BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Profesi
adalah seseorang yang bekerja di bidang tertentu yang memerlukan keahlian
khusus dan sikap keprofesionalan. Menurut Wirawan (1993) dengan mengutip Lynn
menyatakan bahwa profesi menjajikan layanan yang hanya dapat dilaksananakan
oleh orang tertentu berdasarkan pengetahuan yang hanya di ketahui oleh orang
tertentu yang secara sistematis diformulasikan
dan diterapan untuk memenuhi kebutuhan klien. Profesi memerlukan
persyaratan khusus dalam penerapanya.
Informasi
adalah suatu kandungan yang terdapat dalam berbagai bentuk dokumen (bahan
pustaka). Namun seiring perkembangan jaman informasi semakin berkembang bukan
hanya dalam bentuk dokumen, sekarang informasi bisa saja di sebarkan melalui
lisan ke lisan maupun dengan media elektronik. Jadi,
yang dimaksud Profesi
informasi adalah orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang informasi dan
memenuhi kebutuhan yang di butuhkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud profesi informasi itu?
2. Mengapa profesi
informasi di butuhkan ?
3. Bagaimana
kedudukan profesi informasi di antara profesi lain ?
4. Hubungan profesi
informasi dengan profesi lain ?
5. Perbedaan
profesi informasi dengan profesi lain?
6.
Apa peranan profesi informasi di antara profesi lain ?
1.1 Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui
pengertian profesi informasi.
2. Untuk mengetahui
betapa pentingnya profesi informasi itu.
3. Untuk mengetahui
kedudukan profesi informs di antara profesi lain.
4. Untuk mengetahui
hubungan profesi informasi dengan profesi lain.
5. Untuk mengetahui
perbedaan profesi informasi dengan profesi lain
6. Untuk mengetahui
peranan profesi informasi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Profesi Informasi
Istilah profesi berasal dari
kata pofess yang berarti ‘pengakuan’, kata profess atau
profesi mula-mula digunakan pada abad pertengahan, yaitu di Eropa Barat,
di Jerman, dan di berbagai negara Skandinavia dengan istilah Gilda, yakni
perkumpulan orang yang memiliki keterampilan khusus, seperti tukang sepatu,
tukang kayu, dan tukang pandai besi. Keterampilan khusus ini berkembang menjadi
spesialisasi, yaitu orang yang mengkhususkan diri dalam sebuah pekerjaan khusus.
(Sulistyo Basuki, 1993).
Informasi adalah data yang telah
diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan
mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu dan keputusan
mendatang. (Sutabri, 2005 : 15)
2.2 Profesi Informasi yang dibutuhkan
Profesi
informasi yang dibutuhkan adalah profesi
yang bisa dalam sistem teknologi informasi yang menjalankan usahanya. Oleh
sebab itu perusahaan perlu adanya tenaga ahli dalam sistem infomasi akan
dibutuhkan dalam dunia kerjauntuk masa saat ini dan yang akan datang.
2.3 Kedudukan Profesi Informasi
Kedudukan
profesi informasi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut pendidikan
keahlian intelektual tingkat tinggi dan tanggung jawab etis yang mandiri dalam
prakteknya.
2.4 Hubungan
Profesi Dengan Profesi Lain
Arsip
berasal dari kata Yunani archetioan, yang artinya kantor(office). Shellenberg,
yang dikutip Sulistyo Basuki dalam buku pengantar ilmu perpustakaa, memberi
definisi arsip sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu
disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian dan telah disimpan
telah dilpilah untuk disimpan pada sebuah lembaga kearsipan.
2.5 Perbedaan Profesi Informasi dengan
Profesi Lainnya
Profesi
informasi lebih menghimpun, mengolah, memelihara, melestarikan, menyajikan, dan
memberdayakan informasi. Sedangkan profesi yang lain lebih menitikberatkan pada
bidang-bidang profesi tertentu.
