Friday, May 17, 2019

MANUSIA DAN KEGELISAHAN


Bab 2
PEMBAHASAN

2.1  ARTI KEGELISAHAN[1]
Kegelisahan berasal dari kata gelisah.Gelisah artinya merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar (menanti), cemas, dan sebagainya.Kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas dan takut.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu.Misal dengan berjalan mondar mandir, duduk sambil memegang kepala, melamun, malas bicara dan lain-lain.
Tentang kecemasan ini, Sigmund Freud membedakan menjadi 3 macam yaitu :
1. Kecemasan Objektif
Kecemasan objektif adalah kecemasan yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari.Kecemasan tersebut muncul karena adanya bahaya dari luar yang mengancam seseorang tersebut.
2. Kecemasan Neurotik
Kecemasan ini muncul karena pengamatan tentang bahaya dari lahiriyah. Menurut S. Freud, kecemasan ini dibagi dalam 3 macam, yaitu :
a. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
Contoh : Rofi yang masih duduk dikelas 3 SD diajak pindah rumah ke luar kota oleh orang tuanya. Otomatis Rofi juga harus pindah sekolah.Namun sayang dia takut tidak betah dengan lingkungannya yang baru.Ia takut tidak bisa berinteraksi dengan baik.
b. Rasa takut irasional atau fobia.
Contoh : pengalaman yang menjadikan takut ketika kecil, seperti takut dengan darah, benda tajam dan lain lain.


c. Rasa takut (gugup, gagap dan sebagainya)
Contoh : seseorang yang tidak terbiasa tampil didepan umum lalu diminta untuk tampil didepan umum, dia akan mengalami gelisah, gemetar, suara terputus-putus ketika bicara.
3. Kecemasan Moral
Kecemasan yang berwujud rasa iri, dengki, dendam dan sebagainya yang berasal dari sifat tidak terpuji baik diantara sesama manusia maupun dihadapan Tuhan.
Contoh : Ibnu selalu mendapat ranking 1 dikelas. Suatu ketika ada murid pindahan dari sekolah lain yang juga menjadi bintang kelas disekolah yang sebelumnya. Ketika UAS, Ibnu mencontek jawaban murid baru tersebut karena ada rasa khawatir, takut, dan cemas posisin sebagai juara dikelas tersebut tergeser
Sebab-sebab orang gelisah :
Sebab-sebab orang gelisah adalah pada hakikatnya orang takut kehilangan hak-hak nya dan cemas ketika kebutuhannya tidak terpenuhi.
Usaha-usaha untuk mengatasi kegelisahan :
Pertama-tama, kita harus tenang.Jika kita tenang, kita bisa berpikir jernih sehingga masalah bisa teratasi. Bila jalan keluar belum ditemui, maka jalan terbaik adalah berserah diri kepada Allah SWT
2.2  APA DAN MENGAPA GELISAH [2]
            Secara lentur, kagelisahan bisa dikatakan sebagai rasa tidak tenteram , rasa selalu khawatir ,rasa tidak tenang ,rasa tidak sabar, cemas,dan semacamnya .Sebagai fenomena universal ,artinya mendera manusia mana pun , gelisahan bisa muncul akibat faktor penyebab yang berbeda-beda .Kegelisahan semacam ini bisa muncul dari antisipasi seseorang.
            Yang kedua ,yaitu heurotik ,dalam satu dan lain kasus ,lebih disebabkan olehb bisikan naluri seseorang .Kegelisahan semacam ini bisa saja timbul akibat munculnya ,rasa takut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan nya.
            Yang ke tiga, Kegelisahan moral biasanya diakibatkan oleh munculnya perasaan bersalah atau malu yang sebenarnya dapat dikendalikan oleh hati nuraninya, kegelisahan moral bersumber pada stuktur kepribadian seseorang .Berbagai kegelisahan atau kecemasan semata-mata menjadi kepastian dunia keilmuan,yang diwakili oleh pemikiran Freud, dokter austria yang gema pengaruhnya mampu menembus disiplin –disiplin Psikologi ,psikiatri,sosiologi ,antropologi,dan bahkan filsafat.seniman memandang alam berbeda dengan pandangan seseorang yang bukan seniman.bahwa setiap seniman adalah seseorang pencari yang tak pernah menemukan,atau seperti seseorang pejalan  yang tak pernah berjalan.Seperti manusia umumnya,seniman  pun di tengah pencarianya selalu merasa  gelisah.Freud, sebagaimana di singung diatas,melihat kondisi objektif yang ada di sekitar manusia bisa menjadi penyebab kegelisahannya.kondisi tertentu ikut berpengaruh terhadap proses kreatifitas sang seniman.
            Jakob Sumardjo memberikan jawabannya teror politik dan partai komunikasi terhadap hidup  kesenian di indonesia sejak permulaan dekade 60-an benar-benar mematikan kreatifitas para seniman indponesia.Banyak sastrawan menulis Dengan nama  samaran,terlebih setelah Maifes Kebudayaan dilarang oleh sukarno, yang lahir dan dibesar-besarkan adalah karya-karya Propaganda yang jatuh menjadi karya-karya kelas tiga.
            Sumber kegelisahan adalah situasi budaya kita yang belum mapan betul.Bangsa kita sedang berbenah diri,menata kembali kebudayaan dirinya di tengah arus budaya ilmiyah sebenarnya dasar dari keresahan budaya para sastrawannya.Sumber kegelisahan ,dalam pandangan Mochtar Lubis melalui novel-novel lainya,tidak lain adalah watak dan karakter pemimpin.berbagai watak dan karakter pemimpin bangsa yang kita kenal.Refleksi dari kepekaansemacam itu memang lebih mudah kita tangkap dari berbagai karya seni,dan terasa berat untuk disampaikan melalui media –media lainya.

