pengertian identitas nasional.
Istilah “identitas nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor – faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain. Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu “kesatuan Nasional” para tokoh besar ilmu pengasihan yang mengkaji tentang hakikat kepribadian bangsa tersebut adalah dari beberapa disiplin ilmu, antara lain antropologi, psikologi dan sosiologi.
2.2 Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa.
            Kepribadian adalah sifat yang dapat dilihat dari perilaku seseorang dimana sifat itu  membuatnya terlihat berbeda dari yang lain. Setiap orang pasti memiliki karakter atau kepribadian yang membuatnya menonjol dan punya ciri khas tersendiri. Sama dengan masyarakatnya, suatu bangsa pastilah juga memiliki kepribadian. Pancasila sebagai kepribadian bangsa artinya segala perbuatan, dan sikap mental dari masyarakat Indonesia tercermin dari sila-sila pancasila. Maksudnya adalah dalam suatu bangsa tingah laku dari masyarakatnya mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
            Ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia ialah cerminan dari perkembangan dan pertumbuhan bangsa yang kemudian mewujudkan sifat kepribadian itu. Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Meskipun masyarakat Indonesia bergaul dengan berbagai negara dengan adanya pancasila sebagai kepribadiannya bangsa Indonesia tetap mampu hidup dengan kepribadiannya sendiri yang secara jelas dapat dibedakan dengan negara lain.
2.3 Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa Indonesia
Negara dapat di ibaratkan sebagai sebuah bangunan, tempat bernaung para penghuninya yaitu rakyat. Agar bangunan bisa kokoh harus memiliki dasar yang kuat. Begitupun dengan negara harus mempunyai dasar yang kuat dan kokoh. Dasar negara ini bisa di sebut juga idiologi. Dalam pandangan yang lebih luas ideologi adalah cita-cita, keyakinan, dan kepercayaan yang dijunjung tinggi oleh suatu bangsa dijadikan pedoman hidup dan pandangan hidup dalam seluruh gerak aktivitas bangsa tersebut.
Dengan dimilikinya suatu pandangan hidup yang jelas, kuat dan kokoh suatu bangsa akan memiliki pedoman dan pegangan dalam memecahkan persoalan di berbagai bidang kehidupan yang timbul dalam aktivitas masyarakat. Dalam pandangan hidup terkandung kehidupan yang dicita-citakan yang hendak diraih dan dicapai sesuai dengan pikiran yang terdalam mengenai wujud kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, sehingga suatu bangsa tidak dapat langsung meniru pandangan hidup bangsa lainnya. [1]
Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup bangsa, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan menimbulkan tekad yang kuat untuk mengamalkannya dalam kehidupan nyata (Bakry, 1994: 158). Pancasila sebagai pandangan hidup berarti nilai-nilai Pancasila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak. Ketika Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, maka seluruh nilai Pancasila dimanifestasi ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) mengandung unsur-unsur sebagai berikut: nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat.Pancasila sebagai dasar negara, merupakan pandangan hidup bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sekaligus merupakan ideologi Bangsa Indonesia karena dapat mengarahkan Bangsa Indonesia dalam bernegara.[2]
Pancasila sebagai pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia atau petunjuk hidup. Walaupun ada banyak istilah mengenai pengertian pandangan hidup tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama. Lebih lanjut Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari–hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun prilaku masyarakat Indonesia haruslah selalu dijiwai oleh nilai–nilai luhur Pancasila.Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan “pandangan hidup”. Tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa terombang – ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.
 Pandangan hidup adalah sebagai suatu prinsip atau asas yang mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan dasar, untuk apa seseorang itu hidup. Berdasarkan pengertian tersebut, dalam pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi dasarmengenai kehidupan yang dicita–citakan, terkandung pula dasar pikiran terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pandangan hidup bagi suatu bangsa merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan kelestarian bangsa. Hal ini disadari oleh pendiri negara seperti dapat kita buktikan dari pidato Mohammad Yamin dalam sidang BPUPKI pertama. Dalam sidang BPUPKI itu Mohammad Yamin menyatakan :
“…..rakyat Indonesia mesti mendapat dasar negara jang berasal dari peradaban kebangsaan Indonesia; orang timur pulang pulang kebudajaan timur”.
….. kita tidak berniat lalu akan meniru sesuatu susunan tata negara negeri luaran. Kita bangsa Indonesia masuk jang beradab dan kebudajaan kita beribu-ribu tahun umurnya”.
Para pendiri negara dengan dilandasi pemikiran dan semangat kebangsaan yang tinggi telah sepakat bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Mengapa harus Pancasila? Mengapa bukan ideologi yang meniru bangsa lain di dunia? Para pendiri negara mempunyai pemikiran bahwa pandangan hidup bangsa harus sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, oleh karenanya diambil dari kepribadian bangsa yang tertinggi dan konsepsi yang mendasar dari norma bangsa.
 Pancasila dianggap oleh pendiri bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai kehidupan yang paling baik. Disepakatinya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia telah melalui serangkaian proses yang panjang dan pemikiran yang mendalam dan nantinya dijadikan dasar dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan negara sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.[3]
            Pancasila diharapkan dapat menjadi pandangan hidup masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Dan proses tersebut menempatkan pemerintah berkewajiban menciptakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pancasila.[4]



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
       Indonesia memiliki sejarah serta serta prinsip yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan memberikan pandangan hidup sehingga dapat mengarahkan Bangsa Indonesia dalam bernegara dan tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.

3.2 Saran
      Sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya kita memegang teguh prinsip-prinsip dari pancasila supaya kita dapat memperlihatkan karakter-karakter bangsa Indonesia kepada bangsa lain.

DAFTAR PUSTAKA



[1] Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . 2014. Jakarta . kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal 9
[2] Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi 2016 jakarta . Direktorat  Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pdf hlm 63-64
[3] Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . 2014. Jakarta . kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 8-10
[4] Hariyono. Idiologi pancasila. Malang. 2014. Intrans publising hal. 154