Aksi Terorisme Mengatas Namakan Bangsa dan Agama
Oleh: Lailin Nafiah
Abstrak
Dalam era
modern ini banyak isu isu yang berkembang di berbagai negara. Isu isu tersebut
kebanyakan adalah isu terorisme. Apa lagi di indonesia mereka mengatas namakan
bangsa indonesia dan islam di dalam aksinya. Sebagai warga negara seharusnya
menaati hak dan kewajibanya bukan malah melanggarnya. Terorisme adalah hal yang
paling tidak masuk akal jika di indonesia. Hak dan kewajiban warga negara
dalam kehidupan kenegaraan maupun hak dan kewajiban seseorang dalam kehidupan
pribadinya, secara historis tidak pernah dirumuskan secara sempurna, karena
organisasi negara tidak bersifat statis. Bangsa adalah identitas
negeri. Sebelum membahas lebih lanjut perlu di ketahui apa itu bangsa. isu teror yang sedang berkembang saat ini
adalah teror yang terjadi di beberapa gereja di surabaya dan sidoarjo yang
menyebabkan banyak korbanjiwa yang berjatuhan
Kata kunci: terorisme, bangsa, warga negara.
A.
Pendahuluan
Hak
dan Kewajiban Warga Negara dalam batas-batas tertentu telah difahami orang,
akan tetapi karena setiap orang melakukan akitivitas yang beraneka ragam dalam
kehidupan kenegaraan, maka apa yang menjadi hak dan kewajibannya seringkali
terlupakan. Dalam kehidupan kenegaraan kadang kala hak warga negara berhadapan
dengan kewajibannya. Bahkan tidak jarang kewajiban warga negara lebih banyak
dituntut sementara hak-hak warga negara kurang mendapatkan perhatian.
Hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan
kenegaraan maupun hak dan kewajiban seseorang dalam kehidupan pribadinya,
secara historis tidak pernah dirumuskan secara sempurna, karena organisasi
negara tidak bersifat statis. Artinya organisasi negara itu mengalami
perkembangan sejalan dengan perkembangan
manusia. Kedua konsep hak dan kewajiban warga negara manusia berjalan seiring.
Hak dan kewajiban asasi marupakan konsekwensi logis dari pada hak dan kewajiban
kenegaraan juga manusia tidak dapat mengembangkan hak asasinya tanpa hidup
dalam organisasi negara.
Sebagian
warga negara yang melanggar kewajianya sebagai warga negara mereka melakukan
tidakan di luar akal manusia untuk hal yang mereka anggap penting namun
sebenarnya tidak penting. Salah satu tindakan merugikan mereka adalah
terorisme.
B.
Pembahasan
1.
Sulitnya proses berbangsa
Dalam proses berbangsa kita tidak datang secara tiba-tiba tetapi
melalui sebuah proses sejarah. Kita menyadari sepenuhnya bahwa perang
kemerdekaan dimulai dengan proklamasi kemerdekaan dan berakhir dengan pengakuan
kedaulatan. Namun demikian perlu kita disadari bahwa sejarah perjuangan
kemerdekaan bangsa Indonesia, yang dimulai dari gerakan nasional pada permulaan
abad ke-20 dapat dipasang sebagai kelanjutan perjuangan yang sebelumnya. Dilaksanakan
secara kedaerah-kedaerahan dan proses itu tidak berakhir setelah berakhirnya
penjajahan. Namun proses tersebut masih terus dilanjutkan terus menerus seiring
perkembangan bangsa. Dan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional hal
itu yang paling nyata dilambangkan oleh Pancasila.
Tidak hanya dasar negara
secara formal saja tetapi juga telah menjadikan identitas Nasional bangsa
Indonesia yaitu senasib, setujuan, dan kesadaran semangat. Bersama hakikat-hakikat
sebenarnya bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang seluruh manusia yang menurut
wilayahnya telah ditentukan untuk tinggal bersama di wilayah nusantara ini,
dari ujung barat hingga ujung timur pulau. Faktor pembentuk identitas bangsa
Indonesia bukanlah faktor primordial tetapi historis.