2.3  KETERASINGAN [3]
Keterasingan berasal dari kata terasing/asing yang berarti sendiri, tak dikenal orang, tersisih dari pergaulan, terpisah dari yang lain. Jadi, keterasingan adalah hal-hal yang berkenaan dengan tersisih dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Sebab-sebab keterasingan :
1.      Karena sifat/sikap seseorang yang tidak bisa diterima oleh masyarakat. Contoh : perilaku mencuri, bersikap angkuh, sombong
2.      Sikap rendah diri, yaitu merasa dirinya tidak berharga, tidak atau kurang mampu dihadapan orang lain (minder), jadi bukan orang yang lain yang memandang rendah akan tetapi dirinya sendiri. Sikap rendah diri ini bisa disebabkan karena kecacatan fisik pada diri seseorang, status sosial-ekonominya, pendidikan yang rendah, dan kesalahan dalam berbuat.
3.      Kehilangan hak, sebagai contoh ada seorang anak yang bernama Babe memiliki sifat pemarah dan sebentar-sebentar menantang teman-temannya berkelahi. Dia bersikap sedemikian rupa karena Babe ingin dipandang sebagai anak paling hebat dan memiliki nama baik dilingkungan pergaulannya. Dia senantiasa menyombongkan diri bahwa tidak ada anak lain yang kehebatannya mengalahkan dia. Akibatnya dia diajuhi oleh teman-temannya, sehingga dia terasingkan dalam pergaulannya.
Usaha-usaha untuk mengatasi keterasingan :
1.      Jika terjadi karena sikap-sikap seperti sombong, angkuh, pemarah. Cara mengatasinya diperlukan kesadaran yang tinggi pada diri sendiri. Orang bersikap demikian karena mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukannya itu paling benar diantaranya.
2.      Jika karena faktor ketidak percayaan diri (minder) diperlukan banyak belajar dan banyak bergaul di semua kalangan masyarakat, banyak berinteraksi dengan orang.
3.      Jika karena kesalahan yang fatal akibat takut kehilangan haknya atau takut kehilangan nama baiknya. Coba untuk membiasakan diri bergaul seperti sebelum terjadinya kesalahan tersebut.

