A.
Pendidikan pemakai
perpustakaan di indonesia.
Di indonesia belum banyak perpustakaan yang menggunakan program
pendidikan pemustaka ke arah pencapaian literasi informasi pengguna. Tetapi
kepedulian pustakawan terhadap literasi informasi cukup tinggi. Hal itu dibuktikan
dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan tertentu atau
lembaga-lembaga tertentu yang membahas tentang literasi informasi.
Dari penelitian tentang literasi informasi juga tidak banyak yang
terpublikasikan sehingga sulit sekali mengukur atau memperkirakan literasi
masyarakat indonesia.
secara kasat mata, dari kondisi masyarakat sekarang dapat dikatakan
bahwa literasi informasi belum menjadi fokus perhatian pemerintah atau
masyarakat itu sendiri. Tentu banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Selain
faktor ekonomi, yang di mana untuk membeli buku atau mengakses informasi
melalui internet masih merupakan barang mahal bagi sebagian besar masyarakat.
faktor keperdulian masyarakat terhadap literasi mereka sendiri juga kurang.
Lalu juga persepsi masyarakat dan siswa mengenai lulusan sekolah yang masih
mengutamakan prestasi akademis semata, padahal aspek paling penting dari
literasi informasi adalah aspek non akademis, seperti kepekaan terhadap
lingkungan, pemahaman dan empati terhadap sesuatu, serta kemauan untuk terus
belajar dan menerima hal-hal baru dalam hidupnya.
masalah pendidikan pemustaka di perpustakaan, pustakawan dituntut
lebih ‘berani’ melakukan terobosan baru untuk membantu masyarakat meningkatkan
literasinya. Sinergi antara berbagai jenis perpustakaan yang ada merupakan satu
solusi efektif, mengingat pengguna perpustakaan juga memiliki perilaku berbeda.
Dan perpustakaan nasional republik indonesia (PNRI) sebagai lembaga yang
memiliki otoritas dapat mengambil posisi strategis dalam konteks ini.
No comments:
Post a Comment