Friday, May 17, 2019

Layanan Jasa Pemanfaatan Sumber-Sumber Informasi


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Layanan Perpustakaan
Perpustakaan hanya memberikan informasi dan sumber informasi kepada siapa saja yang membutuhkannya. Informasi bukanlah kategori yang bisa di lihat. Hanya wadahnya yang bisa dilihat. Jasa yang diberikan perpustakaan bersifat sosial. Artinya perpustakaan tidak bertujuan mencari keuntungan. Perpustakaan memberikan jasa layanan pemanfaatan segala koleksi yang dimilikinya kepada masyarakat atau pemustaka. Perpustakaan yang bersifat sosial ini, diuraikan oleh Sheila Ritchie tentang misi perpustakaan yang pada hakikatnya adalah untuk memberikan manfaat bagi setiap orang yang membutuhkan. Contoh yang jelas adalah pada perpustakaan umum. Perpustakaan umum bertujuan melayani segenap anggota masyarakat secara umum akan informasi yang bersifat edukatif, rekreatif, dan budaya melalui penyediaan dan pemberian pelayanan bahan-bahan tercetak dan terekam.[1]

B.     Layanan Jasa Pemanfaatan Sumber-Sumber Informasi
1.      Layanan Informasi melalui Pemanfaatan Buku-buku Fiksi
Buku fiksi adalah buku yang isinya berupa cerita rekaan dan tidak berdasarkan kenyataan. Buku fiksi dapat dibaca oleh semua kalangan. Namun tema atau buku yang dibaca harus sesuai dengan usia seseorang. Jenis buku ini sangat populer di kalangan masyarakat. Karena memiliki sifat yang menghibur. Dengan adanya koleksi buku fiksi, akan meningkatkan jumlah pengguna perpustakaan.
2.      Layanan Informasi Melalui Koneksi Buku-Buku Nonfiksi
Buku nonfiksi adalah buku yang isinya berupa cerita berdasarkan fakta atau kenyataan. Informasi yang terkandung di dalamnya berupa data, fakta, ataupun keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Buku nonfiksi dibagi menjadi dua macam:
a.       Buku Teks atau buku Pelajaran
Buku teks adalah buku yang membahas suatu bidang ilmu tertentu yang ditulis dengan tujuan memudahkan pencapaian proses belajar mengajar. Tujuan disusunnya buku teks adalah untuk memudahkan komunikasi antara siswa dengan guru, maka setiap teks dilengkapi sejumlah daftar pertanyaan yang berfungsi sebagai evaluasi terhadap pembacanya.
b.      Buku Referensi
Buku referensi disebut juga sebagai buku acuan. Buku referensi adalah buku yang isi maupun penyajiannya bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat khusus. Macam-macam buku referensi yaitu
1.      Kamus
2.      Ensiklopedia
3.      Buku tahunan (yearbook)
4.      Buku pedoman
5.      Direktori
6.      Almanak
7.      Bibliografi
8.      Katalog
9.      Indeks
10.  Abstrak
11.  Atlas
12.  Penerbitan pemerintah
13.  Laporan hasil penelitian
14.  Petunjuk perjalanan
3.      Layanan Informasi Melalui Koleksi Media Cetak Non Buku
Yang dimaksud koleksi media cetak non buku adalah segala macam penerbitan cetak, tetapi bukan berbentuk buku. Misalnya, surat kabar, majalah, brosur, pamflet dan lainnya. Terdapat perbedaan-perbedaan yang menarik diantaranya sifat kemukhtahiran dari media ini lebih menonjol dibandingkan karya-karya lain termasuk buku. Jika buku teks dan ensiklopedia memuat informasi yang sudah terjadi, jenis koleksi ini memuat informasi yang mutakhir. Beberapa contoh  koleksi media non cetak:
a.       Terbitan berkala
b.      Pamflet
c.       Brosur
d.      Surat kabar
e.       Gambar atau lukisan
4.      Layanan Informasi Melalui Koleksi Media Elektronik Audiovisual
