Friday, May 17, 2019

profesi informasi di antara profesi lain


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Profesi adalah seseorang yang bekerja di bidang tertentu yang memerlukan keahlian khusus dan sikap keprofesionalan. Menurut Wirawan (1993) dengan mengutip Lynn menyatakan bahwa profesi menjajikan layanan yang hanya dapat dilaksananakan oleh orang tertentu berdasarkan pengetahuan yang hanya di ketahui oleh orang tertentu yang secara sistematis diformulasikan  dan diterapan untuk memenuhi kebutuhan klien. Profesi memerlukan persyaratan khusus dalam penerapanya.
Informasi adalah suatu kandungan yang terdapat dalam berbagai bentuk dokumen (bahan pustaka). Namun seiring perkembangan jaman informasi semakin berkembang bukan hanya dalam bentuk dokumen, sekarang informasi bisa saja di sebarkan melalui lisan ke lisan maupun dengan media elektronik. Jadi, yang dimaksud Profesi informasi adalah orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang informasi dan memenuhi kebutuhan yang di butuhkan.
1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud profesi informasi itu?
2.    Mengapa profesi informasi di butuhkan ?
3.    Bagaimana kedudukan profesi informasi di antara profesi lain ?
4.    Hubungan profesi informasi dengan profesi lain ?
5.    Perbedaan profesi informasi dengan profesi lain?
6.    Apa peranan profesi informasi di antara profesi lain ?

1.1    Tujuan Makalah
1.    Untuk mengetahui pengertian profesi informasi.
2.    Untuk mengetahui betapa pentingnya profesi informasi itu.
3.    Untuk mengetahui kedudukan profesi informs di antara profesi lain.
4.    Untuk mengetahui hubungan profesi informasi dengan profesi lain.
5.    Untuk mengetahui perbedaan profesi informasi dengan profesi lain
6.    Untuk mengetahui peranan profesi informasi.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Profesi Informasi
Istilah profesi berasal dari kata pofess yang berarti ‘pengakuan’, kata profess atau profesi mula-mula digunakan pada abad pertengahan, yaitu di Eropa Barat, di Jerman, dan di berbagai negara Skandinavia dengan istilah Gilda, yakni perkumpulan orang yang memiliki keterampilan khusus, seperti tukang sepatu, tukang kayu, dan tukang pandai besi. Keterampilan khusus ini berkembang menjadi spesialisasi, yaitu orang yang mengkhususkan diri dalam sebuah pekerjaan khusus. (Sulistyo Basuki, 1993). 
Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu dan keputusan mendatang. (Sutabri, 2005 : 15)
2.2  Profesi Informasi yang dibutuhkan
            Profesi informasi yang dibutuhkan adalah  profesi yang bisa dalam sistem teknologi informasi yang menjalankan usahanya. Oleh sebab itu perusahaan perlu adanya tenaga ahli dalam sistem infomasi akan dibutuhkan dalam dunia kerjauntuk masa saat ini dan yang akan datang.
2.3  Kedudukan Profesi Informasi
     Kedudukan profesi informasi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut pendidikan keahlian intelektual tingkat tinggi dan tanggung jawab etis yang mandiri dalam prakteknya.
2.4  Hubungan Profesi Dengan Profesi Lain
Arsip berasal dari kata Yunani archetioan, yang artinya kantor(office). Shellenberg, yang dikutip Sulistyo Basuki dalam buku pengantar ilmu perpustakaa, memberi definisi arsip sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian dan telah disimpan telah dilpilah untuk disimpan pada sebuah lembaga kearsipan.
2.5  Perbedaan Profesi Informasi dengan Profesi Lainnya
     Profesi informasi lebih menghimpun, mengolah, memelihara, melestarikan, menyajikan, dan memberdayakan informasi. Sedangkan profesi yang lain lebih menitikberatkan pada bidang-bidang profesi tertentu.
2.6  Peran Profesi Informasi
     Informasi dapat digunakan dan di akses dengan mudah, cepat, tepat perlu adanya pengelola dibidang informasi. Seperti halnya peran seorang Manajer Informasi. Manajer bertugas memastikan data mentah yang diperlukan terkumpul untuk dikembangkan menjadi informasi yang berguna agar tepat pada sasarannya. Manajer juga dapat membuang informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi akurat.




























BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Pengertian Profesi Informasi
Profesi adalah seseorang yang bekerja di bidang tertentu yang memerlukan keahlian khusus dan sikap keprofesionalan. Informasi adalah suatu kandungan yang terdapat dalam berbagai bentuk dokumen (bahan pustaka).
Jadi, Profesi informasi adalah seseorang yang bekerja di bidang informasi yang memerlukan keahlian khusus dan sikap keprofesionalan. Keahlian khusus di bidang informasi yaitu mengelolah data dan informasi yang factual.[1]
Profesi informasi terbagi dalam 4 kelompok:
1.      Kelompok perangkat lunak (softwear)
Kelompok ini merancang system operasi, database, dan system informasi.
2.      Kelompok perangkat keras (hardwear)
Kelompok ini bekerja pada bidang teknisi, dan jaringan komputer
3.      Kelompok operasional system informasi
Kelompok ini berkerja dalam mengoperasian program informasi. Jika di tinjau maka pustakawan termasuk dalam kelompok operasional system informasi, karena pustakawan termasuk dalam pengoprasian program informasi.

3.2  Alasan Dibutuhkannya Profesi Informasi
Profesi informasi sangatlah di butuhkan pada perkembangan zaman sekarang ini.  Setiap orang pun membutuhkan informasi, dengan informasi setiap orang dapat mengetahui apa yang telah, sedang, dan akan terjadi. Dan dengan informasi pula orang dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hidupnya.
Namun biasanya orang-orang sulit untuk mendapatkan informasi yang valid, di sinilah profesi informasi di butuhkan oleh masyarakat. Pentingnya profesi informasi di kalangan masyarakat yaitu :
a.     Masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan mudah
b.    Bahan informasi yang di dapatkan factual
c.     Melakukan penelusuran informasi dengan praktis
d.    Menganalisis informasi secara garis besar
Semakin majunya zaman maka tersedia berbagai sumber informasi dengan kecanggihan teknologi informasi, komunikasi memudahkan pengguna untuk dapat langsung mengakses informasi tanpa bantuan perpustakaan.[2]
Dan dengan teknologi manusia menciptakan sarana informasi yang sifatnya elektronis, seperti radio, televisi, film, video, penerbitan, dan teknologi informasi yang lain. Setelah lewat masa perkembangan era industri kemudian berkembang era pasca industri. Era pasca industri inilah yang dikenal dengan era informasi, atau era globlisasi informasi, yang ditandai dengan makin berperannya informasi di hampir semua kehidupan masyarakat.
Pustakawan harus sudah mengerti cara mengatasi ledakan informasi yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi informasi.
Pustakawan juga harus mampu untuk menjadikan informasi itu mudah untuk diakses, termasukdi dalamnya, menyediakan tempat akses untuk informasi, konsultasi kebutuhan dan peminjaman material.
3.3  Kedudukan Profesi Informasi Di Antara Profesi Lain
            Profesi informasi adalah seseorang yang bekerja di bidang yang memerlukan keahlian khusus dan sikap keprofesionalan di bidang informasi. Profesi ini membutuhkan pengetahuan di bidang informasi yang tinggi dan harus bekerja secara profesional sehingga akses kepada pengguna menjadi mudah dan cepat. Apalagi di dalam profesi ini pelayanan menjadi tujuan utama dan menuntut pelayanan yang profesional.
            Hasil kerja profesi informasi juga dapat di timbun atau stockpile dalam bentuk himpunan informasi atau dalam bentuk autoatisasi (program komputer yang berjalan sendiri walaupun si pemakai sudah lama berhenti bekerja). Informasi diperlukan untuk menyiapkan suatu hasil dari proses produksi. Profesi informasi harus bekerja secara profesional untuk memudahkan dan mempercepat dalam mengakses informasi.[3]
            Hasil pekerjaan dari profesi informasi seringkali abstrak sehingga untuk meliat hasil kerjanya yaitu dengan mengamati gerakan atau arus informasi. Profesi informasi harus selalu update karena informasi selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan jaman. Selain itu informasi juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehigga profesi informasi sangatlah penting di kehidupan kita.
