BAB II
PEMBAHASAN
A. Layanan
Perpustakaan
Perpustakaan hanya memberikan informasi dan sumber
informasi kepada siapa saja yang membutuhkannya. Informasi bukanlah kategori
yang bisa di lihat. Hanya wadahnya yang bisa dilihat. Jasa yang diberikan
perpustakaan bersifat sosial. Artinya perpustakaan tidak bertujuan mencari
keuntungan. Perpustakaan memberikan jasa layanan pemanfaatan segala koleksi
yang dimilikinya kepada masyarakat atau pemustaka. Perpustakaan yang bersifat
sosial ini, diuraikan oleh Sheila Ritchie tentang misi perpustakaan yang pada
hakikatnya adalah untuk memberikan manfaat bagi setiap orang yang membutuhkan.
Contoh yang jelas adalah pada perpustakaan umum. Perpustakaan umum bertujuan
melayani segenap anggota masyarakat secara umum akan informasi yang bersifat
edukatif, rekreatif, dan budaya melalui penyediaan dan pemberian pelayanan
bahan-bahan tercetak dan terekam.[1]
B. Layanan
Jasa Pemanfaatan Sumber-Sumber Informasi
1. Layanan
Informasi melalui Pemanfaatan Buku-buku Fiksi
Buku fiksi adalah buku
yang isinya berupa cerita rekaan dan tidak berdasarkan kenyataan. Buku fiksi
dapat dibaca oleh semua kalangan. Namun tema atau buku yang dibaca harus sesuai
dengan usia seseorang. Jenis buku ini sangat populer di kalangan masyarakat.
Karena memiliki sifat yang menghibur. Dengan adanya koleksi buku fiksi, akan
meningkatkan jumlah pengguna perpustakaan.
2. Layanan
Informasi Melalui Koneksi Buku-Buku Nonfiksi
Buku nonfiksi adalah
buku yang isinya berupa cerita berdasarkan fakta atau kenyataan. Informasi yang
terkandung di dalamnya berupa data, fakta, ataupun keterangan yang bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Buku nonfiksi dibagi menjadi dua macam:
a. Buku
Teks atau buku Pelajaran
Buku teks adalah buku
yang membahas suatu bidang ilmu tertentu yang ditulis dengan tujuan memudahkan
pencapaian proses belajar mengajar. Tujuan disusunnya buku teks adalah untuk
memudahkan komunikasi antara siswa dengan guru, maka setiap teks dilengkapi
sejumlah daftar pertanyaan yang berfungsi sebagai evaluasi terhadap pembacanya.
b. Buku
Referensi
Buku referensi disebut
juga sebagai buku acuan. Buku referensi adalah buku yang isi maupun
penyajiannya bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat
khusus. Macam-macam buku referensi yaitu
1. Kamus
2. Ensiklopedia
3. Buku
tahunan (yearbook)
4. Buku
pedoman
5. Direktori
6. Almanak
7. Bibliografi
8. Katalog
9. Indeks
10. Abstrak
11. Atlas
12. Penerbitan
pemerintah
13. Laporan
hasil penelitian
14. Petunjuk
perjalanan
3. Layanan
Informasi Melalui Koleksi Media Cetak Non Buku
Yang
dimaksud koleksi media cetak non buku adalah segala macam penerbitan cetak,
tetapi bukan berbentuk buku. Misalnya, surat kabar, majalah, brosur, pamflet
dan lainnya. Terdapat perbedaan-perbedaan yang menarik diantaranya sifat
kemukhtahiran dari media ini lebih menonjol dibandingkan karya-karya lain
termasuk buku. Jika buku teks dan ensiklopedia memuat informasi yang sudah
terjadi, jenis koleksi ini memuat informasi yang mutakhir. Beberapa contoh koleksi media non cetak:
a. Terbitan
berkala
b. Pamflet
c. Brosur
d. Surat
kabar
e. Gambar
atau lukisan
4. Layanan
Informasi Melalui Koleksi Media Elektronik Audiovisual
Informasi
yang dikandung dalam media audiovisual ini bermacam-macam. Misalnya, video,
televisi, dan film. Dalam kajian akademik, kehadiran media audiovisual sangat
dibutuhkan. Di dunia pendidikan dan instruksional, kehadiran media ini sangat
membantu dalam meraih capaian-capaian pendidikan. Daya serap seseorang dalam
mengingat dan belajar melalui media, yang paling besar adalah unsur
audiovisual. Media ini biasanya terdapat di perpustakaan besar. Berikut ini
beberapa contoh yang tergolong ke dalam jenis koleksi media audiovisual, baik
yang hanya menggunakan unsur audio saja, visual saja, maupun gabungan keduanya:
a. Audiorecord:
semua jenis rekaman suara, seperti piringan hitam, pita suara (tape), dan kawat
suara (wire).
