Friday, May 17, 2019

Philosophy Of Politics Earth In Indonesia


Philosophy Of Politics Earth In Indonesia

Geopolitik Indonesia diartikan kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan letak bumi terdiri atas berbagai Pulau antara silang dunia, sebagai wilayah hidup dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional. Untuk mewujudkan tujuan nasional geopolitik, politik yang tidak lepas dari pengaruh letak dan kondisi geografis bumi yang menjadi wilayah hidup politik dalam ketatanegaraan berdasarkan tiga hal yaitu Bagaimana menyatukan bangsa dan usahanya, Bagaimana cara pemerintahan dengan bangsa yang majemuk dan bagaimana menyejahterakan bangsa dan rakyatnya. Politik ketatanegaraan yang berdasarkan pengaruh geografis bumi, maka yang penting adalah manusia yang hidup di atas bumi itulah berperan sebagai penentu terhadap bumi tempatnya berada. Sehingga geopolitik adalah ilmu tentang pengaruh faktor faktor geografi terhadap ketatanegaraan menurut Frederich ratzel (1844-1904).  Ia adalah Perintis pertama kali geopolitik beliau menyatakan dalam bukunya political georaphy (1897) bahwa negara merupakan organisme yang hidup dan supaya dapat hidup subur dan kuat maka memerlukan ruang untuk hidup dalam bahasa Jerman disebut lebensraum (Bakry : 2014).
Sedangkan geopolitik menurut Pancasila adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi geografis suatu negara dengan memanfaatkan keuntungan letak geografis tersebut, untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan nasional dan penentuan penentuan kebijaksanaan secara ilmiah berdasar realita yang ada dengan cita-cita bangsa. Istilah geopolitik untuk bangsa Indonesia dipopulerkan pertama kali oleh Ir. Soekarno. Pada pidatonya di hadapan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyatakan sebagai berikut :  Marilah saya uraikan lebih jelas dengan mengambil tempo sedikit : Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya bangsa? Menurut Renan, syarat bangsa adalah kehendak akan bersatu......... Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita, tanah air kita? menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita. Indonesia yang bulat, bukan Jawa saja, bukan Sumatera aja, atau Borneo aja atau Selebes saja, atau Ambon saja, atau Maluku saja tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah swt menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua Samudera, itulah Tanah Air kita! (Risalah sidang BPUPKI dan PPKI, 1998).
Berdasarkan pidato tersebut, berdasarkan geopolitik, wilayah Indonesia adalah satu kesatuan wilayah dari Sabang sampai Merauke, yang terletak antara dua samudera dan dua benua. Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air itulah yang membentuk semangat dan wawasan kebangsaan, yaitu sebagai bangsa yang bersatu. Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib, jiwa untuk bersatu dan kehendak untuk bersatu serta adanya kesatuan wilayah yang sebelumnya, bernama Nusantara.
Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia dalam wujudnya akan merupakan sebagai suatu gejala sosial yang bergerak dalam menyelenggarakan dan menjamin kelangsungan hidup seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan dasar persatuan bangsa Indonesia yang telah terkandung dalam ajaran Pancasila.
                Jadi sejarah politik di indonesia di populerkan oleh bung karno dalam pidatonya dalam risalah sidang BPUPKI dan geopolitik erat hubunganya dengan wawasan nusantra. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional berarti bahwa wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.

No comments:

Post a Comment