2.6 Peran Profesi Informasi
Informasi dapat
digunakan dan di akses dengan mudah, cepat, tepat perlu adanya pengelola
dibidang informasi. Seperti halnya peran seorang Manajer Informasi. Manajer
bertugas memastikan data mentah yang diperlukan terkumpul untuk dikembangkan
menjadi informasi yang berguna agar tepat pada sasarannya. Manajer juga dapat
membuang informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi akurat.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Profesi Informasi
Profesi adalah
seseorang yang bekerja di bidang tertentu yang memerlukan keahlian khusus dan
sikap keprofesionalan. Informasi adalah suatu kandungan yang terdapat dalam
berbagai bentuk dokumen (bahan pustaka).
Jadi, Profesi informasi
adalah seseorang yang bekerja di bidang informasi yang memerlukan keahlian
khusus dan sikap keprofesionalan. Keahlian khusus di bidang informasi yaitu
mengelolah data dan informasi yang factual.[1]
Profesi
informasi terbagi dalam 4 kelompok:
1.
Kelompok perangkat lunak (softwear)
Kelompok ini merancang system operasi, database, dan
system informasi.
2.
Kelompok perangkat keras (hardwear)
Kelompok ini bekerja pada bidang teknisi, dan jaringan
komputer
3.
Kelompok operasional system informasi
Kelompok
ini berkerja dalam mengoperasian program informasi. Jika di tinjau maka
pustakawan termasuk dalam kelompok operasional system informasi, karena
pustakawan termasuk dalam pengoprasian program informasi.
3.2 Alasan Dibutuhkannya Profesi Informasi
Profesi informasi sangatlah di butuhkan pada
perkembangan zaman sekarang ini. Setiap
orang pun membutuhkan informasi, dengan
informasi setiap orang dapat mengetahui apa yang telah, sedang, dan akan
terjadi. Dan dengan
informasi pula orang dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk
memperbaiki hidupnya.
Namun biasanya orang-orang
sulit untuk mendapatkan informasi yang valid, di sinilah profesi informasi di
butuhkan oleh masyarakat. Pentingnya profesi informasi di kalangan masyarakat
yaitu :
a.
Masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan mudah
b.
Bahan informasi yang di dapatkan factual
c.
Melakukan penelusuran informasi dengan praktis
d.
Menganalisis informasi secara garis besar
Semakin majunya zaman maka tersedia berbagai sumber informasi dengan
kecanggihan teknologi informasi, komunikasi memudahkan pengguna untuk dapat
langsung mengakses informasi tanpa bantuan perpustakaan.[2]
Dan
dengan teknologi manusia menciptakan sarana informasi yang sifatnya elektronis,
seperti radio, televisi, film, video, penerbitan, dan teknologi informasi yang
lain. Setelah lewat
masa perkembangan era industri kemudian berkembang era pasca industri. Era
pasca industri inilah yang dikenal dengan era informasi, atau era globlisasi
informasi, yang ditandai dengan makin berperannya
informasi di hampir semua kehidupan masyarakat.
Pustakawan harus sudah mengerti cara mengatasi ledakan informasi yang diakibatkan
oleh perkembangan teknologi informasi.
Pustakawan juga harus mampu untuk menjadikan
informasi itu mudah untuk diakses, termasukdi dalamnya, menyediakan tempat
akses untuk informasi, konsultasi kebutuhan
dan peminjaman material.
3.3
Kedudukan Profesi Informasi Di Antara Profesi Lain
Profesi informasi adalah seseorang
yang bekerja di bidang yang memerlukan keahlian khusus dan sikap
keprofesionalan di bidang informasi. Profesi ini membutuhkan pengetahuan di
bidang informasi yang tinggi dan harus bekerja secara profesional sehingga
akses kepada pengguna menjadi mudah dan cepat. Apalagi di dalam profesi ini
pelayanan menjadi tujuan utama dan menuntut pelayanan yang profesional.
Hasil
kerja profesi informasi juga dapat di timbun atau stockpile dalam bentuk
himpunan informasi atau dalam bentuk autoatisasi (program komputer yang
berjalan sendiri walaupun si pemakai sudah lama berhenti bekerja). Informasi
diperlukan untuk menyiapkan suatu hasil dari proses produksi. Profesi informasi
harus bekerja secara profesional untuk memudahkan dan mempercepat dalam
mengakses informasi.[3]
Hasil
pekerjaan dari profesi informasi seringkali abstrak sehingga untuk meliat hasil
kerjanya yaitu dengan mengamati gerakan atau arus informasi. Profesi informasi
harus selalu update karena informasi selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan
jaman. Selain itu informasi juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehigga
profesi informasi sangatlah penting di kehidupan kita.
