Bab
2
PEMBAHASAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah.Gelisah artinya merasa khawatir, tidak tenang, tidak
sabar (menanti), cemas, dan sebagainya.Kegelisahan artinya perasaan gelisah,
khawatir, cemas dan takut.
Kegelisahan
hanya dapat diketahui dari gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu.Misal
dengan berjalan mondar mandir, duduk sambil memegang kepala, melamun, malas
bicara dan lain-lain.
Tentang
kecemasan ini, Sigmund Freud membedakan menjadi 3 macam yaitu :
1.
Kecemasan Objektif
Kecemasan
objektif adalah kecemasan yang sering dialami dalam kehidupan
sehari-hari.Kecemasan tersebut muncul karena adanya bahaya dari luar yang
mengancam seseorang tersebut.
2.
Kecemasan Neurotik
Kecemasan
ini muncul karena pengamatan tentang bahaya dari lahiriyah. Menurut S. Freud,
kecemasan ini dibagi dalam 3 macam, yaitu :
a.
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
Contoh
: Rofi yang masih duduk dikelas 3 SD diajak pindah rumah ke luar kota oleh
orang tuanya. Otomatis Rofi juga harus pindah sekolah.Namun sayang dia takut
tidak betah dengan lingkungannya yang baru.Ia takut tidak bisa berinteraksi
dengan baik.
b.
Rasa takut irasional atau fobia.
Contoh
: pengalaman yang menjadikan takut ketika kecil, seperti takut dengan darah,
benda tajam dan lain lain.
c.
Rasa takut (gugup, gagap dan sebagainya)
Contoh
: seseorang yang tidak terbiasa tampil didepan umum lalu diminta untuk tampil
didepan umum, dia akan mengalami gelisah, gemetar, suara terputus-putus ketika
bicara.
3.
Kecemasan Moral
Kecemasan
yang berwujud rasa iri, dengki, dendam dan sebagainya yang berasal dari sifat tidak
terpuji baik diantara sesama manusia maupun dihadapan Tuhan.
Contoh
: Ibnu selalu mendapat ranking 1 dikelas. Suatu ketika ada murid pindahan dari
sekolah lain yang juga menjadi bintang kelas disekolah yang sebelumnya. Ketika
UAS, Ibnu mencontek jawaban murid baru tersebut karena ada rasa khawatir,
takut, dan cemas posisin sebagai juara dikelas tersebut tergeser
Sebab-sebab
orang gelisah :
Sebab-sebab
orang gelisah adalah pada hakikatnya orang takut kehilangan hak-hak nya dan
cemas ketika kebutuhannya tidak terpenuhi.
Usaha-usaha
untuk mengatasi kegelisahan :
Pertama-tama,
kita harus tenang.Jika kita tenang, kita bisa berpikir jernih sehingga masalah
bisa teratasi. Bila jalan keluar belum ditemui, maka jalan terbaik adalah
berserah diri kepada Allah SWT
Secara lentur, kagelisahan bisa
dikatakan sebagai rasa tidak tenteram , rasa selalu khawatir ,rasa tidak tenang
,rasa tidak sabar, cemas,dan semacamnya .Sebagai fenomena universal ,artinya
mendera manusia mana pun , gelisahan bisa muncul akibat faktor penyebab yang
berbeda-beda .Kegelisahan semacam ini bisa muncul dari antisipasi seseorang.
Yang kedua ,yaitu heurotik ,dalam
satu dan lain kasus ,lebih disebabkan olehb bisikan naluri seseorang
.Kegelisahan semacam ini bisa saja timbul akibat munculnya ,rasa takut tidak
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan nya.
