Friday, May 17, 2019

Perubahan Sosial dan Budaya


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Dalam era yang dewasa ini banyak sekali perubahan sosial dan perubahan budaya. Banyaknya perubahan itu karena pengaruh manusia itu sendiri. Dan pada hakikatnya manusia adalah pencipta suatu budaya maupun sosial. Selain itu manusia adalah tipe yang mudah bersosial dan budaya, namun banyak yang meninggalkan budaya mereka demi budaya lain.
Sosial mengandung pengertian suatu kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi sehingga menumbuhkan perasaan bersama. Manusia sendiri adalah mahluk sosial yang biasanya berinteraksi dengan sesama agar tidak menciptakan kesenjangan. Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur atau tatanan didalam masyarakat, yang meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
 Budaya sendiri merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan turun-menurun. Budaya sendiri terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk unsur agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dikarenakan adanya ketidak sesuaian terhadap unsur-unsur budaya. Perubahan kebudayaan biasanya terjadi karena adanya ketidak serasian terhadap fungsi yang ada pada kehidupan. Seiring dengan berkembangnya zaman maka perubahan kebudayaan akan terus terjadi, hal ini dikarenakan perubahan kebudayaan terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebenarnya sosial dan budaya adalah sesuatu yang berkaitan karena budaya itu membutuhkan sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Dan perubahan keduanya pun saling berkaitan.


1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan cakupan perubahan sosial dan budaya?
2.      Apa hakekat perubahan sosial dan budaya?
3.      Apa penyebab perubahan sosial dan budaya?
4.      Apa faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan budaya?

1.3  Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dan cakupan perubahan sosial dan budaya.
2.      Untuk mengetahui hakekat perubahan sosial dan budaya.
3.      Untuk mengetahui penyebab perubahan sosial dan budaya.
4.      Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan budaya.

