Friday, December 7, 2018

Katalogisasi Non-Buku | Peraturan Umum AACR2



Perpustakaan jaman sekarang bukan hanya tempat penyimpanan buku namun perpustakaan jaman sekarang lebih berkembang dan semakin modern. Perubahan jaman yang semakin maju menyebabkan perpustakaan harus ikut mengikuti perkembangan jaman. Perpustakaan sendiri merupakan salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan (Darmono, 2001).
Perpustakaan yang merupakan salah satu sarana belajar yang menyenangkan perlu mendapat kan perhatian. Apalagi dalam hal perkembangan. Perkembangan teknologi dalam era ini mendukung perpustakaan untuk membuat sebuah perpustakaan berbasis digital. Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008).
Untuk menjadi perpustakaan digital perlu dilakukan peningkatan kapasitas dataware (melalui digitalisasi dokumen dan pengembangan basis data) dimana metadata yang sudah ada dilengkapi dengan file digitalnya dan dapat diakses dengan baik oleh pengguna/pemustaka melalui katalog stand alone, katalog intranet ataupun melalui katalog internet menjadi online system (Setyo Edy Susanto, 2010). Katalog dalam perpustakaan sendiri adalah proses mendiskripsikan suatu informasi (bahan pustaka), yang meliputi memilih titik akses nama dan judul, melakukan analisis subyek, menentukan tajuk subyek,dan nomor klasifikasinya (Taylor,2004).
Jenis media kategori jenis media mencatat jenis atau jenis pembawa yang digunakan untuk menyampaikan konten sumber daya. Kategori umumnya mencerminkan format media penyimpanan membawa dalam kombinasi dengan jenis perangkat perantara yang diperlukan untuk membuat, melihat, menjalankan, dll.
Penggolongan bahan nonbuku berdasarkan AACR2, yaitu:
1. Bahan peta atau kartografi,
2. Manuskrip,
3. Musik,
4. Rekaman suara,
5. Gambar hidup dan rekaman video,
6. Bahan grafis,
7. Berkas komputer,
8. Bahan tiga dimensi dan realia, dan
9. Bentuk mikron.
Peraturan Umum AACR2
1. Sumber Informasi. Sumber informasi utama, dapat berupa sumber tunggal (misalnya halaman judul sebuah monograf), atau dapat juga berupa sumber judul kolektif (misalnya dalam rekaman video “title frame’).
2. Tingkatan Deskripsi  Peraturan menetapkan adanya tiga tingkatan deskripsi. Pada deskripsi tingkat pertama, unsur minimum yang harus ada sebagai berikut. 

Tingkatan pertama ini yang paling sederhana dan mudah, biasanya diterapkan pada perpustakaan khusus dengan koleksi yang terbatas.  Tingkatan deskripsi kedua unsur deskripsi minimum yang harus dipenuhi adalah:










Sedangkan tingkatan deskripsi yang ketiga, unsur deskripsi lebih lengkap dan kompleks, serta lebih sulit dalam penerapannya sehingga pada umumnya perpustakaan menerapkan dan memilih tingkatan deskripsi yang kedua.
3. Penggunaan Bahasa dalam Deskripsi Bibliografi, harus sesuai dengan bahasa dokumennya. Artinya bahasa yang digunakan harus seperti yang tercantum di sumber informasi utama dan tidak boleh diubah atau diterjemahkan oleh pustakawan. Daerah-daerah deskripsi yang menggunakan bahasa dokumen adalah:
A. Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab; 
B. Daerah edisi; 
C. Daerah penerbitan dan distribusi; 
D. Daerah seri. 
Interpolasi atau sisipan yang dibuat pengatalog, juga dalam bahasa yang sama dengan data lain di daerah tersebut dan ditempatkan dalam tanda kurung siku. Oleh karena itu, penempatannya dalam tanda kurung siku. Pengecualian interpolasi boleh menggunakan bahasa pengatalog misalnya dalam hal:
A. Sisipan dan singkatan wajib;
B. Pernyataan jenis bahan umum; 
C. Bentuk lain dari nama tempat terbit;
D. Pernyataan tentang fungsi penerbit, distributor, dan sebagainya.   
4. General Material Designation (GMD) yaitu keterangan tentang jenis bahan umum dari bahan yang bersangkutan. Misalnya rekaman  suara istilah gmdnya rekaman suara. Keterangan tentang pernyataan jenis bahan umum diletakkan dalam tanda kurung siku. Contoh [ rekaman suara  ]

5. Daerah Data Khusus Istilah dalam bahasa Inggris adalah daerah untuk mencatat data yang khas bagi satu kelompok bahan atau jenis publikasi tertentu. Tidak semua bahan perpustakaan berisi daerah data khusus, tetapi hanya untuk bahan tertentu saja, seperti:
A. Bahan kartografi;
B. Musik ;
C. Berkas komputer;
D. Terbitan berseri. 
Dalam kasus tertentu untuk bahan bentuk mikro.  Daerah data khusus – daerah ketiga, ini jika perlu dapat diulang. Misalnya untuk deskripsi peta yang diterbitkan secara berkala atau berseri. Sehingga harus dicatat mengenai ukuran skalanya dan penomorannya dari terbitan tersebut.

Tambahan contoh katalog Sumber Elektronik “CRC Handbook of Chemistry and Physics” 


040 ## $a JKPNPNA
082 04 $a 540.1  $2 [22]
084 ## $a R 540.1 CRC
245 00 $a CRC Handbook of chemistry and physics $h [sumber elektronik] : $b on CD-ROM version 2007 / editor in             chief, David R. Lide.
260 ## $a London : $b Taylor & Francis, $c 2007     
300 ## $a 1 CD-ROM : $b digital ; $c 4 ¾ in.
538 ## Persyaratan sistem : pentium II processor or higher, microsoft    windows 2000 or XP, internet explorere 5.5 or higher, 15 MB   RAM, 24X speed CD-ROM drive, adobe acrobat reader version 7
650 #4 $a Kimia $v Buku pegangan, pedoman, dsb.
650 #4 $a Fisika $v Buku pegangan, pedoman, dsb.
700 1# $a Lide, David R.          
850 ## $a JKPNPNA  990 ## $a 40/PN/CD-ROM/2007






DAFTAR PUSTAKA
Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Gramedia Widasarana Indonesia.
Edy Susant, Setyo. Desain Dan Standar Perpustakaan Digital. Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 10 No. 2. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpi/article/download/5277/3692 di akses tanggal 06 desember 2018
Maria Violeta Bertolini. 2012. The new ISBD Area 0 and the teaching of cataloging of non-book materials. JLIS.it. Vol. 3, n. 1 (Giugno/June 2012). DOI: 10.4403/jlis.it-4794. https://www.jlis.it/article/viewFile/4794/5117. Di akses tanggal 06 Desember 2018.
Sismanto. 2008. Manajemen Perpustakaan Digital. http://mkpd.wordpress.com/2008/09/08 /kupas-buku-manajemen-perpustakaandigital/, diakses tanggal 06 Desember 2018
Taylor,Arlene G. (2004). Wynar’s introduction to catalonging and classification. Rev edition. Westport: Libraries Unlimited.




No comments:

Post a Comment