Yang ke tiga, Kegelisahan moral
biasanya diakibatkan oleh munculnya perasaan bersalah atau malu yang sebenarnya
dapat dikendalikan oleh hati nuraninya, kegelisahan moral bersumber pada
stuktur kepribadian seseorang .Berbagai kegelisahan atau kecemasan semata-mata
menjadi kepastian dunia keilmuan,yang diwakili oleh pemikiran Freud, dokter
austria yang gema pengaruhnya mampu menembus disiplin –disiplin Psikologi
,psikiatri,sosiologi ,antropologi,dan bahkan filsafat.seniman memandang alam
berbeda dengan pandangan seseorang yang bukan seniman.bahwa setiap seniman
adalah seseorang pencari yang tak pernah menemukan,atau seperti seseorang
pejalan yang tak pernah berjalan.Seperti
manusia umumnya,seniman pun di tengah
pencarianya selalu merasa gelisah.Freud,
sebagaimana di singung diatas,melihat kondisi objektif yang ada di sekitar
manusia bisa menjadi penyebab kegelisahannya.kondisi tertentu ikut berpengaruh
terhadap proses kreatifitas sang seniman.
Jakob Sumardjo memberikan jawabannya
teror politik dan partai komunikasi terhadap hidup kesenian di indonesia sejak permulaan dekade
60-an benar-benar mematikan kreatifitas para seniman indponesia.Banyak
sastrawan menulis Dengan nama
samaran,terlebih setelah Maifes Kebudayaan dilarang oleh sukarno, yang
lahir dan dibesar-besarkan adalah karya-karya Propaganda yang jatuh menjadi
karya-karya kelas tiga.
Sumber kegelisahan adalah situasi
budaya kita yang belum mapan betul.Bangsa kita sedang berbenah diri,menata
kembali kebudayaan dirinya di tengah arus budaya ilmiyah sebenarnya dasar dari
keresahan budaya para sastrawannya.Sumber kegelisahan ,dalam pandangan Mochtar
Lubis melalui novel-novel lainya,tidak lain adalah watak dan karakter
pemimpin.berbagai watak dan karakter pemimpin bangsa yang kita kenal.Refleksi
dari kepekaansemacam itu memang lebih mudah kita tangkap dari berbagai karya
seni,dan terasa berat untuk disampaikan melalui media –media lainya.
Keterasingan
berasal dari kata terasing/asing yang berarti sendiri, tak dikenal orang,
tersisih dari pergaulan, terpisah dari yang lain. Jadi, keterasingan adalah hal-hal
yang berkenaan dengan tersisih dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari
yang lain.
Sebab-sebab
keterasingan :
1. Karena sifat/sikap seseorang yang tidak
bisa diterima oleh masyarakat. Contoh : perilaku mencuri, bersikap angkuh,
sombong
2. Sikap rendah diri, yaitu merasa dirinya
tidak berharga, tidak atau kurang mampu dihadapan orang lain (minder), jadi bukan
orang yang lain yang memandang rendah akan tetapi dirinya sendiri. Sikap rendah
diri ini bisa disebabkan karena kecacatan fisik pada diri seseorang, status
sosial-ekonominya, pendidikan yang rendah, dan kesalahan dalam berbuat.
3. Kehilangan hak, sebagai contoh ada
seorang anak yang bernama Babe memiliki sifat pemarah dan sebentar-sebentar
menantang teman-temannya berkelahi. Dia bersikap sedemikian rupa karena Babe
ingin dipandang sebagai anak paling hebat dan memiliki nama baik dilingkungan
pergaulannya. Dia senantiasa menyombongkan diri bahwa tidak ada anak lain yang
kehebatannya mengalahkan dia. Akibatnya dia diajuhi oleh teman-temannya,
sehingga dia terasingkan dalam pergaulannya.
Usaha-usaha
untuk mengatasi keterasingan :
1. Jika terjadi karena sikap-sikap seperti
sombong, angkuh, pemarah. Cara mengatasinya diperlukan kesadaran yang tinggi
pada diri sendiri. Orang bersikap demikian karena mereka beranggapan bahwa apa
yang dilakukannya itu paling benar diantaranya.
2. Jika karena faktor ketidak percayaan
diri (minder) diperlukan banyak belajar dan banyak bergaul di semua kalangan
masyarakat, banyak berinteraksi dengan orang.
3. Jika karena kesalahan yang fatal akibat
takut kehilangan haknya atau takut kehilangan nama baiknya. Coba untuk
membiasakan diri bergaul seperti sebelum terjadinya kesalahan tersebut.
