Friday, May 17, 2019

REKRUTMEN TENAGA KERJA


A.    Pendahuluan
            Tenaga kerja pada umumnya adalah aset terpenting pada sebuah instansi atau perusahaan. Tanpa adanya tenaga kerja maka sebuah instansi atau perusahaan tidak akan berjalan. Oleh sebab itu untuk memenuhi tenaga kerja yag ada sebuah instansi atu perusahaan akan melakukan perekrutan tenaga kerja. Biasanya perekrutan tenaga kerja ini di lakukan setelah ada posisi yang kosong di sebuah perusahaa atau instansi.
Rekrutmen tenaga kerja sendiri merupakan proses mendapatkan calon tenaga kerja. Rekruten sendiri memilih calon tenaga kerja yang cocok dan berkualitas untuk mengisi posisi kosong yang ada di perusahaan atau instansi tersebut. Pelaksanaan rekrutmen dan seleksi merupakan tugas yang sangat penting dan membutuhkan tanggung jawab yang besar. Hal ini karena SDM yang akan digunakan perusahaan bergantung pada prosedur rekrutmen dan seleksi dilaksanakan.
Perekrutmen tenaga kerja suatu instansi atau perusahaan biasanya tidak akan lepas dari MSDM. MSDM sangat diperlukan karena MSDM memberikan kontribusi atas suksesnya perusahaan. Salah satu tugas MSDM haruslah bisa merencanakan dan menganalisis SDM yang ada.
Dalam Proses rekrutmen akan dilakukan dalam proses perekrutan tenaga kerja akan dilakukan seleksi karena banyaknya SDM yang ada. bila SDM memenuhi persyaratan dan cocok berkualitas untuk pekerjaan itu maka dia lolos dalam proses rekrutmen tenaga kerja. proses rekrutmen tenaga kerja pun sangat panjang berlangsung dari Mulai pencarian pelamar hingga pelamar masuk dalam lingkungan kerja. tujuan diadakannya rekrutmen tenaga kerja adalah memenuhi lowongan lowongan pekerjaan yang yang ada di suatu instansi atau perusahaan.
B.     Pembahasan
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersam perusahaan, karyawan dan masyarakat. Unsur MSDM adalah manusia dan didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan Iain-Iain. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhisecara langsung sumber daya manusianya.
1.    Pengertian Rekrutmen
Pada hakikatnya menurut Hadari Nawawi rekrutmen memiliki arti sebagai suatu proses dalam mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja baik untuk jabatan atau pekerjaan yang utamanya berada dilingkungan suatu organisasi atau perusahaan[1]. Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jakcson rekruitmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada[2].
Rekruitmen merupakan langkah awal dalam menerima tenaga kerja yang memanfaatkan potensi yang dimiliki sumber daya manusia. Proses rekruitmen dilakukan dilalui beberapa tahap diantaranya adalah proses;[3]
a.       Ketidakmampuan dari sumber daya manusia untuk berkembang ke arah yang lebih baik atau ke arah kemajuan dikarenakan pola pikir manusia yang cenderung untuk sulit berkembang.
b.      Keadaan pasar tenaga kerja yang dianggap kurang bisa meluas serta jangkauan yang berdampak pada hasil akhir.
c.       Kerasnya persaingan dalam memperebutkan pekerjaan bahkan diantara tenaga-tenaga yang berkualitas semakin lebih ketat persaingan tersebut. Sehingga tenaga kerja yang berkualitas di nomor dua dijadikan tenaga kerja dengan prioritas nomor dua.
d.      Keadaan ekonomi yang cenderung naik turun. Apabila keadaan ekonomi suatu ketika baik atau stabil maka jumlah penarikan sumber daya manusia juga akan mengikuti alurnya dengan berkembang pesat. Namun jika keadaan ekonomi saat ini cenderung di bawah menjadikan penarikan atau rekrutmen sumber daya manusia berkurang bahkan tidak menutup kemungkinan banyak PHK yang terjadi.
e.       Persyaratan-persyaratan yang mempersulit proses rekrutmen tenaga kerja karena tidak semua memiliki ketrampilan yang sama dan ini akan lebih menyulitkan tenaga kerja yang tidak terampil.
f.       Adanya kebiasaan-kebiasaan pelaku rekruitmen kerja yang memungkinkan tenaga kerja tidak tersaring secara profesional karena ada faktor X dibelakangnya.
g.      Munculnya teknologi baru yang lebih canggih yang menjadikan sumber daya manusia tidak lagi dibutuhkan.

