Friday, May 17, 2019

Aksi Terorisme Mengatas Namakan Bangsa dan Agama


Aksi Terorisme Mengatas Namakan Bangsa dan Agama
Oleh: Lailin Nafiah
Abstrak
Dalam era modern ini banyak isu isu yang berkembang di berbagai negara. Isu isu tersebut kebanyakan adalah isu terorisme. Apa lagi di indonesia mereka mengatas namakan bangsa indonesia dan islam di dalam aksinya. Sebagai warga negara seharusnya menaati hak dan kewajibanya bukan malah melanggarnya. Terorisme adalah hal yang paling tidak masuk akal jika di indonesia. Hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan kenegaraan maupun hak dan kewajiban seseorang dalam kehidupan pribadinya, secara historis tidak pernah dirumuskan secara sempurna, karena organisasi negara tidak bersifat statis. Bangsa adalah identitas negeri. Sebelum membahas lebih lanjut perlu di ketahui apa itu bangsa. isu teror yang sedang berkembang saat ini adalah teror yang terjadi di beberapa gereja di surabaya dan sidoarjo yang menyebabkan banyak korbanjiwa yang berjatuhan
Kata kunci: terorisme, bangsa, warga negara.



A.    Pendahuluan
Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam batas-batas tertentu telah difahami orang, akan tetapi karena setiap orang melakukan akitivitas yang beraneka ragam dalam kehidupan kenegaraan, maka apa yang menjadi hak dan kewajibannya seringkali terlupakan. Dalam kehidupan kenegaraan kadang kala hak warga negara berhadapan dengan kewajibannya. Bahkan tidak jarang kewajiban warga negara lebih banyak dituntut sementara hak-hak warga negara kurang mendapatkan perhatian.
 Hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan kenegaraan maupun hak dan kewajiban seseorang dalam kehidupan pribadinya, secara historis tidak pernah dirumuskan secara sempurna, karena organisasi negara tidak bersifat statis. Artinya organisasi negara itu mengalami perkembangan sejalan dengan  perkembangan manusia. Kedua konsep hak dan kewajiban warga negara manusia berjalan seiring. Hak dan kewajiban asasi marupakan konsekwensi logis dari pada hak dan kewajiban kenegaraan juga manusia tidak dapat mengembangkan hak asasinya tanpa hidup dalam organisasi negara.
Sebagian warga negara yang melanggar kewajianya sebagai warga negara mereka melakukan tidakan di luar akal manusia untuk hal yang mereka anggap penting namun sebenarnya tidak penting. Salah satu tindakan merugikan mereka adalah terorisme.
B.     Pembahasan
1.      Sulitnya proses berbangsa
Dalam proses berbangsa kita tidak datang secara tiba-tiba tetapi melalui sebuah proses sejarah. Kita menyadari sepenuhnya bahwa perang kemerdekaan dimulai dengan proklamasi kemerdekaan dan berakhir dengan pengakuan kedaulatan. Namun demikian perlu kita disadari bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, yang dimulai dari gerakan nasional pada permulaan abad ke-20 dapat dipasang sebagai kelanjutan perjuangan yang sebelumnya. Dilaksanakan secara kedaerah-kedaerahan dan proses itu tidak berakhir setelah berakhirnya penjajahan. Namun proses tersebut masih terus dilanjutkan terus menerus seiring perkembangan bangsa. Dan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional hal itu yang paling nyata dilambangkan oleh Pancasila.
 Tidak hanya dasar negara secara formal saja tetapi juga telah menjadikan identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu senasib, setujuan, dan kesadaran semangat. Bersama hakikat-hakikat sebenarnya bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang seluruh manusia yang menurut wilayahnya telah ditentukan untuk tinggal bersama di wilayah nusantara ini, dari ujung barat hingga ujung timur pulau. Faktor pembentuk identitas bangsa Indonesia bukanlah faktor primordial tetapi historis.
 Kesatuan bangsa Indonesia ini tidak bersifat etnik melainkan etnis. Apa yang telah ada di Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia dan harus dijaga dipertahankan. Bila perlu dikembangkan lagi untuk mencapai identitas sesuai tuntutan kebutuhan hidup bangsa di masa kini sehingga rasa persatuan dalam masyarakat Indonesia tetap terjaga utuh.
Indonesia adalah suatu wilayah kepulauan yang terintegrasi secara nasional dari daerah daratan lautan dalam organisasi berbentuk negara kesatuan. Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi dalam mewujudkan masyarakat kesejahteraan sebagai realisasi impian yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Jadi dalam pemahaman ini berbangsa bukan hanya melalui proses secara primodial namun historis.
2.      Bangsa Identitas Negeri
Bangsa adalah identitas negeri. Sebelum membahas lebih lanjut perlu di ketahui apa itu bangsa. Dan apa unsurnya sehingga dapat di sebut identitas negeri.
Bangsa Menurut Ernest Renant, bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu sehingga mereka merasa dirinya adalah satu. Bangsa adalah kesatuan karakter, kesamaan watak yang lahir dari kesamaan derita dan keberuntungan yang sama.
Secara umum, sesuatu bisa disebut sebagai bangsa jika memiliki beberapa unsur sebagai berikut:
a.       Ada sekelompok manusia yang mempunyai keinginan untuk bersatu.
b.      Berada dalam suatu wilayah tertentu.
c.       Ada kehendak untuk membentuk atau berada dibawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri.
d.      Secara psikologis, merasa senasib, sepenanggungan, setujuan dan secita-cita.