Kesatuan bangsa Indonesia
ini tidak bersifat etnik melainkan etnis. Apa yang telah ada di Indonesia
adalah jati diri bangsa Indonesia dan harus dijaga dipertahankan. Bila perlu
dikembangkan lagi untuk mencapai identitas sesuai tuntutan kebutuhan hidup
bangsa di masa kini sehingga rasa persatuan dalam masyarakat Indonesia tetap
terjaga utuh.
Indonesia adalah suatu wilayah kepulauan yang terintegrasi secara
nasional dari daerah daratan lautan dalam organisasi berbentuk negara kesatuan.
Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dalam mewujudkan masyarakat
kesejahteraan sebagai realisasi impian yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar
1945. Jadi dalam pemahaman ini berbangsa bukan hanya melalui proses secara
primodial namun historis.
2.
Bangsa Identitas Negeri
Bangsa adalah identitas negeri. Sebelum membahas lebih lanjut perlu
di ketahui apa itu bangsa. Dan apa unsurnya sehingga dapat di sebut identitas
negeri.
Bangsa
Menurut Ernest Renant, bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak
bersatu sehingga mereka merasa dirinya adalah satu. Bangsa adalah kesatuan
karakter, kesamaan watak yang lahir dari kesamaan derita dan keberuntungan yang
sama.
Secara
umum, sesuatu bisa disebut sebagai bangsa jika memiliki beberapa unsur sebagai
berikut:
a.
Ada sekelompok manusia yang mempunyai keinginan untuk bersatu.
b.
Berada dalam suatu wilayah tertentu.
c.
Ada kehendak untuk membentuk atau berada dibawah pemerintahan yang
dibuatnya sendiri.
d.
Secara psikologis, merasa senasib, sepenanggungan, setujuan dan
secita-cita.
e.
Ada kesamaan karakter, identitas, budaya, bahasa, dan lainlain
sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lainnya.
Bangsa indonesia ini adalah simbol dari sebuan negeri yang besar karena
memiliki banyak ras, suku, dan budaya.
3.
Tindakan Terorisme
Dalam bahasan kali ini akan membahas tentang tindakan yang tidak
dapat di benarkan tindakanya malah merugikan masyarakat. Sebangai bangsa yang
besar indonesia menjadi sasaran empuk bagi teroriss yang akan melancarkan
aksinya karena bangsa indonesia ini beragam akan agama, ras maupun budaya.
Tindakan Terorisme beberapa tahun terakhir menjadi perbicangan dan
perdebatan yang menarik. Sayangnya kajian mengenai terorisme masih sangat
minim. Terorisme sendiri sebagai suatu tindakan atau perilaku yang ingin
menggugat peradaban yang ada, terutama peradaban Barat. Permasalahan terorisme
menyangkut dimensi yang rumit dan luas. Untuk menyelesaikan masalah terorisme
perlu dipahami dahulu awal munculnya terorisme. Aksi terorisme juga mengandung
makna bahwa serangan-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan.
4.
Fundamentalisme Islam
Istilah fundamentalisme Islam akhir-akhir ini begitu melekat dengan
prasangka, stereotip dan sinisme bagi Islam. Bagaikan hal yang menakutkan,
fundamentalisme dianggap sebagai sebuah gerakan menakutkan, yang di anggap mengancam
keamanan dan perdamaian bangsa. Fundamentalisme identik dengan radikalisme,
militansi dan terorisme. Padahal, pendekatan monolitik yang mempersepsikan
Islam politik sebagai sesuatu yang paralel dengan teror dan kekerasan adalah
generalisasi dan simplifikasi yang tidak
menjelaskan apa-apa, mempersempit perspektif dan bukannya memperluas wawasan,
menambah problem dan bukannya jalan menuju solusi baru.