Informasi yang dikandung dalam media audiovisual ini bermacam-macam. Misalnya, video, televisi, dan film. Dalam kajian akademik, kehadiran media audiovisual sangat dibutuhkan. Di dunia pendidikan dan instruksional, kehadiran media ini sangat membantu dalam meraih capaian-capaian pendidikan. Daya serap seseorang dalam mengingat dan belajar melalui media, yang paling besar adalah unsur audiovisual. Media ini biasanya terdapat di perpustakaan besar. Berikut ini beberapa contoh yang tergolong ke dalam jenis koleksi media audiovisual, baik yang hanya menggunakan unsur audio saja, visual saja, maupun gabungan keduanya:
a.       Audiorecord: semua jenis rekaman suara, seperti piringan hitam, pita suara (tape), dan kawat suara (wire).
b.      Microform: Kartu berlubang, microfilm, microfis, dan microrider.
c.       Videorecord: kaset video dan videodisc.
d.      Gambar: fotokopi, lukisan, dan seni grafis.
Komputer dan Internet
Di perpustakaan-perpustakaan besar sudah menggunakan komputer dan internet untuk berbagai keperluan. Komputer juga digunakan dalam sebagian besar program-program perpustakaan, yaitu dalam bidang administrasi ketatausahaan, dalam bidang pengelolaan informasi, dalam bidang pengadaan bahan, dan dalam bidang pelayanan informasi. Keberadaan komputer juga memudahkan pelaksanaan sistem berbagi informasi antar perpustakaan, dengan dukungan internet. Kecepatan dalam mendapat informasi juga menjadi salah satu keuntungan memakai komputer. Informasi yang disimpan dalam komputer sangat beragam. Bisa dalam bentuk teks, foto, video atau bentuk lainnya. dilihat dari fungsinya sebagai alat untuk menyimpan dan mengolah data maka komputer bisa disebut sebagai sumber informasi berskala besar.
5.      Layanan Jasa Penelusuran Informasi
Disebut dengan layanan jasa penelusuran informasi  karena hal ini mengacu pada konsep dasar pelayanan perpustakaan yang berorientasi pemberian jasa di bidang informasi.
6.      Layanan Jasa Informasi Rujukan
Perpustakaan memberikan layanan rujukan atau referensi kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dengan jawaban spesifik.  misalnya yang termasuk kedalam jenis pelayaran ini adalah kegiatan para petugas perpustakaan dalam memberikan berbagai informasi kepada pengunjung, yaitu antara lain:
a.       Menjawab setiap pertanyaan pengunjung berkenaan dengan masalah yang dihadapi, mengenai informasi yang dibutuhkan.
b.      Menjelaskan kemanfaatan berbagai jenis koleksi yang ada di perpustakaan.
c.       Menunjukkan berbagai informasi yang bermanfaat bagi pengunjung melalui bahan koleksi referensi yang tersedia di perpustakaan.
Pelayanan referensi berkisar antara adanya pertanyaan dari pengunjung dan jawaban oleh pustakawan baik jawaban berupa pertanyaan pengunjung, maupun halnya dengan bantuan cara mendapatkan jawaban yang lebih baik dari yang terdapat di perpustakaan.
7.      Layanan Jasa Konsultasi Komunikasi dan Informasi
Jasa konsultasi dalam hal ini tentu saja mengenai berbagai macam informasi dan sumber-sumbernya. Perpustakaan dalam hal konsultasi informasi ini adalah perencanaan mendirikan suatu gedung perpustakaan. Segala aspek tentang tata letak kapasitas gedung dan ruangnya serta aspek-aspek lain yang menyangkut segala tentang perpustakaan dengan segala persyaratannya. Perpustakaan-perpustakaan yang relatif lebih maju biasanya memberikan jasa konsultasi kepada perpustakaan-perpustakaan kecil yang masih perlu ditingkatkan. Perpustakaan perguruan tinggi misalnya dari memberikan jasa konsultasi dalam berbagai bentuk kepada sejumlah perpustakaan kecil semisal perpustakaan sekolah dan perpustakaan disadap perpustakaan yang masih butuhkan pembinaan. Di perguruan tinggi konsultasi di perpustakaan biasanya dikaitkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tri dharma perguruan tinggi, mengadakan kegiatan kegiatan dan memberikan jasa kelulusan senam perpustakaan ke beberapa daerah yang membutuhkan jasa akuntan di bidang pengelolaan perpustakaan

