Budaya
Baca untuk Meningkatkat Nasionalisme
Aku
merupakan mahasiswa semester 2 dari jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi.
Terlihat dari namanya saja bahwa jurusan ini bertujuan untuk bisa menciptakan
lulusan yang bisa untuk dapat menggalakan untuk menjadikan buku itu sebagai
hobi. Hal yang perlu diketahui dalam hal membaca masyarakat Indonesia sendiri
sangat-sangat jarang dilakukan. Indonesia sendiri berada dalam negara yang
minat baca yang sangat randah. Perlu digalakan untuk meningkatkan minat baca
masyarakat Indonesia.
Saya sendiri sebagai mahasiswa jurusan Ilmu
perpustakaan dan Informasi harus bisa utuk menjadi agen perubahan dalam
masyarakat untuk merubah kebiasaan masyarakat yang tidak hobi membaca menjadi
minat membaca. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mendobrak minat baca dalam
msayarakat. Pertama yaitu mempermudah akses untuk dapat memperoleh informasi.
Mempermudah akses informasi itu sangat penting, akan halnya informasi itu
merupakan sumber pengetahuan. Informasi yang berupa cetak maupun non cetak.
Masyarakat sendiri akan bisa mudah dalam mendapatkan informasi yang diinginkan.
Sekarang ini ini banyak inovasi yang ditawarkan untuk dapat mengakses informasi
sendiri. Terdapat perpustakaan yang menjadi pusat ilmu pengetahuaan dan digital
informasi atau informasi dalam bentuk elektronik. Perlu halnya meningkat peran
perpustakaan untuk dapat bisa memproses informasi yang ada dan dapat dijadikan
inovasi-inovasi yang efektif untuk dapat dijangkau.
Zaman sekarang ini peran internet
sangat besar untuk seluruh bidang kehidupan manusia. Tak terkecuali dengan
peralihan antara buku cetak menjadi non cetak. Berupa buku elektronit dalam
bentuk digital yang dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat. mengapa hal ini
dilakukan?, kerena di Indonesia sendiri pengguna internet aktiv sendiri menpai
lebih dari anka seratus juta lebih. Sehingga dalam hbal ini peran perpustakaan
untuk bisa berubah dalam betuk digital agar dapat mudah mengolah dan
menyebarkan kepada masyarakat. Dengan adanya ketersediaan informasi yang
seperti ini dapat mudah mendongkrak minat baca.
Saya diberi tugas dalam mata kuliah
pendidikan kewarganegaraan untuk datang
kebazar buku di Tulungagung. Terletak di kelurahan Jepun pada tanggal 15 Maret
kemarin untuk menyempatkan datang di bazaar buku. Setelah mata kuliah PKN
kosong saya datang jam 12 ke bazaar. Saya segera kesana bersama teman-teman
menuju bazaar. Memang membeli buku di bazaar sendiri lebih
terjangkau harganya ketimbang membeli di toko besar seprti di Gramedia dan
Toga. Setelah mampir disana untuk melihat-lihat buku, melihat dari isi bazaar
tidak kalah lengkapnya. Buku disana juga tertata rapi dengan pembagian
klasifikasi yang teratur. Isi bazarnya pun menjangkaau seluruh kalangan. Dari
pelajar SD, SMP, SMA maupun mahasiswa dan umum.
Saya
menyoroti akan kurangnya pengunjung yang ada di bazaar. Bahwa kurang minat baca
menjadikan masyarakat sendiri menjadi masyarakat yang pasif. Sehingga
sifat-sifat seperti nasionalisme dan kebangsaan sangat kurang. Karena masyarakat tidak membaca akan sejarah bangsa
itu sendiri. Semangat akan kebangsaan sendiri merujuk sikap cinta akan negara
atau nasionalisme yang mendalam terhadap
negara yang tercinta. Memang semangat nasionalisme ini semakin berkurangan
terutama dalam kalangan generasi muda kita lantaran corak kehidupan yang
semakin berubah seiring dengan perubahan zaman. Maka, banyak tindakan yang
mampu dilaksanakan untuk memastikan sikap ini terus wujud kerana sikap ini
memiliki kesan yang positif.
Tindakan
yang pertama ialah pengajaran sejarah di sekolah dilaksanakan secara menyeluruh.
Pelajaran sejarah penting ditekankan kerana ini mampu memberi rasa cinta dalam
diri remaja. Pemahaman tentang sejarah ini menyadarkan remaja mengenai
kepentingan memiliki sikap cinta akan negara. Jadi halini mampu menjadikan menambah
sikap nasionalisme dalam diri masyarakat terutamanya remaja.
Membaca sejarah harus ditekankan
pada anak cucu kita bahwa halini harus dilakukan, karena jika kita lupa akan
sejarah bangasa sendiri maka pondasi sikap nasionalisme akan runtuh. Jika telah
runtuhnya sikap nasionalime kita maka bangsa kita akan direnggut lagi dan kita
akan kembali dengan masa penjajahan oleh bangsa asing. Hal ini tidak boleh
terjadi dengan menanam kan sifat ini sejak kecil maka sifat ini akan terbentuk.
No comments:
Post a Comment