Dalam
melakukan pekerjaan terdapat bagian yang membutuhkan keahlian khusus dan juga
keterampilan yang hanya di peroleh melalui pengalaman. Kedudukan adalah posisi
seseorang atau sekelompok orang dalam suatu kelompok sosial, organisasi,
komunitas sehubungan dengan orang orang lain dalam kelompok itu. Dalam hal ini adalah
kedudukan profesi informasi dan profesi lain. Seperti yang diketahui profesi
informasi adalah profesi yang mengikuti perkembangan jaman dan sangat
berpengaruh di masyarakat. Jadi sama halnya dengan profesi lain contohnya
dokter. Seorang Dokter harus selalu memperbarui pengetahuannya tentang penyakit
maupun obat obatan terbaru. Dan selain itu profesi dokter juga harus mempunyai
pengalaman dan profesionalitas yang tinggi.[4]
3.4
Hubungan Perpustakaan Dengan Profesi Lain
Arsip berasal dari kata Yunani archetioan,
yang artinya kantor (office). Shellenberg, yang dikutip Sulistyo Basuki dalam
buku pengantar ilmu perpustakaa, memberi definisi arsip sebagai berkas pranata
umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan
acuan dan penelitian dan telah disimpan telah dilpilah untuk disimpan pada
sebuah lembaga kearsipan. Sedangkan definisi peprustakaan,yaitu kumpulan buku
dalam arti luas yang disimpan dan disusun untuk keperluan bacaan, konsultasi,
pendidikan, rekreasi, dan penelitian.
Pada
masa perpustakaan berkembang sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaaan buku,
maka arsip berkembang sebagai bagian dari
sebuah badan administratif sebagai media penyimpanan pada kantor serta
lembaga pemerintah. Dari segi nama dan sejarahnya, arsip memiliki banyak
kesamaan dengan perpustakaan. Tapi, arsip memiliki ciri khas yang berbeda
dengan perpustakaan.[5]
3.5
Perbedaan Profesi
Perpustakaan dengan Profesi Lain
Seusai Perang Dunia II, kegiatan
dokumentasi maupun organisasi
dokumentasi di Eropa Barat tetap menunjukkan kegiatannya. Pada waktu itu,
organisasi dokumentasi AS, American
Documentation, dapat dikatakan tidak bergerak selama dasawarsa 50an dan
awal 60an. Kegiatannya terbatas pada penerbitan majalah. Kepasifan organisasi
ini disebabkan kekurangan keaktifan pengurus dan juga karena anggotanya
meragukan pengertian dokumentasi. Selama PD II berlangsung, pengertian
dokumentasi adalah pengelolaan bentuk buku ke dalam mikro, seperti mikrofilm. Pengertian dokumentasi
digeser kepada pengertian informasi. Ilmu informasi adalah kajian mengenai
pencetus,pemakai, penggunaan, karakteristik, dan distribusi rekaman grafis.
Konsep ilmu informasi ini berdasarkan Anggaran Dasar (ASIS)(Sulistyo Basuki:
1991,11).
Perbedaan ilmu informasi dengan
ilmu perpustakaan sebenarnya terletak pada sejarah, objek, pengembangan, teori,
serta metode yang digunakan masing –masing disiplin ilmu. Kalau dilihat dari sejarah
istilahnya, istilah ilmu perpustakaan lebih lama dikenal. Sebelum itu, dikenal istilah
kepustakawanan (librarianship), kajian
perpustakaan (libarary studies),
kemudian ilmu perpustakaan (libraries
science). Istilah ilmu perpustakaan mulai diperkenalkan tahun 1923,ketika
Universitas Chicago memulai pendidikan pustakawan pada tingkat master. Sebaliknya,
istilah ilmu informasi baru diperkenalkan oleh Moore Schoolof Engineering
University of Philadelphiapada tahun 1959, tapi pendidikannya baru dimulai pada
tahun1960an, jauh lebih belakang dibanding dengan pendidikan formal pustakawan ilmu
informasi ini tumbuh sebagai akibat berikut :
1. Masalah komunikasi
Masalah komunikasi ini
menyangkut tekhnis, semantik,dan efektifitas transfer berita masalah teknis
menyangkut teknis pengiriman berita dan masalah semantik menyangkut masalah
pengertian berita.