2.4  KESEPIAN
            Kesepian merupakan keadaan dimana seseorang merasa sunyi, lengang, sepi dan tidak ramai. Kata kesepian berasal dairi kata sepi yang artinya sunyi, lengang, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa dan lain lain[4]. Orang biasanya merasa kesepian di saat tidak mempunyai kegiatan yang berarti dan apa lagi di saat tidak ada orang yang menemani.
Contonya:                                                          
a.       Lina merasa kesepian disaat orang tuanya pergi ke luar kota.
b.      Setelah anaknya yang telah menikah itu memiliki rumah sendiri, ibu ani merasa kesepian.
c.       Karena Pak Parman dan Bu Parman kurang bergaul di tambah keadaan sedang hujan lebat, maka resepsi perkawinan anaknya sepi, tamu kurang sekali.
d.      Para pedagang mengeluh karena resesi ekonomi menyebabkan pembeli kurang sekali dan pasar tampak sepi.
Kesepian pasti setiap orang pernah mengenalinya karena pada dasarnya manusia memiliki rasa tersebut.
1.      Sebab terjadinya kesepian.
Penyebab terjadinya kesepian itu bermacam.Mungkin orang yang merasa kesepian itu adalah orang frustasi. Biasanya orang yang frustasi itu tidak mau di ganggu, ia lebih senang menyendiri dan tidak bisa di ganggu. Ia lebih senang hidup sendiri.
            Contoh:
a.       Pengeran Sindharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian dan keindahan. Karena frustasi menyaksikan kontrakdiksi keadaan di luar istana pergi ke hutan ke tempar yang sunti untuk mencari hakikat hidup.
b.      Ade tidak lulus ujian ia kecewa. Karena ia tak lulus ujian, maka semua rencana ditunda sampai tahun depan. Ade kecewa, ia tinggal di rumah dan tidak mau bergaul dengan teman temanya. Ia lebih senang tinggal  dikamar sendiri.[5]
Apabila di perhatikan sepintas mungkin keterasingan dan kesepian hampir serupa namun sebenarnya tidak sama. keduanya ada hubunganya. Perbedaan keduanya terletak di sebab dan akibat.
      Contoh:
a.       Iwan frustasi lalu pergi, mengasingkan diri dari pergaulan ramai, akibatnya ia merasa kesepian. Sepi dapat berarti situasi sekeliling tidak ada orang, dapat juda berarti sepi dalam hatinya.
b.      Pengeran Sidharta menjauhkan diri dari pegaulan ramai keindahan, dan kemewahan sehingga ia mengalami kesepian.
Menurut contoh di atas kesepian merupakan akibat dari keterasingan dan keterasingan sebagai akibat sombong, angkuh kaku, keras kepala.Sehingga orang tersebut di jauhi oleh teman sepergaulan.Akibatnya orang yang dijauhi itu hidup terasing, terpencil dari keramaian hidup sehingga mereka merasa kesepian.
Biasanya orang yang frustasi cenderung menjauhi pegaulan ramai dan selalu bersikap rendah diri.Berbedadengan orang yang bersikap sombong mereka cenderung mendekati keramaian untuk memamerkan sesuatu pada dirinya. Kebanyakan orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang, merasa dirinya aneh, merasa dirinya tak sempurna, merasa dirinya kurang berharga dibanding akan orang lain akan cenderung menyendiri dan menjauh dari keramaian. Disaat seperti itulah seseorang akan merasa kesepian.
Hidup dalam keterasingan mengakibatkan kesepian pada hakikatnya disebabkan oleh perasaan seseorang yang takut kehilangan hak haknya.
Contoh:
a.       Kekrasana, Narayana, Bratajaya, karena terancam jiwanya, disembunyikan di desa Widarakandang dan diasuh oleh Ki Demang Antagopa dan Nyai Sayopi. Hal ini karena kangsa mengharapkan kerajaan Madura. Dalam persembunyian ini, mereka hidup terasing dari pergaulan, sehingga merasa kesepian
b.      Nabi Ayyub yang dicoba tuhan menderita sakit kulit, dikucilkan di suatu tempat. Karena godaan setan, istrinya tak mau merawat lagi. Akibat pengucilan ini Nabi Ayyub merasa kesepian.
2.      Hidup kesepian akibat takut kehilangan hak kenamaan
Nama baik merupakan harapan setiap orang. Bahkan orang tak takut mati demimenjaga nama baiknya. Meskipun sudah berhati hati menjaganya, seseorang mungkin masih berbuat salah, sehingga nama baiknya tercemar. Seringkali yang berkesangkutan terpaksa hidup mengasingkan diri, sehingga ia merasa kesepian.
Contoh:
a.       Marni karena mendapat “kecelakaan”, sehingga mengasingkan diri. Ia tidak mau bergaul dengan kawan kawanya. Akibatnya ia kesepian.
b.      Karena tersangkut korupsi, tuan Adi tak pernah menampakkan diri karena malu. Akibatnya ia merasa kesepian.[6]
2.5 KETIDAKPASTIAN 7
            Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikiranya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua dikarenakan pikiran tidak dapat konsentrasi.Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacuan pikiran.
            Menurut Siti Meichati dalam bukunya Kesehatan Mental  menerangkan beberapa penyebab seseorang tidak dapat berpikir dengan pasti. Sebab – sebab itu ialah :
a.       Obsesi.
Obsesi merupakan gejalan neuros jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus – menerus, biasanya tentang hal – hal yang tak menyenagkan atau penyebab lain yang tak diketahui oleh penderita.
Contoh :
1.      Seorang kepala bagian suatu instansi karena kurang mampu bekerja merasakan ada pihak yang ingin menjatuhkannya.
2.      Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya dan kawanya yang ingin menjatuhkannya. Pikirannya itu semakin menjadi – menjadi, apalagi setelah ia mengalami kerugian.
b.      Phobie
Merupakan rasa ketakutan yang tak terkendali atau tidak normal terhadap suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab – sebabnya.
Contoh :
1.      Orang yang takut terhadap tempat yang tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus menelusuri jalan mendaki. Sesampainya dipuncak ketinggian, ia ketakutan luar biasa (Acrophobie).
2.      Ada orang yang takut terhadap orang banyak yang sedang berkumpul. (Ochlophobie).
Orang yang dilanda ketakutan itu tidak dapat berpikir.Pikirannya tidak pasti, tidak menentu.
c.       Kompulasi
Merupakan adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan perbuatan – perbuatan yang serupa berulang kali. (neorose)
Contoh :
a.       Keinginan untuk mengambil barang orang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan ia mampu andaikata ingin membelinya. (kleptomanie)
b.      Keinginan minum – minuman keras. Orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaann kecewa, keinginan minumnya tak dapat dibendungnya (dispomanie).
d.      Histeria
Merupakan neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
Contoh :                                                                                              
Neneng, seorang gadis yang cukup manis, suatu hari melihat pacarnya jalan – jalan dengan seorang gadis yang belum pernah dia kenal. Rasa cemburu berkecamuk dihatinya dan setibanya dirumah dia berteriak histeris.

