Friday, May 17, 2019

Perkembangan Studi Islam di Indonesia


B. Perkembangan Studi Islam di Indonesia
Seiring berkembangnya agama islam di Indonesia, berkembang pula studi islam di Indonesia. Ada beberapa metode pengajaran dalam studi islam, yaitu :
A. Sebelum kemerdekaan
1. Langgar
tempat yang biasa digunakan untuk belajar adalah di langgar, masjid, surau dan dirumah guru yang mengajar. Materi yang disampaikan adalah tentang tajwid, cara membaca alquran, menghafal doa doa, belajar sholat dll. Cara belajarnya yaitu guru bertatap muka langsung dengan murid satu persatu, dan guru mengajar dengan dikelilingi oleh murid-murid.
2. Pesantren
Tempat belajar dipesantren yaitu dipondok yang menjadi tempat tinggal santri. Yang mengajar didalam pondok tersebut adalah ustadz dan kyai. Didalam pesantren, ada lebih banyak ilmu yang dipakai untuk belajar, antara lain mengaji kitab, nahwu, sorof, ilmu tafsir, ilmu kalam, dsb. Metode yang digunakan adalah belajar dengan membaca sebuah kitab arab, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa melayu. Setelah itu baru diterangkan maksudnya.
3. Kerajaan
Cara mengajarnya dilakukan secara secara resmi oleh lembaga yang ditunjuk langsung oleh kerajaan. Terdapat kekhususan dalam belajar agama islam dikerajaan, pertama kerajaan samudra pasai di aceh di dirikan oleh malik ibrahim bin mahdun yang berdiri pada abad 10 M. Adapun materi yang diajarkan yaitu fiqih mazhab syafii dan sisi lembaganya bersifat informal. Begitu juga dengan kerajaan-karajaan lain ada kalanya sistemnya sama dan kadangkala juga berbeda.

Kemudian dalam perkembangannya, pada dasawarsa abad ke-20 muncul madrasah dan sekolah sekolah model belanda yang diprakarsai oleh organisasi-organisasi islam seperti NU, Muhamadiyah dll. Pada tahun 1906 organisasi-organisasi tersebut mendirikan beberapa tempet belajar seperti mamba'ul ulum yang didirikan pada 1906 oleh susuhunan pakubuwono, sekolah adabiyah pada 1907 oleh Abdullah ahmad dll.
B. Sesudah kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai departemen agama, maka secara instasional departemen agama diserahi kewajiban dalam pembinaan agama. Lembaga Pendidikan Agama Islam ada yang berstatus swasta dan negeri, Antara lain :
1. Madrasah Ibtidaiyah (Tingkat Dasar)
2. Madrasah Tsanawiyah (Tingkat Menengah)
3. Madrasah Aliyah (Tingkat Atas)
4. PTAIN yang sekarang berubah nama menjadi IAIN.
Walaupun sudah ada lembaga formal yang menaungi studi islam, tidak menghilangkan tradisi mengaji di masjid ataupun dipesantren. Hanya saja sekarang belajar agama islam di masjid dan dipesantren telah mengalami banyak perkembangan dan kemajuan seiring berjalannya waktu.

No comments:

Post a Comment