b. Microform:
Kartu berlubang, microfilm, microfis, dan microrider.
c. Videorecord:
kaset video dan videodisc.
d. Gambar:
fotokopi, lukisan, dan seni grafis.
Komputer dan Internet
Di
perpustakaan-perpustakaan besar sudah menggunakan komputer dan internet untuk
berbagai keperluan. Komputer juga digunakan dalam sebagian besar
program-program perpustakaan, yaitu dalam bidang administrasi ketatausahaan,
dalam bidang pengelolaan informasi, dalam bidang pengadaan bahan, dan dalam
bidang pelayanan informasi. Keberadaan komputer juga memudahkan pelaksanaan
sistem berbagi informasi antar perpustakaan, dengan dukungan internet.
Kecepatan dalam mendapat informasi juga menjadi salah satu keuntungan memakai
komputer. Informasi yang disimpan dalam komputer sangat beragam. Bisa dalam
bentuk teks, foto, video atau bentuk lainnya. dilihat dari fungsinya sebagai
alat untuk menyimpan dan mengolah data maka komputer bisa disebut sebagai
sumber informasi berskala besar.
5. Layanan
Jasa Penelusuran Informasi
Disebut
dengan layanan jasa penelusuran informasi
karena hal ini mengacu pada konsep dasar pelayanan perpustakaan yang
berorientasi pemberian jasa di bidang informasi.
6. Layanan
Jasa Informasi Rujukan
Perpustakaan
memberikan layanan rujukan atau referensi kepada masyarakat yang membutuhkan
informasi dengan jawaban spesifik.
misalnya yang termasuk kedalam jenis pelayaran ini adalah kegiatan para
petugas perpustakaan dalam memberikan berbagai informasi kepada pengunjung,
yaitu antara lain:
a. Menjawab
setiap pertanyaan pengunjung berkenaan dengan masalah yang dihadapi, mengenai
informasi yang dibutuhkan.
b. Menjelaskan
kemanfaatan berbagai jenis koleksi yang ada di perpustakaan.
c. Menunjukkan
berbagai informasi yang bermanfaat bagi pengunjung melalui bahan koleksi
referensi yang tersedia di perpustakaan.
Pelayanan referensi berkisar antara
adanya pertanyaan dari pengunjung dan jawaban oleh pustakawan baik jawaban
berupa pertanyaan pengunjung, maupun halnya dengan bantuan cara mendapatkan
jawaban yang lebih baik dari yang terdapat di perpustakaan.
7. Layanan
Jasa Konsultasi Komunikasi dan Informasi
Jasa
konsultasi dalam hal ini tentu saja mengenai berbagai macam informasi dan
sumber-sumbernya. Perpustakaan dalam hal konsultasi informasi ini adalah
perencanaan mendirikan suatu gedung perpustakaan. Segala aspek tentang tata
letak kapasitas gedung dan ruangnya serta aspek-aspek lain yang menyangkut
segala tentang perpustakaan dengan segala persyaratannya.