e.       Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
a.       Delusi Perkusi : menganggap adanya keadaan yang jelek disekitarnya. Akibatnya, banyak orang menjauhi.
b.      Delusi keagungan : menanggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti ini biasanya gila jabatan dan menganggap orang disekitanya tidak penting. 
c.       Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyutan atau dikenal dengan nama delirium tremens, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot – otot tak terkuasai lagi.
Contoh:
Mang Cecep, seorang warga kampong, pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk dimintai kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia bergetar dan keringat dinginnya keluar. Ketika ditanya, ia tidak dapat menjawab dan mulutnya gemetaran. Akhirnya, jaksa tak memperoleh kesaksian apa – apa darinya. Untung saja ia tidak jatuh pingsan.
f.       Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
Contoh :
Atang mamang seorang peminum. Bila sedang marah,ia makin banyak minumnya sehingga mabuk dan mengoceh (berbicara) tidak menentu.

g.      Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu, seseorang dapat dipengaruhi oleh emosinya. Sikapnya bisa apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan melampiaskandalam gerakan – gerakan, lari – larian, menyanyi, tertawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak semangat, gelisah resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, atau termenung menyendiri.
Untuk mengatasi atau menghilangkan pikiran yang kacau itu perlu mencari penyebabnya. Andaikata telah diketahui penyebabnya, namun kekacauan pikiran tersebut tidak hilang.
Orang yang sombong, angkuh dan sebagainya setelah menderita atau terkena musibah akan menyadari kesombongannya atau keangkuhannya. Tetapi orang yang kesepian karena gangguan mental harus dibawa ke psikolog karena tidak ada jalan lain yang dapat menyebuhkannya.


2.6 PERBEDAAN ANTARA TANGGUNG JAWAB DAN PENGORBANAN[7]
            Tanggung jawab menurut KBBI adalah  berkewajiban menanggung, memiliki jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab terhadap sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung segala akibatnya. Apabila ada orang yang mengatakan, jika ada yang bertanya ia menanggung jawabnya,maka yang dimaksud orang itu adalah bahwa sekarang ia hanya memberikan jawabanya saja. Sedangkan tindakan atau perbuatanya yang seharusnya dipertanggung jawabkan tidak ia lakukan. Jadi dalam hal ini orang itu hanya sekedar berbicara saja atau hanya sekedar sebagai pertahanan pertama apa yang semestinya dipertanggung jawabkan. 
Macam-Macam Tanggung Jawab
Tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
C. Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab.Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya.Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.
2. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain
Perbedaan Pengabdian Dan Pengorbanan
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas.Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanannya.Antara sesama kawan sulit di katakannya pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut suatu pengabdian.



BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
            Kegelisahan merupakan perasaan gelisah, khawatir, cemas dan takut. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan juga timbul dari keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian.
            Perbedaan antara pengabdian dengan penngorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan, tenaga, biaya, dan waktu.
Saran
            Cara terbaik untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia adalah selalu berdoa meminta ketenangan hati kepada Allah SWT dan selalu bersifat huznuzon kepada Allah, karena apapun yang terjadi didunia ini semata – mata adalah kehendak dari-Nya.



[1] Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal. 144
[2]Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal. 148
[3]Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal. 151
[4]Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal. 156
[5]Ibid, hal. 157
[6]Ahmad mustofa, Ilmu Budaya Dasar, (Bandung, cv pustaka setia, 1999), hal.158
7Ahmad Mustofa, Ilmu Budaya Dasar, (Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal.159
[7]Ahmad Mustofa, ilmu budaya dasar, ( Bandung, cv pustaka setia, 1999 ), hal. 165

No comments:

Post a Comment