            Dalam melakukan pekerjaan terdapat bagian yang membutuhkan keahlian khusus dan juga keterampilan yang hanya di peroleh melalui pengalaman. Kedudukan adalah posisi seseorang atau sekelompok orang dalam suatu kelompok sosial, organisasi, komunitas sehubungan dengan orang orang lain dalam kelompok itu. Dalam hal ini adalah kedudukan profesi informasi dan profesi lain. Seperti yang diketahui profesi informasi adalah profesi yang mengikuti perkembangan jaman dan sangat berpengaruh di masyarakat. Jadi sama halnya dengan profesi lain contohnya dokter. Seorang Dokter harus selalu memperbarui pengetahuannya tentang penyakit maupun obat obatan terbaru. Dan selain itu profesi dokter juga harus mempunyai pengalaman dan profesionalitas yang tinggi.[4]
3.4  Hubungan Perpustakaan Dengan Profesi Lain
     Arsip berasal dari kata Yunani archetioan, yang artinya kantor (office). Shellenberg, yang dikutip Sulistyo Basuki dalam buku pengantar ilmu perpustakaa, memberi definisi arsip sebagai berkas pranata umum maupun swasta yang dinilai perlu disimpan secara permanen untuk tujuan acuan dan penelitian dan telah disimpan telah dilpilah untuk disimpan pada sebuah lembaga kearsipan. Sedangkan definisi peprustakaan,yaitu kumpulan buku dalam arti luas yang disimpan dan disusun untuk keperluan bacaan, konsultasi, pendidikan, rekreasi, dan penelitian.
            Pada masa perpustakaan berkembang sebagai tempat penyimpanan dan pengelolaaan buku, maka arsip berkembang sebagai bagian dari  sebuah badan administratif sebagai media penyimpanan pada kantor serta lembaga pemerintah. Dari segi nama dan sejarahnya, arsip memiliki banyak kesamaan dengan perpustakaan. Tapi, arsip memiliki ciri khas yang berbeda dengan perpustakaan.[5]
3.5  Perbedaan Profesi  Perpustakaan dengan Profesi Lain
Seusai Perang Dunia II, kegiatan dokumentasi  maupun organisasi dokumentasi di Eropa Barat tetap menunjukkan kegiatannya. Pada waktu itu, organisasi dokumentasi AS, American Documentation, dapat dikatakan tidak bergerak selama dasawarsa 50an dan awal 60an. Kegiatannya terbatas pada penerbitan majalah. Kepasifan organisasi ini disebabkan kekurangan keaktifan pengurus dan juga karena anggotanya meragukan pengertian dokumentasi. Selama PD II berlangsung, pengertian dokumentasi adalah pengelolaan bentuk buku ke dalam mikro, seperti mikrofilm. Pengertian dokumentasi digeser kepada pengertian informasi. Ilmu informasi adalah kajian mengenai pencetus,pemakai, penggunaan, karakteristik, dan distribusi rekaman grafis. Konsep ilmu informasi ini berdasarkan Anggaran Dasar (ASIS)(Sulistyo Basuki: 1991,11).
Perbedaan ilmu informasi dengan ilmu perpustakaan sebenarnya terletak pada sejarah, objek, pengembangan, teori, serta metode yang digunakan masing –masing disiplin ilmu. Kalau dilihat dari sejarah istilahnya, istilah ilmu perpustakaan lebih lama dikenal. Sebelum itu, dikenal istilah kepustakawanan (librarianship), kajian perpustakaan (libarary studies), kemudian ilmu perpustakaan (libraries science). Istilah ilmu perpustakaan mulai diperkenalkan tahun 1923,ketika Universitas Chicago memulai pendidikan pustakawan pada tingkat master. Sebaliknya, istilah ilmu informasi baru diperkenalkan oleh Moore Schoolof Engineering University of Philadelphiapada tahun 1959, tapi pendidikannya baru dimulai pada tahun1960an, jauh lebih belakang dibanding dengan pendidikan formal pustakawan ilmu informasi ini tumbuh sebagai akibat berikut :
1.      Masalah komunikasi
Masalah komunikasi ini menyangkut tekhnis, semantik,dan efektifitas transfer berita masalah teknis menyangkut teknis pengiriman berita dan masalah semantik menyangkut masalah pengertian berita.
2.      Berkembangnya teori komunikasi sesuai PD II
Teori informasi yang dikemukakan oleh Sanon dan Weaver, sibermetika yang dibawahi oleh Nobert Eiener, ilmu komputer,yang ditokohi Turing dan Von Neumann
3.      Masalah Literature
Lazim disebut dengan nama public knowledge. Dasar pemikiran public knowledge adalah bahwa setiap karya ilmiah harus diterbitkan agar menjadi milik umum.
4.      Masalah Sistem informasi yang menyangkut Literature
Literature ini artinya sama dengan buku dalam arti luas. Masalah pertama adalah masalah pengadaan pengolahan,penyimpanan, pengawetan, temu balik,serta penyebarannya. Secara teoritis,semua literatur dapat saja disimpan namun timbul masalah.
5.      Masalah berikutnya adalah lingkungan.
Lingkungan ini terdiri dari studi konteks sosial tempat perpustakaan beroperasi. Pengolaan sosial terhadap pengetahuan serta tuntutan intelektual berbagai bagian masyarakat atau berbagai jenis masyarakat dan peringatan pengembangan intelektual atau teknologi.[6]