1.4  Manfaat Penulisan
1.      Pembaca dapat mengetahui pengertian dan cakupan perubahan sosial dan budaya.
2.      Pembaca dapat mengetahui hakekat perubahan sosial dan budaya.
3.      Pembaca dapat mengetahui penyebab perubahan sosial dan budaya.
4.      Pembaca dapat mengetahui faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan budaya.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Cakupan Perubahan Sosial dan Budaya
Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. [1]Misalnya, perubahan sosial: perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern, perubahan kebudayaan: penemuan baru seperti radio, televisi, komputer yang dapat mempengaruhi lembaga-lembaga sosial.
Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lemaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola perilaku diantara kelompok masyarakat. Menurutnya, antara perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.[2] Sehingga dapat pula dikatakan, Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Perubahan sosial tidak dapat dilepaskan dari perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan merupakan hasil dari adanya masyarakat, sehingga tidak akan ada kebudayaan apabila tidak ada masyarakat yang mendukungnya dan tidak ada satupun masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan. Cara yang paling sederhana untuk memahami terjadinya perubahan sosial dan budaya yaitu membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi dalam masyarakat sebelumnya.
2.2 Hakekat Perubahan Sosial dan Budaya
Perubahan dirasakan oleh  hampir semua  manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut  wajar. Mengingatkan manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Dalam kehidupan, seperti:
a. Peralatan dan perlengkapan hidup, yaitu mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi dan transportasi. Contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara membakarnya, pada zaman sekarang (zaman modern) memasak makanan  menggunakan alat modern seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan.
b. Mata pencarian, seperti dalam sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan dan sistem produksi, sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya. Sedangkan kaum perempuan tinggal dirumah mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Tetapi sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja seperti pencaharian untuk kaum laki-laki.
c. Sistem kemasyarakatan, mencangkup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu rumah. Saat ini ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan hobi yang sama, seperti ikatan motor gede (MOGE), dll.
d. Bahasa, dahulu disampaikan secara lisan, sekarang bahasa dapat disampaikan  melalui beragam media, seperti tulisan, sandi dan sebagainya. 
e. Kesenian, mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh, orang jawa menganggap bahwa rumahnyalah yang indah jika bernuansa gelap, sekarang masyarakat jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang /pastel.
f. Sistem pengetahuan, berkaitan dengan teknologi. Contohnya, dahulu orangorang berpedoman pada alam atau peristiwa alam. Tetapi sekarang orangorang lebih cenderung menggunakan alat-alat modern,seiringnya berkembeng pengetahuan dan teknologi. 
g. Serta religi/keyakinan, contohnya meyakini tentang adanya roh halus (roh leluhur) yang dapat dipercaya, namun sekarang manusia lebih berpikir logis dengan akal.
Perubahan-perubahan di atas sering disebut sebagai perubahan sosial dan perubahan budaya, karena proses berlangsungnnya dapat terjadi secara bersamaan, meskipun demikian perubahan sosial dan budaya sebenarnya terdapat perbedaan. Ada yang berpendapat bahwa perubahan sosial dan budaya dapat diartikan sebagai sebuah transformasi budaya dan institusi sosial yang merupakan hasil dari proses yang berlangsung terus-menerus dan memberikan kesan positif atau negatif.
2.3 Penyebab Perubahan Sosial dan Budaya
Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat, yaitu:
a.       Faktor internal.
1.      Bertambahnya dan berkurangnya penduduk.
2.      Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses seperti:
a.       Discovery, penemuan unsur kebudayaan baru.
b.      Invention, pengembangan dari discovery.
c.       Inovasi, proses pembaruan.
3.      Konflik dalam masyarakat.
4.      Pemberontakan dalam tubuh masyarakat.
b.      Faktor eksternal.
1.      Faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah.
2.      Pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaan yang berbeda.[3]
2.4 Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial dan Budaya
a.       Faktor-faktor pendorong:
1.      Intensitas hubungan atau kontak dengan kebudayaan lain.
2.      Tingkat pendidikan yang maju.
3.      Sikap terbuka dari masyarakat.
4.      Sikap ingin berkembang dan maju dalam masyarakat.
5.      Sifat menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju.
6.      Akulturasi (pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling mempengaruhi).
7.      Asimilasi (perpaduan dua budaya yang berbeda secara berangsur-angsur berkembang sehingga memunculkan budaya baru).
b.      Faktor penghambat:
1.      Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar.
2.      Perkembangan pendidikan yang lambat.
3.      Sikap yang kuat dari masyarakat terhadap tradisi yang dimiliki.
4.      Rasa takut dari masyarakat jika terjadi perpecahan.
5.      Cenderung menolak terhadap hal-hal baru.
6.      Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
7.      Hubungan yang bersifat idiologis.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
 Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Hakekat perubahan sosial dan budaya pada manusia dalam kehidupan meliputi: peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, dll. Perubahan budaya disebabkan oleh faktor internal, eksternal dan faktor lainya.
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini, semoga dapat membuka wawasan pembaca mengenai perubahan sosial dan budaya yang ada. Dan kita sebagai bagian dari kelompok sosial harus dapat mengendalikan perubahan-perubahan itu kearah yang lebih posistif agar budaya yang terbentuk dari perubahan sosial itu dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun, makalah ini masih jauh dari kata sempurna banyak kekurangan yang mendasar dari materi ini. Oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca sangat membantu agar makalah ini menjadi lebih baik kedepannya.










DAFTAR PUSTAKA

Sztompka, Piotr. 2004. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Kencana.
Setiadi, Elly M, dkk. 2008. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
Syamsidar. 2015. Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam. Vol.2, No.1,99-108.



















[1]               Piotr Sztompka, Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta: Kencana), hlm. 3
[2]               Elly M. Setiadi,Dkk, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, (Jakarta: Kencana), hlm.50
[3]               Elly M. Setiadi,Dkk, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, (Jakarta: Kencana), hlm.55-56

No comments:

Post a Comment