8.      Layanan Jasa Pelatihan dan Penyuluhan
Perpustakaan perpustakaan yang sudah lebih maju juga sering mengadakan kegiatan pelatihan dan penyuluhan mengenai perpustakaan kepada perpustakaan yang masih perlu ditingkatkan pembinaannya.Contoh nyata dari adanya kegiatan pelatihan dan penyuluhan bidang perpustakaan ini antara lain adalah yang hampir selalu dilakukan oleh perpustakaan nasional RI berikut tingkat provinsi maupun nasional peserta pelatihan dan menelan ini umumnya berasal dari perpustakaan pusat instalasi dan perpustakaan terpisahkan umum yang berada di daerah tingkat 2 kabupaten sikka perpustakaan kesusahan sekolah di berbagai tingkatan.
9.      Layanan Jasa Peminjaman Koleksi dan Sumber-sumber Informasi
Jasa peminjaman koleksi adalah pelayanan yang diberikan per perpustakaan kepada pengguna dalam bentuk meminjamkan koleksi atau sumber-sumber informasi selama beberapa waktu.Proses peredaran koleksi perpustakaan yang dimulai dari perpustakaan dipinjam oleh pengguna dan dibaca di rumah kemudian dikembalikan lagi ke perpustakaan. Pada dasarnya perpustakaan bersifat sosial dan segala jenis informasi dan sumber-sumber informasinya bebas dimanfaatkan oleh masyarakat namun pada pelaksanaannya ditentukan oleh berbagai aturan dan kebijakan.Pada lingkungan lembaga perpustakaan pun bisa dimanfaatkan informasinya dan sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan tersebut dengan mengikuti prosedur dan aturan tertentu.
10.  Layanan Jasa Fotokopi dan Reproduksi Informasi
Perpustakaan yang relatif sudah memadai dan mampu biasanya menyediakan fasilitas pelayanan fotocopy bagi pengguna yang membutuhkannya. Hal ini dilakukan kepada berbagai jenis koleksi yang sifatnya tidak bisa dipinjamkan secara langsung kepada penggunannya, karena bersifat langka atau termasuk ke dalam jenis koleksi khusu. Jenis koleksi khusus dan langkamemang tidak boleh dipinjamkan untuk dibawa keluar perpustakaan jika pengguna sangat membutuhkan informasi yang kebetulan ada pada jenis koleksi ini maka pihak perpustakaan biasanya mengambil kebijakan untuk memfotocopykannya untuk pengguna dengan biaya yang ditentukan. Dalam hal reproduksi dan fotokopi ini perpustakaan perlu juga memperhatikan masalah perlindungan hak milik intelektual, yang sudah dilindungi melalui undang-undang hak cipta. Karena jika perusahaan atau lembaga ilmu pengetahuan dan komersial memperbanyak model fotocopy satu karya untuk keperluan mengganti bukannya secara terbatas maka dianggap bukan pelanggaran hak cipta.
K. Layanan Jasa Penyediaan Fasilitas
Fasilitas penunjang perpustakaan secara keseluruhan adalah fasilitas bermakna fungsional terhadap pemanfaatan sumber-sumber informasi di perpustakaan. segala peralatan yang disediakan oleh perpustakaan berfungsi sebagai fasilitas untuk memudahkan pemanfaatan koleksi informasi dan sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan. Penataan ruangan perpustakaan yang bersifat kondusif bagi pengguna untuk belajar  di perpustakaan dapat memperlancar pemanfaatan koleksi informasi dan sumber-sumber informasi diperpustakaan.



[1] Yusup, Pawit M. 2016. Ilmu Informasi, Komunikasi dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara. Hlm. 219


No comments:

Post a Comment