2. Berkembangnya teori komunikasi sesuai PD
II
Teori informasi yang
dikemukakan oleh Sanon dan Weaver, sibermetika yang dibawahi oleh Nobert
Eiener, ilmu komputer,yang ditokohi Turing dan Von Neumann
3. Masalah Literature
Lazim disebut dengan
nama public knowledge. Dasar
pemikiran public knowledge adalah
bahwa setiap karya ilmiah harus diterbitkan agar menjadi milik umum.
4. Masalah Sistem informasi yang menyangkut
Literature
Literature
ini artinya sama dengan buku dalam arti luas. Masalah pertama adalah masalah
pengadaan pengolahan,penyimpanan, pengawetan, temu balik,serta penyebarannya.
Secara teoritis,semua literatur dapat saja disimpan namun timbul masalah.
5. Masalah berikutnya adalah lingkungan.
Lingkungan ini terdiri dari studi
konteks sosial tempat perpustakaan beroperasi. Pengolaan sosial terhadap
pengetahuan serta tuntutan intelektual berbagai bagian masyarakat atau berbagai
jenis masyarakat dan peringatan pengembangan intelektual atau teknologi.[6]
3.6
Peran Profesi Informasi
Informasi dapat
digunakan dan di akses dengan mudah, cepat, tepat perlu adanya pengelola
dibidang informasi. Seperti halnya peran seorang Manajer Informasi. Manajer
bertugas memastikan data mentah yang diperlukan terkumpul untuk dikembangkan
menjadi informasi yang berguna agar tepat pada sasarannya. Manajer juga dapat membuang
informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi akurat. Agar
seorang Manajer informasi dapat berperan dan bertindak sesuai visi, misi, dan
tujuan organisasi, Manajer sangat membutuhkan informasi yang digunakan untuk
keperluan membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi
dan lingkungannya dan sebagai dasar pengendalian.[7]
Informasi yang
dibutuhkan Manajer dapat dibagi menjadi 6 kategori, yaitu:
1.
Informasi penyegar, yaitu informasi terakhir yang merangkum keadaan
umum bisni atau organisasi, misalnya ringkasan penjualan terakhir.
2.
Peringatan berisi petunjuk terhadap sesuatu yang berada diluar
kebiasaan yang mengakibatkan perubahan manajerial.
3.
Indikator kunci berisi ukuran aspek- aspek penting dengan kinerja
organisasi.
4.
Informasi situasional adalah informasi tentang proyek, masalah atau
isu penting yang memerlukan perhatian Manajer.
5.
Gosip, yaitu informasi informal yang berasal dari berbagai sumber
yang berguna mengatasi suatu masalah.
6.
Informasi eksternal adalah informasi yang berasal dari luar
perusahaan.
Sebagai
pengelola informasi, Manajer sebaiknya mempunyai keterampilan dasar sebagai
berikut:
1.
Keterampilan teknis
2.
Keterampilan manusiawi
3.
Keterampilan konseptual
BAB
IV
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Informasi
adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi
si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu dan
keputusan mendatang. Sedangkan profesi yang bisa dalam sistem teknologi
informasi yang menjalankan usahanya. Oleh sebab itu perusahaan perlu adanya
tenaga ahli dalam sistem infomasi akan dibutuhkan dalam dunia kerja untuk masa
saat ini dan yang akan datang.
3.2
Saran
Seharusnya
setelah membaca makalah yang berjudul profesi informasi di antara profesi lain
serta memahami isi dari makalah ini. Pembaca dapat mengembangkan isi makalah
ini dari wawasan yang di dapatkan. Bagi penulis semoga dapat mengembangkan dan
memper dalam lagi wawasan tentang profesi informasi di antara profesi lain.
Daftar
Pustaka
[2] Sulistio
Basuki, Profesi Dan Konsep Pustakawan
Dalam Konteks Indonesia, (Jakarta: Media Pustakawan, 2010)
No comments:
Post a Comment