3.6  Peran Profesi Informasi
Informasi dapat digunakan dan di akses dengan mudah, cepat, tepat perlu adanya pengelola dibidang informasi. Seperti halnya peran seorang Manajer Informasi. Manajer bertugas memastikan data mentah yang diperlukan terkumpul untuk dikembangkan menjadi informasi yang berguna agar tepat pada sasarannya. Manajer juga dapat membuang informasi yang tidak berguna dan menggantinya dengan informasi akurat. Agar seorang Manajer informasi dapat berperan dan bertindak sesuai visi, misi, dan tujuan organisasi, Manajer sangat membutuhkan informasi yang digunakan untuk keperluan membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya dan sebagai dasar pengendalian.[7]
            Informasi yang dibutuhkan Manajer dapat dibagi menjadi 6 kategori, yaitu:
1.      Informasi penyegar, yaitu informasi terakhir yang merangkum keadaan umum bisni atau organisasi, misalnya ringkasan penjualan terakhir.
2.      Peringatan berisi petunjuk terhadap sesuatu yang berada diluar kebiasaan yang mengakibatkan perubahan manajerial.
3.      Indikator kunci berisi ukuran aspek- aspek penting dengan kinerja organisasi.
4.      Informasi situasional adalah informasi tentang proyek, masalah atau isu penting yang memerlukan perhatian Manajer.
5.      Gosip, yaitu informasi informal yang berasal dari berbagai sumber yang berguna mengatasi suatu masalah.
6.      Informasi eksternal adalah informasi yang berasal dari luar perusahaan.


Sebagai pengelola informasi, Manajer sebaiknya mempunyai keterampilan dasar sebagai berikut:
1.      Keterampilan teknis
2.      Keterampilan manusiawi
3.      Keterampilan konseptual
























BAB IV
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu dan keputusan mendatang. Sedangkan profesi yang bisa dalam sistem teknologi informasi yang menjalankan usahanya. Oleh sebab itu perusahaan perlu adanya tenaga ahli dalam sistem infomasi akan dibutuhkan dalam dunia kerja untuk masa saat ini dan yang akan datang.
3.2 Saran
Seharusnya setelah membaca makalah yang berjudul profesi informasi di antara profesi lain serta memahami isi dari makalah ini. Pembaca dapat mengembangkan isi makalah ini dari wawasan yang di dapatkan. Bagi penulis semoga dapat mengembangkan dan memper dalam lagi wawasan tentang profesi informasi di antara profesi lain.

                            









Daftar Pustaka



[1]
[2] Sulistio Basuki, Profesi Dan Konsep Pustakawan Dalam Konteks Indonesia, (Jakarta: Media Pustakawan, 2010)
[3]
[4]
[5] Wiji sumarno, dasar-dasar ilmu perpustakaan,
[6]
[7]

No comments:

Post a Comment