2.4
KESEPIAN
Kesepian
merupakan keadaan dimana seseorang merasa sunyi, lengang, sepi dan tidak ramai.
Kata kesepian berasal dairi kata sepi yang artinya sunyi, lengang, tidak banyak
tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa dan lain lain[4].
Orang biasanya merasa kesepian di saat tidak mempunyai kegiatan yang berarti
dan apa lagi di saat tidak ada orang yang menemani.
Contonya:
a.
Lina merasa kesepian disaat orang
tuanya pergi ke luar kota.
b.
Setelah anaknya yang telah
menikah itu memiliki rumah sendiri, ibu ani merasa kesepian.
c.
Karena Pak Parman dan Bu Parman
kurang bergaul di tambah keadaan sedang hujan lebat, maka resepsi perkawinan
anaknya sepi, tamu kurang sekali.
d.
Para pedagang mengeluh karena
resesi ekonomi menyebabkan pembeli kurang sekali dan pasar tampak sepi.
Kesepian
pasti setiap orang pernah mengenalinya karena pada dasarnya manusia memiliki
rasa tersebut.
1.
Sebab terjadinya kesepian.
Penyebab
terjadinya kesepian itu bermacam.Mungkin orang yang merasa kesepian itu adalah
orang frustasi. Biasanya orang yang frustasi itu tidak mau di ganggu, ia lebih
senang menyendiri dan tidak bisa di ganggu. Ia lebih senang hidup sendiri.
Contoh:
a.
Pengeran Sindharta, putra raja
Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian dan keindahan.
Karena frustasi menyaksikan kontrakdiksi keadaan di luar istana pergi ke hutan
ke tempar yang sunti untuk mencari hakikat hidup.
b.
Ade tidak lulus ujian ia kecewa.
Karena ia tak lulus ujian, maka semua rencana ditunda sampai tahun depan. Ade
kecewa, ia tinggal di rumah dan tidak mau bergaul dengan teman temanya. Ia
lebih senang tinggal dikamar sendiri.[5]
Apabila
di perhatikan sepintas mungkin keterasingan dan kesepian hampir serupa namun
sebenarnya tidak sama. keduanya ada hubunganya. Perbedaan keduanya terletak di
sebab dan akibat.
Contoh:
a.
Iwan frustasi lalu pergi,
mengasingkan diri dari pergaulan ramai, akibatnya ia merasa kesepian. Sepi
dapat berarti situasi sekeliling tidak ada orang, dapat juda berarti sepi dalam
hatinya.
b.
Pengeran Sidharta menjauhkan diri
dari pegaulan ramai keindahan, dan kemewahan sehingga ia mengalami kesepian.
Menurut
contoh di atas kesepian merupakan akibat dari keterasingan dan keterasingan
sebagai akibat sombong, angkuh kaku, keras kepala.Sehingga orang tersebut di
jauhi oleh teman sepergaulan.Akibatnya orang yang dijauhi itu hidup terasing,
terpencil dari keramaian hidup sehingga mereka merasa kesepian.
Biasanya orang yang frustasi
cenderung menjauhi pegaulan ramai dan selalu bersikap rendah diri.Berbedadengan
orang yang bersikap sombong mereka cenderung mendekati keramaian untuk
memamerkan sesuatu pada dirinya. Kebanyakan orang yang bersikap rendah diri,
pemalu, minder, merasa dirinya kurang, merasa dirinya aneh, merasa dirinya tak
sempurna, merasa dirinya kurang berharga dibanding akan orang lain akan
cenderung menyendiri dan menjauh dari keramaian. Disaat seperti itulah
seseorang akan merasa kesepian.
Hidup
dalam keterasingan mengakibatkan kesepian pada hakikatnya disebabkan oleh
perasaan seseorang yang takut kehilangan hak haknya.
Contoh:
a.
Kekrasana, Narayana, Bratajaya,
karena terancam jiwanya, disembunyikan di desa Widarakandang dan diasuh oleh Ki
Demang Antagopa dan Nyai Sayopi. Hal ini karena kangsa mengharapkan kerajaan
Madura. Dalam persembunyian ini, mereka hidup terasing dari pergaulan, sehingga
merasa kesepian
b.
