Philosophy Of
Politics Earth In Indonesia
Geopolitik
Indonesia diartikan kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
letak bumi terdiri atas berbagai Pulau antara silang dunia, sebagai wilayah
hidup dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional. Untuk mewujudkan
tujuan nasional geopolitik, politik yang tidak lepas dari pengaruh letak dan
kondisi geografis bumi yang menjadi wilayah hidup politik dalam ketatanegaraan
berdasarkan tiga hal yaitu Bagaimana menyatukan bangsa dan usahanya, Bagaimana
cara pemerintahan dengan bangsa yang majemuk dan bagaimana menyejahterakan
bangsa dan rakyatnya. Politik ketatanegaraan yang berdasarkan pengaruh
geografis bumi, maka yang penting adalah manusia yang hidup di atas bumi itulah
berperan sebagai penentu terhadap bumi tempatnya berada. Sehingga geopolitik
adalah ilmu tentang pengaruh faktor faktor geografi terhadap ketatanegaraan
menurut Frederich ratzel (1844-1904). Ia
adalah Perintis pertama kali geopolitik beliau menyatakan dalam bukunya
political georaphy (1897) bahwa negara merupakan organisme yang hidup dan
supaya dapat hidup subur dan kuat maka memerlukan ruang untuk hidup dalam
bahasa Jerman disebut lebensraum (Bakry : 2014).
Sedangkan
geopolitik menurut Pancasila adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang
berhubungan dengan konstelasi geografis suatu negara dengan memanfaatkan
keuntungan letak geografis tersebut,
untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan nasional dan penentuan penentuan
kebijaksanaan secara ilmiah berdasar realita yang ada dengan cita-cita bangsa. Istilah
geopolitik untuk bangsa Indonesia dipopulerkan pertama kali oleh Ir. Soekarno.
Pada pidatonya di hadapan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Soekarno
menyatakan sebagai berikut : Marilah saya uraikan lebih jelas
dengan mengambil tempo sedikit : Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya
bangsa? Menurut Renan, syarat bangsa adalah kehendak akan bersatu......... Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita, tanah air
kita? menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita. Indonesia yang
bulat, bukan Jawa saja, bukan Sumatera aja, atau Borneo aja atau Selebes saja,
atau Ambon saja, atau Maluku saja tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh
Allah swt menjadi satu kesatuan antara dua benua dan dua Samudera, itulah
Tanah Air kita! (Risalah sidang BPUPKI dan PPKI, 1998).
Berdasarkan
pidato tersebut, berdasarkan geopolitik, wilayah Indonesia adalah satu kesatuan
wilayah dari Sabang sampai Merauke, yang terletak antara dua samudera dan dua
benua. Kesatuan antara bangsa Indonesia dengan wilayah tanah air itulah yang
membentuk semangat dan wawasan kebangsaan, yaitu sebagai bangsa yang bersatu.
Rasa kebangsaan Indonesia dibentuk oleh adanya kesatuan nasib, jiwa untuk
bersatu dan kehendak untuk bersatu serta adanya kesatuan wilayah yang
sebelumnya, bernama Nusantara.
Wawasan
nusantara sebagai geopolitik Indonesia dalam wujudnya akan merupakan sebagai
suatu gejala sosial yang bergerak dalam menyelenggarakan dan menjamin
kelangsungan hidup seluruh bangsa dan negara Indonesia untuk mewujudkan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan dasar persatuan bangsa
Indonesia yang telah terkandung dalam ajaran Pancasila.
Jadi sejarah politik di indonesia di
populerkan oleh bung karno dalam pidatonya dalam risalah sidang BPUPKI dan
geopolitik erat hubunganya dengan wawasan nusantra. Wawasan nusantara sebagai
konsepsi ketahanan nasional berarti bahwa wawasan nusantara dijadikan konsep
dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
No comments:
Post a Comment