Ada beberapa
alasan Juergensmeyer atas keberatan tentang fundamentalisme islam. Pertama,
istilah fundamentalisme bersifat pejoratif. Istilah ini merujuk kepada
sekelompok orang yang tidak toleran, merasa paling benar sendiri dan memegang literalisme
keagamaan yang nyaris dogmatik. Kedua, fundamentalisme adalah kategori yang
tidak tepat untuk membuat perbandingan lintas kultural. Ketiga, istilah ini terkesan tidak mengandung makna politis.
Menyebut seseorang fundamentalis mengisyaratkan bahwa ia semata didorong oleh
motivasi agama dan bukannya
perhatian yang luas terhadap persoalan masyarakat dan dunia. Padahal, para
aktivis keagamaan yang dijumpai Juergensmeyer menunjukkan bahwa mereka adalah
orang-orang yang piawai dalam politik dan sangat konsen dengan masyarakat di
mana mereka tinggal.
5.
Isu Isu Teror Yang Sedang Berkembang Saat Ini
Isu
isu teror yang sedang berkembang saat ini adalah teror yang terjadi di beberapa
gereja di surabaya dan sidoarjo yang menyebabkan banyak korban jiwa yang berjatuhan.
Sebagai bangsa yang besar seharusnya menjunjung tinggi adanya nasionalisme dan
persatuan. Apalagi bangsa indonesia ini terdiri dari berbagai macam agama ras
maupun budaya.
Di
kasus yang saat ini berkembang. Ibu dan dua anak tersebut berupaya masuk ke
ruang kebaktian ini, sempat dihalau oleh seorang satpam di pintu masuk GKI
Jalan Diponegoro Surabaya, sebelum kemudian mereka meledakkan diri di halaman
gereja. Menurut saksi mata yang ada, perempuan dewasa dan dua anak tersebut
tewas seketika di lokasi kejadian. Belum diketahui hubungan antara perempuan
dan dua bocah tersebut.
Sampai sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat ledakan
tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi sepuluh orang
dan melukai 40 orang lainnya. Hasil identifikasi sementara kepolisian
menyatakan, sekitar pukul 13.00 WIB, menyebutkan, sepuluh orang tewas dan 40
orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.
Bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa
Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Selang sekitar lima
menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan
tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro. Empat orang
tewas akibat ledakan bom di depan Gereja Santa Maria, dua orang tewas di gereja
Pantekosta serta dua orang tewas lainnya di depan gereja GKI.
Dari berita tersebut dapat di pastikan bahwa bangsa indonesia ini
sedang terancam oleh teroris yang mengatas namakan bangsa dan agama. Mereka
adalah salah satu warga indonesia yang melanggar hak dan kewajiban mereka
sebagai warga negara.
C.
Kesimpulan
Faktor
pembentuk identitas bangsa Indonesia bukanlah faktor primordial tetapi
historis. Aksi Terorisme sendiri sebagai suatu tindakan atau perilaku yang
ingin menggugat peradaban yang ada, terutama peradaban Barat. Sebagai warga
negara indonesia seharusnya memilih dan memilah organisasi yang saat ini ada. Fundamentalisme
identik dengan radikalisme, militansi dan terorisme. Padahal, pendekatan
monolitik yang mempersepsikan Islam politik sebagai sesuatu yang paralel dengan
teror dan kekerasan adalah generalisasi dan simplifikasi yang tidak menjelaskan apa-apa, mempersempit
perspektif dan bukannya memperluas wawasan, menambah problem dan bukannya jalan
menuju solusi baru.Isu teror yang sedang berkembang saat ini merupakan
peringatan bagi kita bahwa kita harus membangun rasa persatuan dan saling
menghargai sedini mungkin. teror yang terjadi di beberapa gereja di surabaya
dan sidoarjo yang menyebabkan banyak korbanjiwa yang berjatuhan. Sebagai bangsa
yang besar seharusnya menjunjung tinggi adanya nasionalisme dan persatuan.
No comments:
Post a Comment