Friday, May 17, 2019

Pendidikan pemakai perpustakaan di indonesia.


A.     Pendidikan pemakai perpustakaan di indonesia.

Di indonesia belum banyak perpustakaan yang menggunakan program pendidikan pemustaka ke arah pencapaian literasi informasi pengguna. Tetapi kepedulian pustakawan terhadap literasi informasi cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan tertentu atau lembaga-lembaga tertentu yang membahas tentang literasi informasi.
Dari penelitian tentang literasi informasi juga tidak banyak yang terpublikasikan sehingga sulit sekali mengukur atau memperkirakan literasi masyarakat indonesia.
secara kasat mata, dari kondisi masyarakat sekarang dapat dikatakan bahwa literasi informasi belum menjadi fokus perhatian pemerintah atau masyarakat itu sendiri. Tentu banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Selain faktor ekonomi, yang di mana untuk membeli buku atau mengakses informasi melalui internet masih merupakan barang mahal bagi sebagian besar masyarakat. faktor keperdulian masyarakat terhadap literasi mereka sendiri juga kurang. Lalu juga persepsi masyarakat dan siswa mengenai lulusan sekolah yang masih mengutamakan prestasi akademis semata, padahal aspek paling penting dari literasi informasi adalah aspek non akademis, seperti kepekaan terhadap lingkungan, pemahaman dan empati terhadap sesuatu, serta kemauan untuk terus belajar dan menerima hal-hal baru dalam hidupnya.
masalah pendidikan pemustaka di perpustakaan, pustakawan dituntut lebih ‘berani’ melakukan terobosan baru untuk membantu masyarakat meningkatkan literasinya. Sinergi antara berbagai jenis perpustakaan yang ada merupakan satu solusi efektif, mengingat pengguna perpustakaan juga memiliki perilaku berbeda. Dan perpustakaan nasional republik indonesia (PNRI) sebagai lembaga yang memiliki otoritas dapat mengambil posisi strategis dalam konteks ini.

No comments:

Post a Comment