2.      Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran oleh pelamar. Oleh karena itulah rekrutmen sebagai salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan kegiatan yang lain seperti deskripsi dan spesifikasi pekerjaan atau jabatan sebagai hasil analisis pekerjaan atau jabatan yang memberikan gambaran tentang tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan. Proses rekrutmen ini adalah proses mencari, menemukan, mengajak dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun dari luar perusahaan sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia. Hasil yang didapatkan dari proses rekrutmen adalah sejumlah tenaga kerja yang akan memasuki proses seleksi, yakni proses untuk menentukan kandidat yang mana yang paling layak untuk mengisi jabatan tertentu yang tersedia di perusahaan, setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar-pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai berbagai informasi perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Sedangkan perusahaan atau organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang pelamar-pelamar tersebut sebelum diangkat menjadi karyawan. Beberapa Alasan Dilakukan Rekrutmen adalah sebagai berikut:
a.                   Berdirinya organisasi baru
b.                   Adanya perluasan (ekspansi) kegiatan organisasi
c.                   Terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan-kegiatan
d.                  Baru Adanya pekerjaan yang pindah ke organisasi lain
e.                  Adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat maupun tidak dengan hormat
f.                    Adanya pekerja yang berhenti karena memasuki usia pensiun, dan
g.                   Adanya pekerja yang meninggal dunia.

3.      Tujuan Rekrutmen
Menurut Henry Simamora,  tujuanrekrutmen antara lain:[4]
a.       Untuk memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.
b.      Tujuan pasca pengangkatan (post-hiring goals) adalah penghasilan karyawan-karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk akal.
c.       Upaya-upaya perekrutan hendaknya mempunyai efek luberan (spillover effects) yakni citra umum organisasi haruslah menanjak, dan bahkan pelamar-pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan-kesan positif terhadap perusahaan.
Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Meskipun tujuannya terdengar sangat sederhana, proses tersebut ternyata sangat kompleks, memakan waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit dan sangat terbuka peluang untuk melakukan kesalahan dalam menentukan orang yang tepat. Kesalahan dalammemilih orang yang tepat sangat besar dampaknya bagi perusahaan atau organisasi. Hal tersebut bukan saja karena proses rekrutmen & seleksi itu sendiri telah menyita waktu, biaya dan tenaga, tetapi juga karena menerima orang yang salah untuk suatu jabatan akan berdampak pada efisiensi, produktivitas, dan dapat merusak moral kerja pegawai yang bersangkutan dan orang-orang di sekitarnya.
4.      Proses Pelaksanaan Rekrutmen
Beberapa langkah atau tahapan dalam proses pelaksanaan rekrutmen dan seleksi antara lain:
1.      Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapa jumlah tenaga yang diperlukan.
Proses rekrutmen dimulai saat adanya bidang pekerjaan baru di perusahaan, karyawan dipindahkan atau dipromosikan ke posisi lain, mengajukan permintaan pengunduran dirt adanya PHK, atau karena pensiun yang direncanakan. Dengan melihat dinamika dari beberapa hal tersebut dan mencocokkannya dengan perencanaan sumber daya manusia yang sudah tersusun (jika ada) maka akan diketahui jabatan apa saja yang sedang lowong dan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut.
2.      Mencari informasi jabatan melalui analisis jabatan.
Untuk memperoleh uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job spesification) sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan yang harus dibuat secara hati-hati dan sejelas mungkin agar dalam penerapannya tidak ditemui berbagai kerancuan yang mengganggu proses selanjutnya.
3.      Menentukan sumber kandidat yang tepat
Dua alternatif untuk mencari kandidat yakni dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan. Jika diambil dari dalam, apabila kebutuhan staf untuk masa yang akan datang telah direncanakan, maka perlu juga diketahui siapa kira-kira karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. Jika kandidat harus dicari dari luar perusahaan maka perlu dipertimbangkan dengan cermat metode rekrutmen yang tepat untuk mendapatkan kandidat tersebut.
4.      Memilih metode-metode rekrutmen yang paling tepat untuk jabatan.
Metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam melakukan rekrutmen seperti iklan, employee referrals, walk-ins dan write-ins, Depnakertrans, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga pendidikan, organisasi buruh, dan lain sebagainya. Perusahaan juga dapat memilih lebih dari satu metode, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Metode perekrutan akan berpengaruh besar.