e.       Ada kesamaan karakter, identitas, budaya, bahasa, dan lainlain sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lainnya.
Bangsa indonesia ini adalah simbol dari sebuan negeri yang besar karena memiliki banyak ras, suku, dan budaya.
3.      Tindakan Terorisme
Dalam bahasan kali ini akan membahas tentang tindakan yang tidak dapat di benarkan tindakanya malah merugikan masyarakat. Sebangai bangsa yang besar indonesia menjadi sasaran empuk bagi teroriss yang akan melancarkan aksinya karena bangsa indonesia ini beragam akan agama, ras maupun budaya.
Tindakan Terorisme beberapa tahun terakhir menjadi perbicangan dan perdebatan yang menarik. Sayangnya kajian mengenai terorisme masih sangat minim. Terorisme sendiri sebagai suatu tindakan atau perilaku yang ingin menggugat peradaban yang ada, terutama peradaban Barat. Permasalahan terorisme menyangkut dimensi yang rumit dan luas. Untuk menyelesaikan masalah terorisme perlu dipahami dahulu awal munculnya terorisme. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serangan-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan.
4.      Fundamentalisme Islam
Istilah fundamentalisme Islam akhir-akhir ini begitu melekat dengan prasangka, stereotip dan sinisme bagi Islam. Bagaikan hal yang menakutkan, fundamentalisme dianggap sebagai sebuah gerakan menakutkan, yang di anggap mengancam keamanan dan perdamaian bangsa. Fundamentalisme identik dengan radikalisme, militansi dan terorisme. Padahal, pendekatan monolitik yang mempersepsikan Islam politik sebagai sesuatu yang paralel dengan teror dan kekerasan adalah generalisasi dan simplifikasi  yang tidak menjelaskan apa-apa, mempersempit perspektif dan bukannya memperluas wawasan, menambah problem dan bukannya jalan menuju solusi baru.
 Ada beberapa alasan Juergensmeyer atas keberatan tentang fundamentalisme islam. Pertama, istilah fundamentalisme bersifat pejoratif. Istilah ini merujuk kepada sekelompok orang yang tidak toleran, merasa paling benar sendiri dan memegang literalisme keagamaan yang nyaris dogmatik. Kedua, fundamentalisme adalah kategori yang tidak tepat untuk membuat perbandingan lintas kultural. Ketiga, istilah ini terkesan tidak mengandung makna politis. Menyebut seseorang fundamentalis mengisyaratkan bahwa ia semata didorong oleh motivasi agama dan bukannya perhatian yang luas terhadap persoalan masyarakat dan dunia. Padahal, para aktivis keagamaan yang dijumpai Juergensmeyer menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang piawai dalam politik dan sangat konsen dengan masyarakat di mana mereka tinggal.
5.      Isu Isu Teror Yang Sedang Berkembang Saat Ini
Isu isu teror yang sedang berkembang saat ini adalah teror yang terjadi di beberapa gereja di surabaya dan sidoarjo yang menyebabkan banyak korban jiwa yang berjatuhan. Sebagai bangsa yang besar seharusnya menjunjung tinggi adanya nasionalisme dan persatuan. Apalagi bangsa indonesia ini terdiri dari berbagai macam agama ras maupun budaya.
Di kasus yang saat ini berkembang. Ibu dan dua anak tersebut berupaya masuk ke ruang kebaktian ini, sempat dihalau oleh seorang satpam di pintu masuk GKI Jalan Diponegoro Surabaya, sebelum kemudian mereka meledakkan diri di halaman gereja. Menurut saksi mata yang ada, perempuan dewasa dan dua anak tersebut tewas seketika di lokasi kejadian. Belum diketahui hubungan antara perempuan dan dua bocah tersebut.
Sampai sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat ledakan tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi sepuluh orang dan melukai 40 orang lainnya. Hasil identifikasi sementara kepolisian menyatakan, sekitar pukul 13.00 WIB, menyebutkan, sepuluh orang tewas dan 40 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.
Bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro. Empat orang tewas akibat ledakan bom di depan Gereja Santa Maria, dua orang tewas di gereja Pantekosta serta dua orang tewas lainnya di depan gereja GKI.
Dari berita tersebut dapat di pastikan bahwa bangsa indonesia ini sedang terancam oleh teroris yang mengatas namakan bangsa dan agama. Mereka adalah salah satu warga indonesia yang melanggar hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara.
C.    Kesimpulan
Faktor pembentuk identitas bangsa Indonesia bukanlah faktor primordial tetapi historis. Aksi Terorisme sendiri sebagai suatu tindakan atau perilaku yang ingin menggugat peradaban yang ada, terutama peradaban Barat. Sebagai warga negara indonesia seharusnya memilih dan memilah organisasi yang saat ini ada. Fundamentalisme identik dengan radikalisme, militansi dan terorisme. Padahal, pendekatan monolitik yang mempersepsikan Islam politik sebagai sesuatu yang paralel dengan teror dan kekerasan adalah generalisasi dan simplifikasi  yang tidak menjelaskan apa-apa, mempersempit perspektif dan bukannya memperluas wawasan, menambah problem dan bukannya jalan menuju solusi baru.Isu teror yang sedang berkembang saat ini merupakan peringatan bagi kita bahwa kita harus membangun rasa persatuan dan saling menghargai sedini mungkin. teror yang terjadi di beberapa gereja di surabaya dan sidoarjo yang menyebabkan banyak korbanjiwa yang berjatuhan. Sebagai bangsa yang besar seharusnya menjunjung tinggi adanya nasionalisme dan persatuan.


No comments:

Post a Comment