Friday, May 17, 2019

Pola Interaksi Remaja dan Orang Tua


A. Pengertian Interaksi Sosial
  Interaksi merupakan hubungan timbal balik antara dua krang atau lebih, dan  masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Beberapa ahli juga mengungkapkan pengertian interaksi. Berikut definisi interaksi dari para ahli  :
1. Tribaut dan Kelley
  Interaksi sebagai peristiwa saling memengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau                        lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain, atau berkomunikasi satu sama lain
2. Chaplin
  Interaksi merupakan hubungan sosial antara beberapa individu yang bersifat alami dan individu-individu tersebut saling memengaruhi secara serempak.
3. Homans
  Interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan seseorang oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran dan hukuman dengan menggunakan suatu aktivitas atau sentimen oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
4. Shaw
  Interaksi merupakan suatu pertukaran antarpribadi yang masing-masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing-masing perilaku memengaruhi satu sama lain.

B. Jenis-jenis Interaksi menurut pendapat ahli :
  a. Shaw
  1. Interaksi Verbal
    Terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain menggunakan alat-alat artikulasi. Prosesnya terjadi dalam bentuk percakapan satu sama lain.
  2. Interaksi Fisik
    Terjadi manakala dua orang saling tukar percakapan menggunakan bahasa tubuh.
  3. Interaksi Emosional
    Terjadi ketika individu melakukan kontaj satu sama lain dengan melakukan                                                  curahan perasaan.

  b. Nichols membedakan interaksi berdasarkan banyaknya individu yang terlibat dalam proses tersebut serta pola interaksi yang terjadi. Jenis interaksi yang dimaksud adalah interaksi dyadic dan interaksi tryadic. Interaksi dyadic adalah interaksi yang terjadi antara dua orang atau lebih, tetapi arah interaksinya hanya terjadi dua arah. Sedangkan interaksi tryadic terjadi manakala individu yang terlibat di dalamnya lebih dari dua orang dan pola interaksi menyebar ke semua individu yang terlibat.

C. Pola Interaksi Remaja dan Orang Tua
       Jersild dan Brook mengatakan bahwa interaksi antara remaja dan orang tua             dapat digambarkan sebagai drama tiga tindakan (three act drama). Drama tindakan pertama (the first act drama), interaksi ini menunjukkan bahwa keduanya saling memiliki ketergantungan. Drama tindakan kedua (the second act drama) disebut dengan istilah "perjuangan untuk emansipasi". Pada tindakan ini remaja memiliki perjuangan yang kuat untuk membebaskan diri dari ketergantungan dari orang tua. Dengan demikian remaja semakin bisa bertanggung jawab dan menghilangkan sifat manjanya. Drama tindakan ketiga (the third act drama), remaja berusaha menempatkan dirinya berteman dengan orang dewasa dan berinteraksi secara lancar dengan mereka. Namun, usaha remaja ini seringkali masih memperoleh hambatan yang disebabkan oleh pengaruh orang tua yang sebenarnya masih belum bisa melepas anak remajanya
secara penuh.
      Dalam konteks interaksi remaja dengan orang tua, Fontana menambahkan adanya aspek objektif dan subjektif. Aspek Objektif adalah keadaan nyata dari peristiwa yang terjadi pada saat interaksi remaja dengan orang tua berlangsung. Sedangkan aspek subjektif adalah keadaan nyata yang dipersepsi oleh remaja pada saat interaksi berlangsung. Fontana mengatakan bahwa tidak jarang terjadi remaja cenderung menggunakan aspek subjektif ketika berinteraksi dengan orang tuanya. Misalnya, orang tua yang bertindak keras kepada anaknya karena terlalu khawatir dan cemas. Namun hal itu persepsi oleh remaja sebagai memarahinya. Padahal sesungguhnya orang tua bermaksud melindunginya.
       Interaksi yang terjadi antar individu dalam lingkungan keluarga akan tampil dalam kualitas yang berbeda-beda. Kualitas mengacu pada derajat relatif kebaikan atau keunggulan suatu hal (Chaplin) dalam hal ini adalah interaksi antar individu. Suatu interaksi dikatakan berkualitas jika mampu memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan diri dengan segala kemungkinan yang dimilikinya.



No comments:

Post a Comment