BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Adanya Masalah
Masalah
merupakan sesuatu yang harus segera diselesaikan karena masalah merupakan
sebuah keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya sebuah
masalah, maka seseorang tidak akan mampu menciptakan ataupun melahirkan sebuah
ilmu pengetahuan yang baru.
Adapun
syarat sebuah masalah yakni masalah yang bisa dihadapi dengan sikap dan metode
ilmiah dan masalah yang terus mencari solusi. Ada beberapa tempat untuk
memperoleh sumber-sumber masalah, yaitu:
1.
pengalaman.
Yaitu
segala sesuatu yang telah dialami oleh panca indera. Pengalaman membuat seseorang
yang belum tahu menjadi tahu. Pengalaman dibagi menjadi 2, yaitu pengalaman
diri sendiri dan pengalaman orang lain.
2.
bacaan.
Merupakan setiap buku yang dibaca. Bacaan
adalah salah satu sumber masalah yang sering ditemukan.
3.
wawancara.
Adalah
sebuah dialog yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berlangsung antara
narasumber dan pewawancara.
4. intuisi.
Merupakan kegiatan berpikir yang tidak analitis
atau tidak berdasarkan pada pola
berpikir tertentu. Intuisi ini juga diperoleh dari sebuah hasil
perubahan dari pemahaman yang tinggi.
B.
Sikap Ilmiah
Sikap
ilmiah merupakan sebuah sikap yang harus dimiliki oleh seorang calon ilmuan.
Dimana seseorang tersebut haruslah mengetahui sebuah fakta yang ada di alam
ini. Dalam berfikir dan mengungkapkan sebuah fakta maka mereka hendaknya
menyusun sebuah konsep, karena sebuah konsep yang strategis akan mampu
menemukan sebuah sesuatu baru yang dapat
membantu bagi kehidupan manusia, memberikan arahan sekaligus sarana utuk
membantu dalam sebuah pengambilan keputusan.
Ilmu
merupakan sebuah cara utuk mengetahui sesutu yang mampu menghasilkan sebuah
pengetahuan yang bersifat ilmiah. Ilmiah merupakan sebuah struktur ilmu yang
bisa dipertanggung jawabkan maka ilmiah akan bisa diuji oleh siapapun dan
kapanpun.
Adapun sikap-sikap ilmiah diantaranya meliputi:
1. Mencintai kebenaran yang bersikap
objektif dan adil.
Seorang
ilmuan haruslah mengungkap sebuah kebenaran yang benar benar dilihatnya.
Berfikir objektif merupakan sebuah
berfikir mengungkapkan suatu kebenaran dari sebuah masalah tanpa dipengaruhi
dengan pendapat diri sendiri ataupun orang lain. Sedangkan adil merupakan
sebuah sikap dimana seorang ilmuan tidak memihak dan menempatkan segala sesuatu sesuai dengan
tempat dan keadannya.
2. Tidak mempercayai takhayul.
Sebaiknya
seorang ilmuan hendaknya tidak mempercayai dengan adaya takhayul. Takhayul
sendiri memiliki arti yakni kepercayaan terhadap sesuatu yang menurutnya ada namun sebenarnya tidak
ada.
3. Rasa Ingin tau banyak tetapi tidak hanya
dengan prasangka.
Rasa
ingin tau ini dapat terlihat dari sebuah kebiasaan. Dimana sikap tersebuat
selalu ingin bertanya dan mengeahui dengan segala sesuatu yang baru. Sebenarnya rasa ingin tahu merupakan seuah
rasa yang manusiawi. Dengan rasa ingin tau seseorang akan tetap berfikir untuk menemukan sebuah
kebenaran yang ada bukti nyatanya dalam rangka mempertahankan kehidupannya.
Rasa ingin tau ini akan menimbulkan sikap investasi, eksplorasi dan beajar.
4. Tidak percaya begitu saja tanpa adanya
sebuah bukti yang jelas.
5. Berani menyatakan sebuah kesimpulan.
Sikap
ini merupakan selalu ingin menyatakan hal hal yang telah ia peroleh. Mereka
mampu menyatakan semua hasil hipotesisnya yang sudah disusun guna perkembangan
dan kemajuan ilmu kedepannya.
C. Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan sebuah cara, langkah-langkah ataupun
prosedur yang sistematik untuk memperoleh pengetahuan yang alamiah. Segala
kebenaran tentang ilmu alamiah terletak pada metode ilmiah. Kelebihan dan
kekurangan ilmu alamiah ditentukan oleh metode ilmiah. Dari hal tersebut dapat
kita simpulkan bahwa pemecahan masalah yang tidak dapat diterapkan dengan
metode ilmiah bukanlah sesuatu yang ilmiah. Adapun prosedur dari kegiatan
ilmiah antara lain:
1.
Pengindraan.
2.
Penemuan atau penentuan sebuah masalah.
3.
Pengajuan hipotesis.
4.
Eksperimen.
5.
Teori.
D.
Adanya Aktifitas
Aktifitas
merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk melaksanakan rencana yang telah
dibuat. Aktifitas juga merupakan sebuah hubungan manusia dengan dunia. Dengan
adanya aktifitas, manusia mampu berinteraksi sekaligus menyesuaikan dengan
kebutuhannya. Dengan demikian, aktifitas ada dua macam yaitu aktifitas individu
adalah sebuah aktifitas yang dilakukan seseorang. Sedangkan aktifitas sosial
yaitu aktifitas yang dilakukan oleh sekumpulan orang.
E. Adanya Kesimpulan
Adanya
kesimpulan diperoleh dari ilmu pengetahuan. Maka, ilmu pengetahuan dapat
dipahami sebagai kumpulan pengetahuan. kesimpulan merupakan hasil dari
pemecahan masalah. Kesimpulan menggunakan bahasa yang jelas, tegas, dan harus
menggunakan kata sambung “yaitu, adalah, ialah, dll” yang bisa menerangkan dan
menegaskan suatu hal yang disimpulkan.
F.
Adanya Pengaruh
Semua
hasil temuan dari objek kajian ilmu membawa pengaruh terhadap kehidupan
manusia. Pengaruh ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia dibagi menjadi 2,
yaitu:
1. pengaruh terhadap kemajuan teknologi dan
industri. Pengaruh ini membawa akibat positif, yaitu adanya alat dan
transportasi yang semakin canggih yang dapat mempermudah segala aktifitas
manusia. Namun ada sisi negatifnya, yaitu eksploitasi yang dilakukan secara
terus-menerus oleh manusia terhadap sumber daya alam. Karena luas negara maju
sangat terbatas, akhirnya mereka melakukan kegiatan ekspansi dan penjajahan
yang mengakibatkan kerusakan alam.
2. pengaruh terhadap masyarakat dan peradaban. jika
sebuah masyarakat semakin maju maka semakin tinggi nilai peradabannya. Ilmu
yang membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat dan peradabannya
diantaranya ilmu sosial, ilmu budaya dan ilmu agama. Sehingga tujuan kehidupan
manusia seperti saling tolong menolong, aman, damai, dan saling menghormati
dapat terwujud.
No comments:
Post a Comment