Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo kawan....
Berjumpa lagi di blognya ahfila
Seperti biasa disini saya ingin membahas sesuatu yang berhubungan dengan ilmu perpustakaan. Di bahasan kali ini mengenai desain perpustakaan
Okee...
catatan kecil: sebelum penjelasan lebih lanjut tentang ilmu ini diberitahukan bahwa bahasa yang digunakan dalam artikel ini bukan bahasa yang baku dan mungkin akan sedikit keluar dari ekspektasi.
Kosasih (2009:6) mengemukakan bahwa perpustakaan pada umumnya memiliki empat macam ruangan diantaranya
1. Ruang koleksi buku (rak-rak buku)
2. Ruang baca
3. Ruang pengolahan bahan pustaka dan ruang staf
4. Ruang sirkulasi
Merencanakan tata ruang harus didasari dengan hubungan antar ruang yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan, keamanan dan pengawasan. Macam-macam sistem tata ruang perpustakaan yaitu
1.Tata sekat
Tata sekat merupakan cara pengaturan ruangan yang menempatkan koleksi terpisah dari meja pengunjung dengan cara penempatan koleksi yang terpisah oleh sekat antara meja baca dan pengunjung.
2.Tata parak
Dalam sistem ini pembaca dimungkinkan mengambil sendiri koleksi yang terletak di ruangan lain kemusian dibonkan pinjam untuk dibaca di ruangan yang disediakan. Sistem ini hampir sama dengan sistem tata sekat. Perbedaanya hanya terletak pada pemakai yang dapat mengakses dan mengambil koleksi ke rak koleksi
3.Tata baur
Penempatan koleksi dicampur dengan meja bacaan agar pembaca lebih mudah mengambil dan mengembalikkan koleksi sendiri.
Untuk memperlancar kegiatan pelayanan dan penyelesaian pekerjaan, dalam penataan ruangan perlu diperhatikan prinsip-prinsip tata ruang sebagai berikut:
1. Pelaksanaan tugas yang memerlukan konsentrasi hendaknya ditempatkan di ruang terpisah atau di tempat yang aman dari gangguan.
2. Bagian yang bersifat pelayanan umum hendaknya ditempatkan di lokasi yang strategis agar mudah dicapai.
3. Jarak satu meubelair dengan lainnya dibuat agak lebar agar orang yang lewat lebih leluasa.
4. Bagian-bagian yang mempunyai tugas sama, hampir sama, atau merupakan kelanjutan, hendaknya ditempatkan di lokasi yang berdekatan.
5. Bagian yang menangani pekerjaan yang bersifat berantakan seperti pengolahan, penjilidan dan pengetikan, hendaknya ditempatkan yang tidak tampak oleh khalayak umum (pengguna perpustakaan).
6. Apabila memungkinkan, semua petugas dalam satu unit/ ruangan duduk menghadap ke arah yang sama dan pimpinan duduk di belakang.
7. Alur pekerjaan hendaknya bergerak maju dari satu meja ke meja lain dalam satu garis lurus.
8. Ukuran tinggi, rendah, panjang, lebar, luas, dan bentuk perabot hendaknya dapat diatur lebih leluasa.
9. Perlu ada lorong yang cukup lebar untuk jalan apabila sewaktu-waktu terjadi musibah/ kebakaran.
refrensi:
(http://citraindonesiaku.blogspot.com/2012/03/modul-kuliah-perpustakaan-sekolah-bab-3.html )
( http://dinnikirana.blogspot.com/2012/02/sistem-tata-ruang-perpustakaan.html )
Bersambung.....😁😁😅😉
maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisan saya🙇😴😴
No comments:
Post a Comment