Friday, May 17, 2019

FILSAFAT ILMU BANGUNAN DASAR ILMU PENGETAHUAN


BAB II
PEMBAHASAN

A. Adanya Masalah
            Masalah merupakan sesuatu yang harus segera diselesaikan karena masalah merupakan sebuah keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya sebuah masalah, maka seseorang tidak akan mampu menciptakan ataupun melahirkan sebuah ilmu pengetahuan yang baru.
Adapun syarat sebuah masalah yakni masalah yang bisa dihadapi dengan sikap dan metode ilmiah dan masalah yang terus mencari solusi. Ada beberapa tempat untuk memperoleh sumber-sumber masalah, yaitu:
1. pengalaman.
Yaitu segala sesuatu yang telah dialami oleh panca indera. Pengalaman membuat seseorang yang belum tahu menjadi tahu. Pengalaman dibagi menjadi 2, yaitu pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain.
2. bacaan.
 Merupakan setiap buku yang dibaca. Bacaan adalah salah satu sumber masalah yang sering ditemukan.
3. wawancara.
Adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
4. intuisi.
Merupakan kegiatan berpikir yang tidak analitis atau tidak berdasarkan pada pola berpikir tertentu. Intuisi ini juga diperoleh dari sebuah hasil perubahan dari pemahaman yang tinggi.

B. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah merupakan sebuah sikap yang harus dimiliki oleh seorang calon ilmuan. Dimana seseorang tersebut haruslah mengetahui sebuah fakta yang ada di alam ini. Dalam berfikir dan mengungkapkan sebuah fakta maka mereka hendaknya menyusun sebuah konsep, karena sebuah konsep yang strategis akan mampu menemukan sebuah sesuatu baru  yang dapat membantu bagi kehidupan manusia, memberikan arahan sekaligus sarana utuk membantu dalam sebuah pengambilan keputusan.
Ilmu merupakan sebuah cara utuk mengetahui sesutu yang mampu menghasilkan sebuah pengetahuan yang bersifat ilmiah. Ilmiah merupakan sebuah struktur ilmu yang bisa dipertanggung jawabkan maka ilmiah akan bisa diuji oleh siapapun dan kapanpun.
Adapun sikap-sikap ilmiah diantaranya meliputi:
1.      Mencintai kebenaran yang bersikap objektif dan adil.
Seorang ilmuan haruslah mengungkap sebuah kebenaran yang benar benar dilihatnya. Berfikir objektif  merupakan sebuah berfikir mengungkapkan suatu kebenaran dari sebuah masalah tanpa dipengaruhi dengan pendapat diri sendiri ataupun orang lain. Sedangkan adil merupakan sebuah sikap dimana seorang ilmuan tidak memihak  dan menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempat dan keadannya.
2.      Tidak mempercayai takhayul.
Sebaiknya seorang ilmuan hendaknya tidak mempercayai dengan adaya takhayul. Takhayul sendiri memiliki arti yakni kepercayaan terhadap sesuatu  yang menurutnya ada namun sebenarnya tidak ada.
3.      Rasa Ingin tau banyak tetapi tidak hanya dengan prasangka.
Rasa ingin tau ini dapat terlihat dari sebuah kebiasaan. Dimana sikap tersebuat selalu ingin bertanya dan mengeahui dengan segala sesuatu yang baru.  Sebenarnya rasa ingin tahu merupakan seuah rasa yang manusiawi. Dengan rasa ingin tau seseorang  akan tetap berfikir untuk menemukan sebuah kebenaran yang ada bukti nyatanya dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Rasa ingin tau ini akan menimbulkan sikap investasi, eksplorasi dan beajar.
4.      Tidak percaya begitu saja tanpa adanya sebuah bukti yang jelas.
5.       Berani menyatakan sebuah kesimpulan.
Sikap ini merupakan selalu ingin menyatakan hal hal yang telah ia peroleh. Mereka mampu menyatakan semua hasil hipotesisnya yang sudah disusun guna perkembangan dan kemajuan ilmu kedepannya.

C.  Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan sebuah cara, langkah-langkah ataupun prosedur yang sistematik untuk memperoleh pengetahuan yang alamiah. Segala kebenaran tentang ilmu alamiah terletak pada metode ilmiah. Kelebihan dan kekurangan ilmu alamiah ditentukan oleh metode ilmiah. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemecahan masalah yang tidak dapat diterapkan dengan metode ilmiah bukanlah sesuatu yang ilmiah. Adapun prosedur dari kegiatan ilmiah antara lain:
1.      Pengindraan.
2.      Penemuan atau penentuan sebuah masalah.
3.      Pengajuan hipotesis.
4.      Eksperimen.
5.      Teori.
D. Adanya Aktifitas
Aktifitas merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk melaksanakan rencana yang telah dibuat. Aktifitas juga merupakan sebuah hubungan manusia dengan dunia. Dengan adanya aktifitas, manusia mampu berinteraksi sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhannya. Dengan demikian, aktifitas ada dua macam yaitu aktifitas individu adalah sebuah aktifitas yang dilakukan seseorang. Sedangkan aktifitas sosial yaitu aktifitas yang dilakukan oleh sekumpulan orang.

E. Adanya Kesimpulan
Adanya kesimpulan diperoleh dari ilmu pengetahuan. Maka, ilmu pengetahuan dapat dipahami sebagai kumpulan pengetahuan. kesimpulan merupakan hasil dari pemecahan masalah. Kesimpulan menggunakan bahasa yang jelas, tegas, dan harus menggunakan kata sambung “yaitu, adalah, ialah, dll” yang bisa menerangkan dan menegaskan suatu hal yang disimpulkan.
F. Adanya Pengaruh
Semua hasil temuan dari objek kajian ilmu membawa pengaruh terhadap kehidupan manusia. Pengaruh ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia dibagi menjadi 2, yaitu:
1. pengaruh terhadap kemajuan teknologi dan industri. Pengaruh ini membawa akibat positif, yaitu adanya alat dan transportasi yang semakin canggih yang dapat mempermudah segala aktifitas manusia. Namun ada sisi negatifnya, yaitu eksploitasi yang dilakukan secara terus-menerus oleh manusia terhadap sumber daya alam. Karena luas negara maju sangat terbatas, akhirnya mereka melakukan kegiatan ekspansi dan penjajahan yang mengakibatkan kerusakan alam.
2. pengaruh terhadap masyarakat dan peradaban. jika sebuah masyarakat semakin maju maka semakin tinggi nilai peradabannya. Ilmu yang membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat dan peradabannya diantaranya ilmu sosial, ilmu budaya dan ilmu agama. Sehingga tujuan kehidupan manusia seperti saling tolong menolong, aman, damai, dan saling menghormati dapat terwujud.




No comments:

Post a Comment