Nabi Ayyub yang dicoba tuhan
menderita sakit kulit, dikucilkan di suatu tempat. Karena godaan setan,
istrinya tak mau merawat lagi. Akibat pengucilan ini Nabi Ayyub merasa
kesepian.
2.
Hidup kesepian akibat takut
kehilangan hak kenamaan
Nama
baik merupakan harapan setiap orang. Bahkan orang tak takut mati demimenjaga
nama baiknya. Meskipun sudah berhati hati menjaganya, seseorang mungkin masih
berbuat salah, sehingga nama baiknya tercemar. Seringkali yang berkesangkutan
terpaksa hidup mengasingkan diri, sehingga ia merasa kesepian.
Contoh:
a.
Marni karena mendapat
“kecelakaan”, sehingga mengasingkan diri. Ia tidak mau bergaul dengan kawan
kawanya. Akibatnya ia kesepian.
b.
Karena tersangkut korupsi, tuan
Adi tak pernah menampakkan diri karena malu. Akibatnya ia merasa kesepian.[6]
2.5 KETIDAKPASTIAN 7
Ketidakpastian berasal dari kata
tidak pasti artinya tidak menentu (pikiranya) atau mendua, atau apa yang
dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua dikarenakan
pikiran tidak dapat konsentrasi.Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh
berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacuan pikiran.
Menurut Siti Meichati dalam bukunya Kesehatan Mental menerangkan beberapa penyebab seseorang tidak
dapat berpikir dengan pasti. Sebab – sebab itu ialah :
a. Obsesi.
Obsesi
merupakan gejalan neuros jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus – menerus, biasanya tentang hal – hal yang tak menyenagkan atau penyebab
lain yang tak diketahui oleh penderita.
Contoh :
1. Seorang kepala bagian suatu instansi
karena kurang mampu bekerja merasakan ada pihak yang ingin menjatuhkannya.
2. Seorang pedagang yang maju pesat, pada
suatu saat terpikir olehnya dan kawanya yang ingin menjatuhkannya. Pikirannya
itu semakin menjadi – menjadi, apalagi setelah ia mengalami kerugian.
b. Phobie
Merupakan
rasa ketakutan yang tak terkendali atau tidak normal terhadap suatu hal atau
kejadian, tanpa diketahui sebab – sebabnya.
Contoh :
1. Orang yang takut terhadap tempat yang
tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus menelusuri jalan mendaki. Sesampainya
dipuncak ketinggian, ia ketakutan luar biasa (Acrophobie).
2. Ada orang yang takut terhadap orang
banyak yang sedang berkumpul. (Ochlophobie).
Orang
yang dilanda ketakutan itu tidak dapat berpikir.Pikirannya tidak pasti, tidak
menentu.
c. Kompulasi
Merupakan adanya keraguan yang sangat
mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tidak disadari
untuk selalu melakukan perbuatan – perbuatan yang serupa berulang kali. (neorose)
Contoh :
a. Keinginan untuk mengambil barang orang
(mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan ia mampu andaikata
ingin membelinya. (kleptomanie)
b. Keinginan minum – minuman keras. Orang
itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaann kecewa, keinginan
minumnya tak dapat dibendungnya (dispomanie).
d. Histeria
Merupakan
neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, pengalaman pahit
yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari
sikap orang lain.
Contoh
:
Neneng, seorang gadis
yang cukup manis, suatu hari melihat pacarnya jalan – jalan dengan seorang
gadis yang belum pernah dia kenal. Rasa cemburu berkecamuk dihatinya dan
setibanya dirumah dia berteriak histeris.
e. Delusi
Menunjukan
pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Delusi ini ada
tiga macam, yaitu :
a. Delusi Perkusi : menganggap adanya
keadaan yang jelek disekitarnya. Akibatnya, banyak orang menjauhi.
b. Delusi keagungan : menanggap dirinya
orang penting dan besar. Orang seperti ini biasanya gila jabatan dan menganggap
orang disekitanya tidak penting.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya
bersalah, hina dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyutan atau dikenal
dengan nama delirium tremens, hilangnya
kesadaran dan menyebabkan otot – otot tak terkuasai lagi.