5.      Langakah dan Tahapan Rekrutmen
Beberapa langkah atau tahapan dalam proses pelaksanaan rekrutmen dan seleksi antara lain:[5]
a.       Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapajumlah tenaga yang diperlukan.
b.      Mencari informasi jabatan melalui analisis jabatan
c.       Menentukan sumber kandidat yang tepat
d.      Memilih metode-metode rekrutmen yang palingtepat untuk jabatan.
e.       Memanggil kandidat-kandidat yang memenuhipersyaratan jabatan.
f.       Menyaring / menyeleksi kandidat.
g.      Membuat penawaran kerja.
h.      Mulai bekerja.

6.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Rekrutmen
Beberapa faktor, yang mempengaruhi apabila pencarian kebutuhan tenaga baru dari luar perusahaan akan dipengaruhi yaitu :
a.       Kondisi ekonomi negara secara umum.yang relatif sulit, maka biasanya akan terjadi oversupply atau calon pekerja jauh lebih besar dibanding jumlah permintaan. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan relatif lebih mudah untuk mencari karyawan baru, sebab para pelamar kerjamelimpah.
b.      Ketersediaan tenaga kerja pada bidang yang dicari. Jika bidang yang dicari merupakan bidang yang tergolong langka, maka perusahaan akan lebih sulit dalam memenuhi kebutuhan karyawannya. Misal, bidang teknologi komputer, atau bidang cellular engineering.
c.       Reputasi perusahaan; Suatu perusahaan cenderung akan lebih mudah mencari dan merekrut the best people, jika perusahaan itu memiliki reputasi bagus, sehingga the best graduates akan berlomba-lomba bekerja diperusahaan tersebut.

C.    Kesimpulan
Rekrutmen merupakan proses dalam mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang berada dilingkungan suatu organisasi atau perusahaan. Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Langkah proses pelaksanaan rekrutmen adalah mengidentifikasi, mencari menentukan, memilih, memanggil, menyeleksi, membuat, mulai bekerja. Faktor yang mempengaruhi pencarian kebutuhan tenaga baru dari luar perusahaan akan dipengaruhi yaitu a. Kondisi ekonomi negara secara umum. b. Ketersediaan tenaga kerja pada bidang yang dicari. c. Reputasi perusahaan.
Daftar Pustaka
Henry Simamora. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. STIE YKPN, Edisi Kedua, Yogyakarta.
Maskan, Mohammad, Dkk. 2018. Kewirausahaan. Pelinema Press: Malang.
Nawawi, Hadari. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif. Cetakan Keempat. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Randal S. Schuler dan Susan E. Jackson. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku Satu. Edisi Indonesia. PT Salemba Empat, Jakarta.
Setiani, Baiq. Kajian Sumber Daya Manusia Dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Di Perusahaan. Jurnal Ilmiah WIDYA. Volume 1 Nomor 1 Mei-Juni 2013. Diakses tanggal 15 maret 2019. https://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/106/93


[1] Nawawi, Hadari. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif.Cetakan Keempat. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hal. 169
[2] Randal S. Schuler dan Susan E. Jackson, 1997, Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku Satu, Edisi Indonesia. PT Salemba Empat, Jakarta. Hal. 227
[3] Maskan, Mohammad, Dkk. 2018. Kewirausahaan. Pelinema Press: Malang. Hal. 167 – 172.
[4] Henry Simamora. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE YKPN, Edisi Kedua, Yogyakarta. Hal. 214.
[5] Setiani, Baiq. Kajian Sumber Daya Manusia Dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Di Perusahaan. Jurnal Ilmiah WIDYA. Volume 1 Nomor 1 Mei-Juni 2013. Diakses tanggal 15 maret 2019. https://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/106/93

No comments:

Post a Comment