Perpustakaan-perpustakaan yang relatif lebih maju biasanya memberikan jasa
konsultasi kepada perpustakaan-perpustakaan kecil yang masih perlu
ditingkatkan. Perpustakaan perguruan tinggi misalnya dari memberikan jasa
konsultasi dalam berbagai bentuk kepada sejumlah perpustakaan kecil semisal
perpustakaan sekolah dan perpustakaan disadap perpustakaan yang masih butuhkan
pembinaan. Di perguruan tinggi konsultasi di perpustakaan biasanya dikaitkan
dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tri dharma
perguruan tinggi, mengadakan kegiatan kegiatan dan memberikan jasa kelulusan
senam perpustakaan ke beberapa daerah yang membutuhkan jasa akuntan di bidang
pengelolaan perpustakaan
8. Layanan
Jasa Pelatihan dan Penyuluhan
Perpustakaan
perpustakaan yang sudah lebih maju juga sering mengadakan kegiatan pelatihan
dan penyuluhan mengenai perpustakaan kepada perpustakaan yang masih perlu
ditingkatkan pembinaannya.Contoh nyata dari adanya kegiatan pelatihan dan
penyuluhan bidang perpustakaan ini antara lain adalah yang hampir selalu
dilakukan oleh perpustakaan nasional RI berikut tingkat provinsi maupun
nasional peserta pelatihan dan menelan ini umumnya berasal dari perpustakaan
pusat instalasi dan perpustakaan terpisahkan umum yang berada di daerah tingkat
2 kabupaten sikka perpustakaan kesusahan sekolah di berbagai tingkatan.
9. Layanan
Jasa Peminjaman Koleksi dan Sumber-sumber Informasi
Jasa
peminjaman koleksi adalah pelayanan yang diberikan per perpustakaan kepada
pengguna dalam bentuk meminjamkan koleksi atau sumber-sumber informasi selama
beberapa waktu.Proses peredaran koleksi perpustakaan yang dimulai dari
perpustakaan dipinjam oleh pengguna dan dibaca di rumah kemudian dikembalikan
lagi ke perpustakaan. Pada dasarnya perpustakaan bersifat sosial dan segala
jenis informasi dan sumber-sumber informasinya bebas dimanfaatkan oleh
masyarakat namun pada pelaksanaannya ditentukan oleh berbagai aturan dan
kebijakan.Pada lingkungan lembaga perpustakaan pun bisa dimanfaatkan
informasinya dan sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan tersebut
dengan mengikuti prosedur dan aturan tertentu.
10. Layanan
Jasa Fotokopi dan Reproduksi Informasi
Perpustakaan
yang relatif sudah memadai dan mampu biasanya menyediakan fasilitas pelayanan
fotocopy bagi pengguna yang membutuhkannya. Hal ini dilakukan kepada berbagai
jenis koleksi yang sifatnya tidak bisa dipinjamkan secara langsung kepada
penggunannya, karena bersifat langka atau termasuk ke dalam jenis koleksi
khusu. Jenis koleksi khusus dan langkamemang tidak boleh dipinjamkan untuk
dibawa keluar perpustakaan jika pengguna sangat membutuhkan informasi yang
kebetulan ada pada jenis koleksi ini maka pihak perpustakaan biasanya mengambil
kebijakan untuk memfotocopykannya untuk pengguna dengan biaya yang ditentukan.
Dalam hal reproduksi dan fotokopi ini perpustakaan perlu juga memperhatikan
masalah perlindungan hak milik intelektual, yang sudah dilindungi melalui
undang-undang hak cipta. Karena jika perusahaan atau lembaga ilmu pengetahuan
dan komersial memperbanyak model fotocopy satu karya untuk keperluan mengganti
bukannya secara terbatas maka dianggap bukan pelanggaran hak cipta.
K.
Layanan Jasa Penyediaan Fasilitas
Fasilitas
penunjang perpustakaan secara keseluruhan adalah fasilitas bermakna fungsional
terhadap pemanfaatan sumber-sumber informasi di perpustakaan. segala peralatan
yang disediakan oleh perpustakaan berfungsi sebagai fasilitas untuk memudahkan
pemanfaatan koleksi informasi dan sumber-sumber informasi yang ada di
perpustakaan. Penataan ruangan perpustakaan yang bersifat kondusif bagi
pengguna untuk belajar di perpustakaan
dapat memperlancar pemanfaatan koleksi informasi dan sumber-sumber informasi
diperpustakaan.
[1]
Yusup,
Pawit M. 2016. Ilmu Informasi, Komunikasi
dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara. Hlm. 219
No comments:
Post a Comment