Contoh:
Mang Cecep, seorang warga kampong, pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk dimintai kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia bergetar dan keringat dinginnya keluar. Ketika ditanya, ia tidak dapat menjawab dan mulutnya gemetaran. Akhirnya, jaksa tak memperoleh kesaksian apa – apa darinya. Untung saja ia tidak jatuh pingsan.
Mang Cecep, seorang warga kampong, pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk dimintai kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia bergetar dan keringat dinginnya keluar. Ketika ditanya, ia tidak dapat menjawab dan mulutnya gemetaran. Akhirnya, jaksa tak memperoleh kesaksian apa – apa darinya. Untung saja ia tidak jatuh pingsan.
f. Halusinasi
Khayalan yang terjadi
tanpa rangsangan pancaindera.
Contoh :
Atang mamang seorang
peminum. Bila sedang marah,ia makin banyak minumnya sehingga mabuk dan mengoceh
(berbicara) tidak menentu.
g. Keadaan Emosi
Dalam
keadaan tertentu, seseorang dapat dipengaruhi oleh emosinya. Sikapnya bisa
apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan melampiaskandalam gerakan –
gerakan, lari – larian, menyanyi, tertawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula
berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak semangat, gelisah resah, suka
mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, atau termenung menyendiri.
Untuk
mengatasi atau menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu mencari penyebabnya.
Andaikata telah diketahui penyebabnya, namun kekacauan pikiran tersebut tidak
hilang.
Orang yang sombong, angkuh dan
sebagainya setelah menderita atau terkena musibah akan menyadari kesombongannya
atau keangkuhannya. Tetapi orang yang kesepian karena gangguan mental harus
dibawa ke psikolog karena tidak ada jalan lain yang dapat menyebuhkannya.
Tanggung jawab menurut KBBI
adalah berkewajiban menanggung, memiliki
jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab terhadap sesuatunya
atau memberikan jawab dan menanggung segala akibatnya. Apabila ada orang yang
mengatakan, jika ada yang bertanya ia menanggung jawabnya,maka yang dimaksud
orang itu adalah bahwa sekarang ia hanya memberikan jawabanya saja. Sedangkan
tindakan atau perbuatanya yang seharusnya dipertanggung jawabkan tidak ia
lakukan. Jadi dalam hal ini orang itu hanya sekedar berbicara saja atau hanya
sekedar sebagai pertahanan pertama apa yang semestinya dipertanggung
jawabkan.
Macam-Macam
Tanggung Jawab
Tanggung
jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuat
nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1.
Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
2.
Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
3.
Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
4.
Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
5.
Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
C.
Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud
tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.Pengabdian dan
pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
1.
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang
berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan
yang di lakukan dengan ikhlas.Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung
jawab.Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi
kebutuhannya.Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin
sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.
2.
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban
yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk
menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih
dari orang lain
Perbedaan
Pengabdian Dan Pengorbanan
Perbedaan
antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas.Karena adanya
pengabdian tentu ada pengorbanannya.Antara sesama kawan sulit di katakannya
pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya,
tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian.Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda,
pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjukan
kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian
sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam
pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu
menuntut suatu pengabdian.
BAB
3
PENUTUP
Kesimpulan
Kegelisahan merupakan perasaan gelisah,
khawatir, cemas dan takut. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gerak gerik
seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan juga timbul dari keterasingan,
kesepian, dan ketidakpastian.
Perbedaan antara pengabdian dengan
penngorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat
berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih
banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan,
tenaga, biaya, dan waktu.
Saran
Cara terbaik untuk mengatasi
kegelisahan yang dialami manusia adalah selalu berdoa meminta ketenangan hati
kepada Allah SWT dan selalu bersifat huznuzon kepada Allah, karena apapun yang terjadi
didunia ini semata – mata adalah kehendak dari-Nya.
[4]Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia,
1999 ), hal. 156
7Ahmad Mustofa, Ilmu Budaya Dasar, (Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal.159
No comments:
Post a Comment